Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

YARA Pertanyakan Peran Polres Lhokseumawe dalam Pembongkaran Keramba Waduk Pusong: Dugaan Intimidasi Menguat

redaksi by redaksi
03/04/2026
in Lintas Timur
0
YARA Pertanyakan Peran Polres Lhokseumawe dalam Pembongkaran Keramba Waduk Pusong: Dugaan Intimidasi Menguat

Lhokseumawe – Polemik pembongkaran keramba milik warga di Waduk Pusong kian memanas. Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) secara terbuka mempertanyakan posisi dan peran Polres Lhokseumawe dalam operasi penertiban yang dinilai sarat tekanan terhadap masyarakat kecil.

Pembongkaran keramba berlangsung pada Minggu, 29 Maret 2026, saat satu unit excavator amphibi diturunkan ke area waduk untuk membersihkan kawasan yang disebut mengalami pendangkalan pascabanjir 2025.

Kegiatan tersebut dikawal aparat kepolisian dan langsung memicu protes warga.

Ketua Tim Satgas Petro Dollar YARA, Nisa Ulfitri, menjadi pihak yang paling vokal. Ia mengungkap dugaan kuat adanya intimidasi psikologis terhadap petani keramba selama proses berlangsung.

“Fakta di lapangan menunjukkan adanya tekanan. Personel berpakaian preman ditempatkan di sekitar lokasi. Ini berpotensi menciptakan rasa takut di tengah masyarakat,” tegas Nisa.

Insiden terjadi di Waduk Pusong, Kota Lhokseumawe, Aceh, pada akhir Maret 2026, namun dampaknya masih dirasakan warga hingga kini.

YARA menilai kehadiran aparat tidak sekadar menjalankan fungsi pengamanan, melainkan terindikasi menjadi bagian dari tekanan terselubung. Sorotan juga mengarah pada unggahan akun TikTok @aburajes66jr yang diduga terkait personel Intelkam Polres Lhokseumawe.

Unggahan tersebut berisi imbauan relokasi keramba dengan alasan pengerukan reservoir. Namun, menurut YARA, cara penyampaian yang dibarengi kehadiran aparat tanpa identitas justru memperkuat dugaan intimidasi.

“Kalau ini hanya imbauan, kenapa harus disertai aparat berpakaian sipil? Ini bukan sekadar sosialisasi, ini intimidasi yang dibungkus rapi,” ujar Nisa lugas.

Pembongkaran keramba disebut menghantam langsung sumber penghidupan warga yang telah bergantung pada usaha tersebut selama puluhan tahun. Sejumlah petani juga mengaku mengalami tekanan lanjutan, termasuk pemanggilan oleh pihak kepolisian dalam perkara yang dinilai tidak relevan.

YARA menegaskan tengah menyiapkan langkah hukum terkait menelusuri dugaan penyalahgunaan kewenangan serta kemungkinan keterlibatan aparat dalam tindakan yang merugikan masyarakat.

“Dalam konflik sosial, aparat seharusnya menjadi pelindung, bukan justru terkesan mengamankan kebijakan yang merugikan rakyat. Ini yang kami pertanyakan, Polres Lhokseumawe berdiri di mana?” kata Nisa.

YARA memastikan akan melaporkan temuan tersebut secara resmi jika ditemukan unsur pelanggaran hukum. “Kalau ada intimidasi dan pembiaran perusakan, ini bukan lagi soal administrasi. Ini ranah hukum,” pungkasnya.

Previous Post

Jalan Putus, Harga Sembako Naik, Warga Gayo Lues: Kami Seperti Dilupakan

Next Post

Bupati Sibral Salurkan Jadup untuk 15.377 Jiwa Warga Pidie Jaya

Next Post
Bupati Sibral Salurkan Jadup untuk 15.377 Jiwa Warga Pidie Jaya

Bupati Sibral Salurkan Jadup untuk 15.377 Jiwa Warga Pidie Jaya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Hampir Setahun Pascabanjir, DAS Reuseh Teungoeh Dibiarkan Mengancam Warga

Hampir Setahun Pascabanjir, DAS Reuseh Teungoeh Dibiarkan Mengancam Warga

25/08/2026
Pemko Banda Aceh Gandeng Seoul Hadirkan Perpustakaan Luar Ruangan

Pemko Banda Aceh Gandeng Seoul Hadirkan Perpustakaan Luar Ruangan

25/08/2026
Warga Samadua Tolak Rekomendasi DPRK Aceh Selatan, Dinilai Berikan Karpet Merah untuk Perusahaan Tambang

Warga Samadua Tolak Rekomendasi DPRK Aceh Selatan, Dinilai Berikan Karpet Merah untuk Perusahaan Tambang

25/08/2026
Jalan Zaman Belanda di Alue Peunawa Mulai Diaspal Masa Bupati Dr. Safaruddin

Jalan Zaman Belanda di Alue Peunawa Mulai Diaspal Masa Bupati Dr. Safaruddin

25/08/2026
SMAN 1 Jaya Serahkan Donasi Bencana Gempa NTT

SMAN 1 Jaya Serahkan Donasi Bencana Gempa NTT

25/08/2026

Terpopuler

Vokalis Seuramoë Reggae Teuku Andie Meninggal Dunia

Vokalis Seuramoë Reggae Teuku Andie Meninggal Dunia

24/08/2026

YARA Pertanyakan Peran Polres Lhokseumawe dalam Pembongkaran Keramba Waduk Pusong: Dugaan Intimidasi Menguat

Polda Aceh Bidik Calon Tersangka Korupsi Pengadaan Bebek Petelur

Presiden atau Gubernur Yang Berhentikan Sekda?

Jalan Zaman Belanda di Alue Peunawa Mulai Diaspal Masa Bupati Dr. Safaruddin

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com