Takengon – Sejumlah komunitas di Kabupaten Aceh Tengah mengelar aksi menanam 1000 pohon di Bur Pepanyi dan Gunung Ujen, Kamis (17/12/2020).
Penanaman pohon tersebut guna mengantisipasi bencana banjir bandang dan longsor yang kerap terjadi saat musim penghujan melanda.
Aksi menanam 1000 pohon yang bertema “Gerakan Menanam Pohon Selamatkan Bur Pepanyi-Gunung Ujen, Bersama Kita Cegah Bencana Tanah Longsor dan Banjir Bandang” itu digagas oleh Kepala Desa Paya Tumpi Baru, Komunitas Gayo Peduli Kemanusiaan (KGPK) serta turut didukung oleh Forum Krueng Das Peusangan (FKDP)dan sejumlah ormas, OKP lainnya.
Seperti diketahui Desa Paya Tumpi pernah terjadi musibah banjir bandang pada tanggal (12/05/2020) yang menyebabkan sejumlah rumah hanyut dan rusak berat, hal tersebut diakibatkan gunung di daerah kawasan itu sudah gundul.
Ketua Komunitas Gayo Peduli Kemanusiaan (KGPK) Ernawati yang juga Ketua Panitia pada kegiatan tersebut menjelaskan, untuk saat ini menanam 1000 pohon hanya ceremonial saja selanjutnya pihaknya akan terus menanam pohon di Bur Pepanyi-Gunung Ujen.
“Hari ini untuk ceremonial saja kita tanam 1000 pohon, setelah ini kami akan menanam kembali untuk hari-hari selanjutnya,” ujarnya.
Kepala Kampung Paya Tumpi Baru, Idrus Saputra mengatakan jika pihaknya sengaja menggagas kegiatan tersebut guna mencegah musibah banjir bandang dan tanah longsor serta berdampak baik untuk lingkungan sekitar lima tahun yang akan datang.
“Ini sengaja kita gagas, dengan adanya kegiatan penanaman pohon ini akan berdampak baik untuk lima tahun ke depan,” pungkas Idrus.
Bupati Aceh Tengah, Drs. Shabela Abubakar yang hadir dalam kegiatan tersebut ikut mengapresiasi aksi penanaman pohon dan berharap semangat reboisasi hutan tetap berlanjut dan tidak hanya sesaat.
“Semoga bukan hanya hari ini semangatnya, perawatannya juga perlu maka relawan kampung itu dibentuk untuk menjaga tanaman ini,” pungkas Shabela.
Reporter: Romadani









