Penulis adalah Dr. Phil. Abdul Manan, M.Sc., M.A.
Kenduri Maulid Tingkat Keluarga
Kenduri Maulid yang berlangsung pada tingkat keluarga diadakan di rumah. Kenduri Maulid jenis ini dikenal dengan Maulid Nazar (Arab: nazr) atau Maulid Kaôy untuk membebaskan seseorang dari “hutang batin/keagamaan”. Perayaan ini diadakan untuk membayar nazar seseorang karena ia telah membuat janji dengan Allah swt, jika keinginannya dipenuhi oleh Allah, dia akan melaksanakan satu amal ibadah yang baik. Jika permohonannya dipenuhi maka ia harus memberikan makanan kepada Muslim lainnya
Tidak seperti Kenduri Maulid di tingkat desa, Kenduri Maulid di tingkat keluarga dilakukan selama sehari semalam dan tidak membutuhkan anggota panitia dan tidak ada pertemuan khusus yang diadakan, tidak juga melibatkan banyak orang. Seseorang yang berperan dominan adalah orang yang telah mengikrarkan nazar dan dibantu oleh keluarganya: suami, isteri, anak, keponakan laki-laki, dan keponakan perempuan, dll.
Jenis Idang
Makanan khusus dengan berbagai macam makanan pelengkap yang disuguhkan kepada tamu yang diundang ke rumah disebut dengan idang. Terdapat dua jenis idang khusus yang disediakan oleh kepala keluarga untuk dikonsumsikan secara bersama-sama pada tingkat keluarga:
- 1. Idang Buleukat Kuah Tuhèe
Hidangan ini disiapkan bagi anak yatim yang tinggal di dekat rumah. Beras ketan tidak dimasak bersamaan dengan kuahnya. Ketika keduanya telah di masak secara terpisah barulah kemudian dicampurkan. Kuah Idang Buleukat Kuah Tuhèe terbuat dari santan kelapa, pisang wak (pisang siam bisa juga pisang raja), nangka, garam, gula dan daun pandan. Di samping nasi dengan laukpauknya, berbagai makanan lain juga dihidangkan kepada anak yatim yang diundang.
- 2. Idang Buleukat Kuah Peungat
Hidangan ini disiapkan bagi orangtua, mertua, pemuka agama, dan kepala desa. Makanan ini terbuat dari santan kelapa dicampur dengan pisang raja (pisang abin), nangka, ketela, singkong, garam, dan gula. Semuanya dimasak secara bersamaan dengan beras ketan yang telah dibungkus dengan daun pisang, yang berbentuk segitiga dan dibungkus dengan daun dan dipererat dengan lidi kemudian dimasak.
Kenduri Maulid Tingkat Desa
Orang yang mengikuti rapat untuk Kenduri Maulid di tingkat desa adalah para perangkat desa dan pemuda desa. Rapat tersebut dipimpin oleh kepala desa selaku pemimpin desa dan imam meunasah. Mereka menentukan mengenai hari pelaksanaan dan persiapan idang yang akan disajikan dalam perayaan kenduri maulid.
Jenis Idang
Idang adalah paket makanan yang disiapkan dengan berbagai jenis lauk pauk yang dibawa ke masjid pada hari Kenduri Maulid. Ada beberapa jenis idang Maulid yang dihidangkan kepada tamu pada tinggkat desa: daluang, sanggèn, idang nasi kunyit, idang besar (gadang), dan idang golèk.
- Daluang
Daluang [baki bulat yang tertutup] digunakan untuk menempatkan nasi dan lauk pauk di sisinya. Baki ini dilingkari dengan dua belas gelas dibatasi dengan sepotong silinder timah atau logam lain yang disebut glōng yang berfungsi untuk mencegah berbagai hidangan dalam gelas jatuh ketika dipindahkan. Di bagian tengah, nasi ditempatkan dalam bentuk silinder dan tertutup dengan daun pisang yang dipanaskan. Di atas, ada banyak daun pisang yang dipanaskan telah terlipat sebagai “piring” untuk tempat makan. Isinya dibagi kepada empat sampai enam orang. Semua bagian dari daluang dihiasi dengan penutup yang indah dalam bentuk sebuah kerucut, puncaknya yang tenggelam ke dalam sehingga menyerupai kawah. Penutup ini disebut sangè (Indo tudung saji). Itu terbuat dari daun pandan (Aceh: on seukè) dan dihiasi di bagian luar dengan benang berwarna dan di bagian dalam dengan daun emas. Menyatakan bahwa baki melambangkan kesatuan dan penutupnya melambangkan perlindungan dalam kehidupan.
- Sanggèn
Sanggèn (ambèn) terbuat dari kayu tersambung kawat kecil untuk mencegah sisi hidangan jatuh ketika dipindahkan. Ini terdiri dari tujuh lapisan dengan tidak kurang dari tiga puluh gelas. Setiap lapisan terdiri dari gelas untuk tempat ikan goreng, ikan dimasak, ikan panggang, daging goreng, gulai daging, daging rebus, dan sayur-sayuran. Di tengah ada padi dalam mangkuk plastik untuk menyeimbangkan gelas-gelas di sekelilingnya. Antara kayu sanggèn tersambung itu, ada 10-12 telur rebus (kadang-kadang diwarnai) yang ditusuk pada lidi daun kelapa (pureh on u) yang tingginya sama dengan tinggi sanggèn itu sendiri. Setiap lidi daun kelapa itu dihiasi dengan kertas layang-layang dengan warna yang berbeda. Bagian bawah kayu sanggèn ini juga dihiasi dengan kertas warna yang berbeda. Isinya dibagi kepada tujuh sampai sepuluh orang.
- Idang Nasi Kunyik
Idang nasi kunyik atau Jamba adalah idang kecil yang terdiri dari beras ketan kuning di masak (sipuluik kunieng atau nasi kunyit:bu lukat kuneng). Ini tertumpuk tinggi seperti piramida di atas tempat segi empat yang terbuat dari kayu dengan empat kaki dan tiang kayu bulat panjang di tengah (idang capah) dan ditutup dengan kue-kue manis yang disebut tumpo. Tumpo terbuat dari tepung beras ketan, telur dan bahan-bahan lain yang diaduk sampai merata kemudian digoreng dengan minyak kelapa. Hal ini ditutupi lagi dengan daun pisang yang telah dipanaskan (dilayu) agar lebih lembut. Isinya dibagi dengan sepuluh sampai lima belas orang.
- Idang Gadang
Idang gadang (idang rayeuk atau raya) atau idang besar terdiri dari beberapa lapisan. Idang ini tidak sering dibuat oleh orang-orang desa. Namun demikian, orang-orang yang mampu di desa membuatnya. Idang gadang ini terdiri dari beras ketan kuning yang dikukus, ditumpuk tinggi di atas kayu segi empat dengan empat kaki dan tiang kayu bulat panjang di tengah berbentuk piramida dan ditutup dengan tumpo.
- Idang Golèk
Idang golèk adalah idang yang “ditanam” pada seseorang pada saat Kenduri Maulid dan akan dibalas oleh penerimanya pada acara Kenduri Maulid tahun berikutnya. Bentuk idang golèk lebih kecil dari sanggèng yang tidak termasuk dalam idang utama tapi sebagai tambahan pada hari Kenduri Maulid. Mereka hanya dilakukan oleh keluarga tertentu yang memiliki anak-anak muda dan pasangan muda.










