SIGLI – Sejumlah pemuda yang tergabung dalam Relawan Muda Partai Aceh (RMPA) mengunjungi korban kebakaran di Gampong Dayah Tanoh Teupin Raya, Kecamatan Glumpang Tiga Pidie, Jumat 27 November 2020.
Kebakaran ini menimpa rumah milik Ismail, 62 tahun. Rumahnya habis total dilalap sijago merah pada khamis 26 November 2020, sekitar pukul 11.00 WIB.
Dalam aksinya, RMPA turut didampingi oleh Ketua KPA Pidie Bahtiar Abdullah (Madon), Sekjen MUNA Tgk. Amri Aiyub dan anggota dewan DPRK Fraksi PA, Ibrahim (Cia), Muhammad, SPd.I dan Tgk. Muhammad Beungga yang turun langsung ke lokasi kebakaran.
Aksi cepat memberikan batuan masa panik ini dipimpin langsung oleh RMPA sekaligus Bendahara Kamarullah dan koordinator perempuan Maidar, SPd.I.
“Awalnya kami menerima informasi kebakaran tersebut dari salah satu tokoh masyarakat setempat dan informasi melalui akun resmi halaman facebook Relawan RMPA dan berbagai group watshapp bahwa telah terjadi kebakaran sangat tragis, yang menghanguskan rata rumah milik bapak Ismail,” Begitu menerima informasi yang akurat saya dan teman_teman relawan RMPA, ba’da Jumat langsung bergagas menyiapkan bekal dengan membawa sumbangan masa panik buat kornan, “ujar Kamarullah.
“Dari wawancara di lokasi bersama korban dan Geusyik setempat Zubir, bahwa tak ada korban jiwa namun kerugian harta hampir ratusan juta. saat terjadi kebakaran pihak korban tidak ada dirumah karena lagi di Rumah sakit melakukan pengobatan. aksi pemadaman api di lakukan oleh warga setempat namun tak berhasil padam karena rumahnya terbuat dari kayu (rumah panggung).”
Sementara itu, Geusyik setempat Zubir, mengucapkan terima kasih kepada rombongan RMPA, KPA Pidie dan anggota Dewan dari partai Aceh (PA) yang telah mengunjungi korban secara langsung dan terdepan ini sudah sering di praktikkan oleh Partai Aceh setiap ada kebakaran melalui relawan resminya RMPA.
Secara terpisah ketua DPRK Pidie Mahfuddin Ismail berserta Istri Hetti Zuliani, M.Pd juga mengunjungi Korban Kebakaran tersebut Sabtu pagi; 28 November 2020.
Kunjungan ini diterima langsung oleh anak korban yaitu Musliadi karena korban sedang sakit dan dirawat di Rumah Sakit Tgk Abdullah Syafii ( RS TAS ) Beureuneun.
“Kami sangat prihatin atas musibah ini, semoga keluarga korban istiqamah menerima musibah ini,” ujar sosok yang akrab disapa Mahfud ini.









