Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

44 Tahun Milad GAM, Ini Pesan Tgk. Malik Mahmud Al Haytar

Atjeh Watch by Atjeh Watch
05/12/2020
in Nanggroe
0
44 Tahun Milad GAM, Ini Pesan Tgk. Malik Mahmud Al Haytar

Banda Aceh – Memperingati 44 tahun milad Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Ketua Tuha Peut Dewan Pimpinan Aceh (DPA) Partai Aceh (PA) Tgk. Malik Mahmud Al Haytar menyatakan, di tengah segala tantangan dan hambatan yang ada saat ini, Aceh harus terus berjuang untuk hak dan kewenangan yang telah disepakati dalam perjanjian MoU Helsinki. Hal tersebut disampaikan Tgk. Malik sebagaimana siaran pers yang diterbitkan pada 5 Desember 2020.

Tgk. Malik menyatakan, perjuangan lanjutan rakyat Aceh telah dimulai sejak 4 Desember 1976 sampai 15 Agustus 2005. Yaitu konflik bersenjata GAM dengan RI, sampai dengan ditandatanganinya MoU Helsinki antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan Pemerintah Republik Indonesia pada 15 Agustus 2005 di Finlandia, dengan dukungan Uni Eropa dan masyarakat dunia. Ini merupakan priode baru dan sangat penting dalam sejarah perjuangan Bangsa Aceh. Dan sejak itu perjuangan Aceh telah memasuki babak baru dalam dalam perjuangan politik.

“Dalam tahun 2020 ini sudah 15 tahun usia dalam perjuangan politik bagi Aceh. Sebuah perjuangan dengan metode baru yang tidak mudah dan penuh tantangan serta hambatan, baik secara internal organisasi GAM dan mantan kombatan GAM, maupun tantangan lingkungan sosial kemasyarakatan, serta intervensi dari pihak luar yang agresif,” kata Tgk. Malik.

Tgk. Malik juga menambahkan, faktor-faktor uang dan kekuasaan serta ruang komunikasi menjadi sangat terbuka lebar, dan hampir tidak terduga. Banyaknya dinamika ini baik karena niat awal dalam perjuangan yang tidak selalu dijaga secara istiqamah, maupun godaan akan uang dan kekuasaan serta kepetingan sempit yang mengorbankan kepentingan yang lebih besar dan luas. “Hal ini bisa timbul dari anak negeri sendiri yang tidak memahami Aceh interest, maupun interaksi dari pihak luar atau pihak asing.”

Disisi lain, tambah Tgk. Malik, dalam tubuh Pemerintah Pusat sendiri terlalu banyak hambatan dan alasan yang diciptakan untuk tidak memenuhi, dan atau memanipulasi komitmen perjanjian MoU Helsinki. “Kita akan terus berjuang dengan segenap kemampuan yang ada, dalam koridor yang paling dimungkinkan dalam konstelasi konstitusi atau regulasi yang ada dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tambah Tgk. Malik menjelaskan.

Perjuangan itu, baik atas dasar komitmen perjanjian MoU Helsinki dan Undang-Undang Pemerintah Aceh, maupun konvenan internasional tentang hak-hak sipil dan politik serta konvenan internasional tentang hak-hak ekonomi, sosial dan budaya yang telah diratifikasi oleh Pemerintah Republik Indonesia, yang merupakan bahagian dari universal Declarations of Human Rights Perserikatan Bangsa- Bangsa, dan maupun melalui mekanisme hukum dan atau hak demokrasi lainnya yang tersedia.

Pada Milad GAM yang 44 ini, mari kita sampaikan doa zikir tahlil dan tahmid untuk para syuhada Aceh yang telah tiada; untuk para pejuang Aceh maupun rakyat sipil Bangsa Aceh. “Saya ucapkan selamat Milad GAM ke 44, Insyaallah akan meuhase perjuangan geutanjoe. Aaminn yaarabbal ’alaminn…”[]

Previous Post

Perguruan Tinggi di Abdya Kembali Wisuda Ratusan Mahasiswa

Next Post

Buka Kejurprov Anggar, Wakapolda: Tetap Jaga Protokol Kesehatan

Next Post
Buka Kejurprov Anggar, Wakapolda: Tetap Jaga Protokol Kesehatan

Buka Kejurprov Anggar, Wakapolda: Tetap Jaga Protokol Kesehatan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Krak, Aceh dan Sumsel Sabet Juara MTQ Nasional 2026 di Jawa Tengah

Krak, Aceh dan Sumsel Sabet Juara MTQ Nasional 2026 di Jawa Tengah

19/09/2026
Tiga Santri Dayah Insan Qurani Tuntaskan Mimpi Aceh di MTQ Nasional 2026

Tiga Santri Dayah Insan Qurani Tuntaskan Mimpi Aceh di MTQ Nasional 2026

19/09/2026
Pemerintah Aceh Salurkan Bantuan Rp323,5 Juta untuk Warga Terdampak Kebakaran di Aceh Tenggara

Pemerintah Aceh Salurkan Bantuan Rp323,5 Juta untuk Warga Terdampak Kebakaran di Aceh Tenggara

19/09/2026
Illiza: Kopi Bukan Sekadar Minuman, Tapi Budaya dan Penggerak Ekonomi

Illiza: Kopi Bukan Sekadar Minuman, Tapi Budaya dan Penggerak Ekonomi

19/09/2026
Wakil Bupati Aceh Tengah Serahkan Dump Truck dan Sarpras Pendukung KDMP Untuk 17 Titik

Wakil Bupati Aceh Tengah Serahkan Dump Truck dan Sarpras Pendukung KDMP Untuk 17 Titik

19/09/2026

Terpopuler

44 Tahun Milad GAM, Ini Pesan Tgk. Malik Mahmud Al Haytar

44 Tahun Milad GAM, Ini Pesan Tgk. Malik Mahmud Al Haytar

05/12/2020

ASN, Non ASN, dan Honorer yang Belum Aktifkan IKD Segera Registrasi dan Aktivasi

Luar Biasa! Hasil Panen di Blangpidie Capai 8,7 Ton per Hektare, Rekor Tertinggi Selama 6 Tahun

Paguyuban Masyarakat Gayo di Banda Aceh Akan Gelar Didong Jalu Semalam Suntuk

Infrastruktur Bisa Mengubah Wajah Pidie Jaya, SDM Menentukan Arah Masa Depan

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com