SIGLI – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Aceh menyalurkan bantuan masa panik ke korban banjir di Delima dan Pidie, kabupaten Pidie.
Rombongan PA Pidie mengunjungi kemukiman Beuah Kecamatan Delima dan Gampong Tibang Kec. Pipie yang menjadi titik fokus masyarakat korban banjir sementara di Mesjid Al Fuqarah kemukiman Beuah.
Pantauan atjehwatch.com, di sini masyarakat mendirikan posko dapur umum bagi warga musibah banjir.
Menurut laporan Elidawati, anggota DPRK Pidie Fraksi PA Dapil setempat mengatakan bahwa banjir melanda kecamatan Delima, Pidie, Padang Tiji dan Mila.
“Saya melaporkan kondisi ini kepada pimpinan Partai Aceh dan KPA Pidie, InsyaALLAH dengan gerak cepat Pimpinan PA, KPA beserta rombongan langsung mengunjungi masyarakat Korban Banjir di kemukiman Beuah Kecamatan Delima dan gampong Tibang kecamatan Pidie,” ujarnya.
Bantuan masa panik ini diterima oleh tokoh masyarakat Beuah, Geuchik Zainuddin dan Geuchik Tibang Tgk.M.Hasan.
Hadir dalam rombongan DPW Partai ACEH Pidie ini adalah Ketua DPW PA Pidie H.Sarjani Abdullah, Ketua KPA wilayah Pidie Bakhtiar Madon, Ketua DPRK Pidie Mahfuddin Ismail, Ketua Fraksi PA muhammad Ibrahim, dan anggota Fraksi PA Elidawati, Ibrahim CiA, Muhammad, S.Pd.I, Antaruddin serta para pengurus dan anggota Relawan Muda Partai Aceh (RMPA) Pidie.
Ketua DPW PA Pidie H. Sarjani Abdullah mengatakan pihaknya sangat prihatin atas musibah tersebut.
“Karenanya kami hadir mengunjungi masyarakat korban banjir hari ini di Delima dan kecamatan Pidie adalah sebagai bentuk perhatian dan kepeduliaan kepada korban banjir, Partai Aceh tetap memberikan kepedulian atas setiap musibah yang di hadapi oleh masyarakat. Dari dulu memang kami komit membantu setiap warga yang terkena musibah. Saya ingat sekali ketika terjadi banjir yang parah sekali seperti banjir bandang di Tangse yang kerap kali terjadi,” katanya.
Sedangkan Ketua KPA Wilayah Pidie Bahtiar Abdullah (Madon) mengatakan KPA komit dan tetap menjadi garis terdepan dalam setiap musibah masyarakat.
“Bahwa kondisi banjir seperti ini acap kali terjadi setiap tahun di Kabupaten Pidie dan sudah menjadi langganan kita sebagai masyarakat Pidie khususnya yang berada dipinggir Daerah Aliran Sungai (DAS). Harapan kami sebagai bagian dari rakyat pidie kepada pemkab pidie lebih untuk memprioritaskan memperbaiki setiap pintu air yang berada di setiap bendungan dan melakukan normalisasi sungai supaya musibah banjir bisa diatasi, apalagi sekarang menjelang musim tanam banyak persawahan yang rusak akibat banjir sehingga masyarakat selalu dalam keadaan menanggung resiko setiap terjadi banjir.”
Kemudian Ketua DPRK Pidie menyebutkan bahwa penanggulangan bencana dan pengurangan risiko bencana merupakan tanggung jawab semua pihak. Oleh karena itu, kerja sama antara pemerintah dan pihak non- pemerintah merupakan hal penting dalam upaya pengurangan risiko bencana.
“Karenanya kami terus mengajak masyarakat untuk terus menjaga lingkungan agar kita terbebas dari bencana Alam. Apalagi Kabupaten Pidie adalah kabupaten yang sangat rentan dengan bencana alam terutama banjir,” kata dia. []










