Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

Panen Perdana Bawang Merah di Lahan Pascabanjir, BI dan Pemkab Pidie Jaya Siapkan Model Pemulihan Ekonomi Berbasis Pertanian

redaksi by redaksi
07/07/2026
in Lintas Timur
0
Panen Perdana Bawang Merah di Lahan Pascabanjir, BI dan Pemkab Pidie Jaya Siapkan Model Pemulihan Ekonomi Berbasis Pertanian

MEUREUDU – Hamparan sawah yang beberapa waktu lalu tertimbun material banjir hidrometeorologi di Kabupaten Pidie Jaya kini mulai kembali menghasilkan. Di tengah masih panjangnya proses pemulihan lahan pertanian pascabencana, Bank Indonesia (BI) bersama Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya mengembangkan budidaya bawang merah sebagai proyek percontohan (pilot project) untuk menghidupkan kembali ekonomi petani.

Namun, pertanyaan besarnya, apakah keberhasilan panen perdana ini mampu menjadi solusi bagi ribuan hektare lahan pertanian yang terdampak banjir, atau masih sebatas uji coba berskala kecil?

Sekretaris Daerah Pidie Jaya, Munawar Ibrahim, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari pembinaan Bank Indonesia dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus pengendalian inflasi daerah.

Menurutnya, lokasi yang dijadikan percontohan merupakan kawasan dengan tingkat kerusakan cukup berat akibat banjir. Material yang terbawa arus menimbun lahan pertanian sehingga banyak sawah belum dapat kembali ditanami seperti biasa.

“Ini merupakan pembinaan dari Bank Indonesia dalam rangka ketahanan pangan dan pengendalian inflasi daerah. Lahan ini adalah sawah masyarakat yang terdampak cukup berat akibat banjir hidrometeorologi. Setelah proses pemulihan berlangsung, kami akan mereplikasi penanaman bawang merah dan tanaman palawija lainnya di lokasi-lokasi terdampak,” ujar Munawar, Selasa 7 Juli 2026.

Program tersebut dinilai sebagai upaya mencari pola pemanfaatan lahan yang lebih cepat dibanding menunggu proses rehabilitasi total yang membutuhkan biaya besar dan waktu tidak singkat.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Aceh, Agus Chusaini, menegaskan tujuan utama program bukan sekadar menghasilkan bawang merah, tetapi membangun model pemulihan ekonomi masyarakat berbasis pertanian.

“Kita ingin menggerakkan kembali perekonomian masyarakat di daerah terdampak bencana. Jangan sampai setelah bencana, aktivitas ekonomi berhenti. Potensi lahan yang masih bisa dimanfaatkan harus segera digerakkan,” katanya.

BI mengembangkan pilot project di lahan sekitar lima hektare yang tersebar di lima titik dengan tingkat kerusakan berbeda, mulai dari kategori ringan hingga berat. Dari seluruh lokasi tersebut, satu hektare berada di kawasan Tani Jaya.

Menurut Agus, selain bawang merah, BI juga sedang mengembangkan tanaman cabai dan jagung. Ketiga komoditas itu nantinya akan dievaluasi untuk mengetahui jenis tanaman yang paling layak dikembangkan di lahan pascabencana.

Hasil panen bawang merah juga disiapkan memiliki akses pasar. BI mengaku telah menjalin komunikasi dengan agregator di Banda Aceh agar hasil produksi petani dapat terserap ketika skala tanam semakin besar.

“Kalau produksinya sudah meningkat, kami akan membantu menghubungkan petani dengan agregator agar pemasaran tidak menjadi kendala,” ujarnya.

Meski demikian, luas pilot project tersebut masih relatif kecil dibanding kebutuhan pemulihan lahan pertanian pascabanjir di Pidie Jaya. Keberhasilan program akan sangat ditentukan oleh keberlanjutan pendampingan, ketersediaan anggaran, serta kemampuan memperluas cakupan ke lahan-lahan terdampak lainnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Pidie Jaya, Muhammad Nur, menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia atas dukungan yang diberikan kepada petani.

Menurutnya, kolaborasi lintas lembaga menjadi langkah penting untuk mempercepat pemulihan sektor pertanian sekaligus mengembalikan produktivitas lahan yang sempat lumpuh akibat banjir.

Ke depan, tantangan pemerintah tidak hanya memastikan pilot project berhasil, tetapi juga membuktikan bahwa model ini dapat direplikasi secara luas sehingga benar-benar mampu mempercepat pemulihan ekonomi petani dan memperkuat ketahanan pangan Kabupaten Pidie Jaya.[Mul]

Previous Post

Kebakaran Landa Sinabang, Satu Losmen dan Rumah Warga Ludes ‘Dilalap’ Sijago Merah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Panen Perdana Bawang Merah di Lahan Pascabanjir, BI dan Pemkab Pidie Jaya Siapkan Model Pemulihan Ekonomi Berbasis Pertanian

Panen Perdana Bawang Merah di Lahan Pascabanjir, BI dan Pemkab Pidie Jaya Siapkan Model Pemulihan Ekonomi Berbasis Pertanian

07/07/2026
Kebakaran Landa Sinabang, Satu Losmen dan Rumah Warga Ludes ‘Dilalap’ Sijago Merah

Kebakaran Landa Sinabang, Satu Losmen dan Rumah Warga Ludes ‘Dilalap’ Sijago Merah

07/07/2026
BPMA Investigasi Sumur Minyak Meledak di Kabupaten Aceh Timur

Sumber Ledakan Sumur Minyak di Aceh Timur Diduga dari Mesin Pompa

07/07/2026
Jaksa Dakwa Geuchiek di Aceh Utara Rugikan Negara Rp629,7 Juta

Jaksa Dakwa Geuchiek di Aceh Utara Rugikan Negara Rp629,7 Juta

07/07/2026
Kakanwil Kemenag Aceh Serahkan Ijop Dayah Sirajul Munir Al Aziziyyah Sabang

Kakanwil Kemenag Aceh Serahkan Ijop Dayah Sirajul Munir Al Aziziyyah Sabang

07/07/2026

Terpopuler

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Komisaris PIM Awasi Distribusi Pupuk Bersubsidi di Pidie Jaya

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Komisaris PIM Awasi Distribusi Pupuk Bersubsidi di Pidie Jaya

06/07/2026

Panen Perdana Bawang Merah di Lahan Pascabanjir, BI dan Pemkab Pidie Jaya Siapkan Model Pemulihan Ekonomi Berbasis Pertanian

STAI Nusantara Buka Magister Studi Islam, Dr. Safwan: Saatnya Manuskrip Ulama Aceh Menjadi Rujukan Ilmu Pengetahuan Modern

Nasir Syamaun Dipastikan Hadir di Jazz Fusion Fiesta, Sinyal Kuat Kebangkitan Jazz Tanah Rencong

Fantastis, 21 Siswa SMAN 1 Tapaktuan Terpilih Anggota Paskibra Aceh Selatan

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com