BANDA ACEH – Komunitas Desember Kopi Gayo atas dukungan Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh kembali menghadirkan ruang perjumpaan sastra dan budaya melalui kegiatan “PUITIKA Kopi di Kedai Kopi” yang akan digelar di Kedai Kopi Cut Ayah, Banda Aceh, Jumat malam (10/7/2026).
Kegiatan ini mempertemukan penyair, akademisi, tokoh publik, birokrat, seniman, dan pecinta sastra dalam sebuah perayaan puisi yang menjadikan kopi sebagai medium refleksi, dialog, dan kebudayaan Aceh.
Acara akan dibuka oleh Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, yang juga dijadwalkan membacakan puisi bertema kopi. Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, turut diundang dan akan tampil membacakan puisi bersama sejumlah tokoh publik lainnya.
Panitia juga mengundang Rektor Universitas Syiah Kuala, Prof. Dr. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A., Rektor ISBI Aceh, Rektor UIN Ar-Raniry, serta Rektor Universitas Teuku Umar untuk ambil bagian dalam pembacaan puisi. Selain itu hadir pula Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh, Asisten II Sekda Aceh T. Robby Irza, Prof. Yusny Saby, Ph.D., Reza Idria, Ph.D., serta sejumlah tokoh masyarakat dan budayawan Aceh.
Ketua pelaksana, Fikar W. Eda, mengatakan kegiatan ini merupakan upaya memperkuat ruang apresiasi sastra sekaligus merawat tradisi ngopi yang telah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Aceh.
“PUITIKA Kopi di Kedai Kopi kami hadirkan sebagai ruang temu antara puisi, kopi, dan percakapan kebudayaan. Di Aceh, kopi bukan sekadar minuman, tetapi bagian dari identitas, ruang silaturahmi, dan tempat lahirnya berbagai gagasan. Karena itu kami ingin menghadirkan sastra di tengah suasana kedai kopi yang akrab dengan kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Fikar, kehadiran para rektor, kepala daerah, pejabat pemerintah, dan tokoh masyarakat menunjukkan bahwa sastra mampu menjadi jembatan yang mempertemukan berbagai kalangan dalam suasana yang hangat dan setara.
Selain pembacaan puisi oleh para tokoh publik, panggung PUITIKA juga akan menampilkan pembacaan puisi oleh para penyair, yakni Fikar W. Eda, Devie Matahari, Herman RN, Wina SW, dan Zulfikar Kirbi.
Acara turut dimeriahkan monolog oleh Fozan Santa, musikalisasi puisi oleh Rahmad Sanjaya bersama Komunitas Musikalisasi Puisi Aceh, serta penampilan musik khas The Krak bersama Sarjev The Krak.
Sehari sebelum pelaksanaan kegiatan, Kamis (9/7/2026), tim PUITIKA yang terdiri atas Fikar W. Eda, Devie Matahari, Wina SW, dan Herman RN bersilaturahmi ke Rektor Universitas Syiah Kuala untuk menyampaikan undangan secara langsung.
Dalam kesempatan itu, Prof. Mirza Tabrani menerima tim dengan hangat serta menjamu mereka dengan Kopi Gayo yang berasal dari kebun kopi milik Universitas Syiah Kuala di Bener Meriah.
Sebagai bentuk apresiasi, Fikar W. Eda juga menyerahkan buku antologi “Puisi Kopi 1550 MDPL”, yang menghimpun ratusan puisi bertema kopi karya lebih dari 200 penyair Indonesia.
Kegiatan PUITIKA Kopi di Kedai Kopi diselenggarakan oleh Komunitas Desember Kopi Gayo dengan dukungan Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem sastra dan kebudayaan di Aceh melalui tradisi kopi.










