Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nasional

Tenaga Kesehatan yang Meninggal karena Covid-19 Paling Banyak di Desember 2020

Admin1 by Admin1
03/01/2021
in Nasional
0

Jakarta – Data Tim Mitigasi Ikatan Dokter Indonesia atau IDI menunjukkan jumlah tenaga kesehatan yag meninggal karena Covid-19 paling banyak terjadi di Desember 2020. Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia atau PB IDI, Adib Khumaidi mengatakan jumlah tenaga kesehatan yang meninggal karena Covid-19 naik sampai lima kali lipat dibanding saat awal pandemi Covid-19.

Sejak pandemi Covid-19 merebak pada Maret hingga akhir Desember 2020, tercatat 504 tenaga kesehatan meninggal akibat Covid-19. Dari jumlah itu, 252 di antaranya adalah dokter, 171 perawat, 64 bidan, 7 apoteker, dan 10 tenaga laboratorium medik. Rincian dari 252 dokter adalah 15 dokter gigi, 101 dokter umum (empat guru besar), 131 dokter spesialis (termasuk tujuh guru besar), serta 5 residen.

“Kematian tenaga medis dan kesehatan di Indonesia tercatat paling tinggi di Asia dan 5 besar di seluruh dunia,” kata Adib Khumaidi. Pada Desember 2020, tercatat 52 dokter meninggal akibat Covid-19.

Kenaikan jumlah tenaga kesehatan yang meninggal karena Covid-19, menurut Adib, merupakan akumulasi peningkatan aktivitas dan mobilitas yang terjadi belakangan ini seperti libur, pilkada, dan aktivitas berkumpul bersama teman dan keluarga yang tidak serumah.

Perlindungan untuk tenaga kesehatan, Adib melanjutkan, mutlak diperlukan karena masih ada kelompok masyarakat yang mengabaikan protokol kesehatan. Padahal, garda terdepan dalam menangani pandemi Covid-19 ini adalah masyarakat itu sendiri dengan menerapkan protokol kesehatan standar, yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak (3M).

Dalam situasi masyarakat yang mengabaikan protokol kesehatan, menurut Adib, tenaga medis dan tenaga kesehatan menjadi garda terdepan sekaligus benteng terakhir. Tak cukup dengan kesadaran masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan, Adib berharap pemerintah dan pengelola fasilitas kesehatan memperhatikan ketersediaan alat pelindung diri atau APD bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan, serta juga memberikan tes rutin untuk mengetahui kondisi kesehatan mereka.

Mengenai vaksinasi Covid-19, Adib mengatakan itu adalah upaya pencegahan atau preventif. “Meski sudah ada vaksin dan sudah melakukan vaksinasi, kami mengimbau masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan dengan ketat karena risiko penularan saat ini berada pada titik tertinggi yakni rasio positif Covid-19 pada angka 29,4 persen,” kata Adib.

Sumber: Tempo

Previous Post

Aroma Partai dan Cerita Mahar KPI Aceh

Next Post

Jack Ma Menghilang Setelah Kritik Pemerintah Cina

Next Post

Jack Ma Menghilang Setelah Kritik Pemerintah Cina

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Iran Tetapkan 7 Syarat kepada AS untuk Buka Selat Hormuz

Iran Tetapkan 7 Syarat kepada AS untuk Buka Selat Hormuz

20/09/2026
TANI Merdeka Indonesia Abdya Apresiasi Kepemimpinan Safaruddin – Zaman Akli atas Capaian Hasil Panen Petani yang Melimpah

TANI Merdeka Indonesia Abdya Apresiasi Kepemimpinan Safaruddin – Zaman Akli atas Capaian Hasil Panen Petani yang Melimpah

19/09/2026
PKB Pidie Jaya Pasang Target Agresif: Satu Dapil Satu Kursi

PKB Pidie Jaya Pasang Target Agresif: Satu Dapil Satu Kursi

19/09/2026
Produktivitas Padi Abdya Tembus 10,2 Ton per Hektare, Bukti Keberhasilan Penyuluh dan Petani

Produktivitas Padi Abdya Tembus 10,2 Ton per Hektare, Bukti Keberhasilan Penyuluh dan Petani

19/09/2026
Krak, Aceh dan Sumsel Sabet Juara MTQ Nasional 2026 di Jawa Tengah

Krak, Aceh dan Sumsel Sabet Juara MTQ Nasional 2026 di Jawa Tengah

19/09/2026

Terpopuler

Produktivitas Padi Abdya Tembus 10,2 Ton per Hektare, Bukti Keberhasilan Penyuluh dan Petani

Produktivitas Padi Abdya Tembus 10,2 Ton per Hektare, Bukti Keberhasilan Penyuluh dan Petani

19/09/2026

Tenaga Kesehatan yang Meninggal karena Covid-19 Paling Banyak di Desember 2020

PKB Pidie Jaya Pasang Target Agresif: Satu Dapil Satu Kursi

Luar Biasa! Hasil Panen di Blangpidie Capai 8,7 Ton per Hektare, Rekor Tertinggi Selama 6 Tahun

TANI Merdeka Indonesia Abdya Apresiasi Kepemimpinan Safaruddin – Zaman Akli atas Capaian Hasil Panen Petani yang Melimpah

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com