Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

Pemulihan Aceh Pasca Banjir Dinilai Belum Maksimal

redaksi by redaksi
29/03/2026
in Lintas Timur
0
Penyintas Bencana Aceh Timur Beralih Profesi Jadi Buruh Kayu

Warga berjalan melintasi jalan di antara tumpukan kayu bekas banjir di Desa Sekumur, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Selasa, 17 Maret 2026. ANTARA/Aloysius Lewokeda

TAMIANG – Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Suara USU berkolaborasi dengan Korps Mahasiswa Pencinta Alam dan Studi Lingkungan Hidup (KOMPAS) USU menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat di Masjid Darul Muhsinin, Dusun Suka Maju, Desa Rantau Bintang, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, pada 17−18 Maret 2026.

Kegiatan ini dilaksanakan untuk mempererat kebersamaan sekaligus mengungkap kondisi masyarakat di tengah masa pemulihan pascabencana banjir yang terjadi pada akhir tahun 2025. Proses tersebut dilakukan melalui diskusi bersama yang kemudian didokumentasikan dan dirancang untuk dipublikasikan sebagai sarana menyalurkan suara masyarakat.

Kegiatan pengabdian masyarakat yang berlangsung selama dua hari ini diisi dengan berbagai rangkaian acara, seperti buka bersama dalam rangka mengisi bulan Ramadan, forum diskusi, pembuatan kerajinan tangan, serta kegiatan bermain bersama anak-anak desa.

Forum diskusi mengangkat tema “Evaluasi Pemulihan Pascabencana di Aceh Tamiang” sebagai bentuk refleksi terhadap bencana yang terjadi, sekaligus untuk menilai sejauh mana proses pemulihan berlangsung, baik dari segi ekonomi maupun lingkungan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana untuk mengulik kondisi masyarakat saat ini, tetapi juga diharapkan dapat menciptakan ruang komunikasi antara masyarakat terdampak dan mahasiswa, sehingga keduanya dapat saling berbagi pemikiran serta pengetahuan.

Dalam diskusi ini, terungkap keadaan masyarakat yang masih menghadapi berbagai kendala, terutama pada sektor ekonomi, lingkungan, dan ketersediaan air bersih. Salah satu warga menyampaikan bahwa dampak bencana sangat berpengaruh terhadap pendapatan masyarakat, seperti warga yang memperoleh penghasilan dari perkebunan sawitnya, jika sebelumnya ia dapat menghasilkan sekitar dua ton sawit, kini hasil panen menurun drastis. Bahkan dalam beberapa bulan terakhir, pohon sawit mulai mati secara bertahap sehingga menyebabkan penurunan pendapatan.

Sementara itu, masyarakat yang bekerja sebagai petani mengalami kelumpuhan mata pencaharian akibat ladang dan sawah yang rusak. Endapan lumpur yang masih menutupi hampir seluruh wilayah juga membuat lahan belum dapat diolah, sehingga tidak mampu menghasilkan tanaman. Selain itu, hingga saat ini sebagian masyarakat masih merasakan trauma akibat bencana yang terjadi. Meskipun demikian, sebagian besar warga mengaku tidak ingin pindah dari kampung halaman mereka karena faktor ekonomi, terutama perkebunan sawit dan pertanian yang menjadi sumber penghasilan utama masyarakat.

Di sisi lain, muncul pula keluhan masyarakat terkait bantuan dari pemerintah yang dinilai belum terealisasi secara maksimal. Beberapa warga menyebut bahwa bantuan yang dijanjikan hingga kini belum mereka terima, bahkan terkesan mengalami keterlambatan.

“Yang kami dengar bantuan akan cair, tapi sampai sekarang belum ada. Kami hanya berharap itu bukan sekadar janji,” ujar salah satu warga.

Masyarakat mengaku selama ini justru lebih banyak menerima bantuan dari pihak pribadi atau relawan dibandingkan dari pemerintah. Meski demikian, mereka tetap berharap adanya perhatian yang lebih serius dari pemerintah untuk mempercepat proses pemulihan.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini disambut baik oleh masyarakat. Dalam sesi diskusi, mereka berharap hal-hal yang mereka sampaikan terkait kondisi dan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dapat menarik perhatian publik, sehingga mendorong pemulihan pascabencana banjir yang benar-benar mampu memperbaiki kondisi dan kehidupan masyarakat. Selain itu, kegiatan pembuatan kerajinan tangan berupa gantungan kunci dari tali katun juga diharapkan tidak hanya memberikan kesenangan, tetapi juga memiliki nilai edukatif bagi masyarakat, khususnya anak-anak.

Previous Post

GAPELMABDYA Minta Pihak Terkait Harus Serius Tindaklanjuti Kasus Lakalantas Dump Truk LKT

Next Post

Wakil Bupati Aceh Besar Serahkan SK Pembentukan Tim Pemekaran DOB Seuramoe Aceh

Next Post
Wakil Bupati Aceh Besar Serahkan SK Pembentukan Tim Pemekaran DOB Seuramoe Aceh

Wakil Bupati Aceh Besar Serahkan SK Pembentukan Tim Pemekaran DOB Seuramoe Aceh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Libur Nasional dan Cuti Bersama Disdukcapil Abdya Tetap Layani Masyarakat

Libur Nasional dan Cuti Bersama Disdukcapil Abdya Tetap Layani Masyarakat

13/05/2026
Maraknya Pencurian Hewan Ternak, Polres Abdya Amankan BB dan Himbauan Masyarakat Waspada

Maraknya Pencurian Hewan Ternak, Polres Abdya Amankan BB dan Himbauan Masyarakat Waspada

13/05/2026
Keuchik Osha Terima SK dari DPP di Jakarta Sebagai Ketua PAN Abdya

Keuchik Osha Terima SK dari DPP di Jakarta Sebagai Ketua PAN Abdya

13/05/2026
DPRK Banda Aceh Gelar RDPU Raqan Insentif dan Penanaman Modal, Serap Masukan Stakeholder

DPRK Banda Aceh Gelar RDPU Raqan Insentif dan Penanaman Modal, Serap Masukan Stakeholder

13/05/2026
Pedagang Coffee Truck Mengadu, Dewan Minta Sistem Zonasi PKL Ditinjau Kembali

Pedagang Coffee Truck Mengadu, Dewan Minta Sistem Zonasi PKL Ditinjau Kembali

13/05/2026

Terpopuler

Ratusan Eks Karyawan PT KKA Mengadu ke Azhari Cage Terkait Tunggakan Gaji dan Pesangon

Ratusan Eks Karyawan PT KKA Mengadu ke Azhari Cage Terkait Tunggakan Gaji dan Pesangon

06/05/2026

Temui Kepala BPS Aceh, Darwati Soroti Banyak Warga Tidak Mampu Masuk dalam Desil 8 hingga 10

Keuchik Osha Terima SK dari DPP di Jakarta Sebagai Ketua PAN Abdya

“Awak Tolak Pergub JKA Ureung Taloe, Tim Om Bus-Syech Fadhil…”

Mualem Diminta Copot Sekda dan Ketua DPR Aceh

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com