Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Nelayan Aceh Diimbau Waspada Gelombang Tinggi di Selat Malaka

Admin1 by Admin1
23/11/2020
in Nanggroe
0
BMKG: Gelombang Setinggi 4 Meter Berpeluang Terjadi di Perairan Barat Aceh

Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki).

Banda Aceh- Cuaca buruk dan gelombang tinggi melanda perairaan Selat Malaka di kawasan Provinsi Aceh. Ratusan nelayan tradisional yang beraktivitas di kawasan setempat pun diminta waspada.

Lokasi paling parah terdampak gelombang besar di antaranya terjadi di Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur, Kota Langsa, dan Kabupaten Aceh Tamiang. Ketinggian gelombang berkisar 2-4 meter.

Tokoh nelayan dan perikanan di Aceh, M Adli Abdullah, mengatakan saat ini di perairan Selat Malaka sedang terjadi musim gelombang tinggi. Nelayan yang beraktivitas di provinsi paling barat Indonesia itu menyebutnya dengan musim angin timur.

Pada musim ini akrab terjadi gelombang besar sehingga aktivitas menjaring ikan terganggu. Apalagi mereka menggunakan perahu kecil dari kayu dan akan sulit mengarungi arus gelombang besar itu.

“Harus mewaspadai kemungkinan buruk, kalau cuaca sedang pancaroba jangan dipaksakan. Karena saat musim seperti ini sering nelayan Aceh terhempas keluar atau terbawa arus hingga ke negara lain, seperti Thailand, Myanmar, dan India,” tutur mantan Sekretaris Panglima Laot Aceh itu.

Adapun Panglima Laot, Lhok Pante Raja, Kabupaten Pidie Jaya, Usman, mengatakan, akibat cuaca buruk, hasil tangkapan memengaruhi pendapatan para nelayan. Terutama mereka yang menggunakan kapal kayu kecil.

Untuk berlayar menjaring ikan, nelayan berisiko tinggi diterjang badai di tengah perjalanan. Bahkan sering kali aktivitas mencari ikan dihentikan dan nelayan harus balik arah untuk pulang.

“Tidak pergi sama sekali, bagaimana kebutuhan hidup keluarga dan biaya sekolah anak. Kalau terlalu memaksa juga risiko keselamatan atau kemunginan buruk cukup mengkhawatirkan. Harapannya, insyaallah awal Januari 2021 fenomena gombang besar ini segera berakhir,” tambah Usman.

Sumber: medcom.id

Previous Post

Muhammad AR Terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Dakwah Aceh

Next Post

Detik-Detik Longsor Timpa Mobil Penumpang Hiace di Jalan Lintas Banda Aceh-Medan

Next Post

Detik-Detik Longsor Timpa Mobil Penumpang Hiace di Jalan Lintas Banda Aceh-Medan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Wakil Bupati Aceh Besar Serahkan SK Pembentukan Tim Pemekaran DOB Seuramoe Aceh

Wakil Bupati Aceh Besar Serahkan SK Pembentukan Tim Pemekaran DOB Seuramoe Aceh

29/03/2026
Penyintas Bencana Aceh Timur Beralih Profesi Jadi Buruh Kayu

Pemulihan Aceh Pasca Banjir Dinilai Belum Maksimal

29/03/2026
GAPELMABDYA Minta Pihak Terkait Harus Serius Tindaklanjuti Kasus Lakalantas Dump Truk LKT

GAPELMABDYA Minta Pihak Terkait Harus Serius Tindaklanjuti Kasus Lakalantas Dump Truk LKT

29/03/2026
Ohku, Pelaku Pencurian Sepeda Motor di Aceh Selatan Ternyata ODGJ

Ohku, Pelaku Pencurian Sepeda Motor di Aceh Selatan Ternyata ODGJ

29/03/2026
Sat Samapta Polres Aceh Barat Antisipasi Kriminalitas di Sejumlah Titik Strategis

Sat Samapta Polres Aceh Barat Antisipasi Kriminalitas di Sejumlah Titik Strategis

29/03/2026

Terpopuler

Rotasi Jabatan: AKP Dedy Miswar Putra Terbaik Pidie, Pindah ke Polres Bireuen

Rotasi Jabatan: AKP Dedy Miswar Putra Terbaik Pidie, Pindah ke Polres Bireuen

27/03/2026

Truk Hauling LKT Hantam Becak Motor, Satu Nyawa Melayang

[Opini] Sinkronisasi Antara Logika & Retorika

Prof Saifullah Resmi Mendaftar sebagai Calon Rektor UIN Ar-Raniry 2026-2030

Teungku Muhammad Nur: Aktivis Dayah Jadi Direktur di PT PEMA

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com