MEUEREUDU – Di tengah besarnya tantangan menjaga produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan nasional, Komisaris PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), Zulmahdi Hasan, turun langsung ke Kabupaten Pidie Jaya untuk memastikan distribusi pupuk bersubsidi berjalan sesuai aturan dan benar-benar diterima oleh petani yang berhak.
Kunjungan tersebut menjadi sinyal bahwa pengawasan distribusi pupuk tidak hanya dilakukan di tingkat administratif, tetapi juga melalui pemantauan langsung di lapangan. Zulmahdi didampingi Manager Penjualan Wilayah Aceh PT Pupuk Indonesia, T. Putra Lazuardi, Drs. Muhammad dari PUD CV Ingat Tani, serta Mufarrah Muhammad dari PUD CV Putra Jaya Tani Mandiri.
Dalam monitoring itu, rombongan meninjau kesiapan stok pupuk di jalur distribusi, mulai dari penyalur resmi hingga kios pengecer. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak terjadi hambatan pasokan maupun penyimpangan distribusi yang berpotensi merugikan petani.
Menurut Zulmahdi Hasan, Pidie Jaya merupakan salah satu daerah pertanian yang memiliki peran penting dalam mendukung produksi pangan di Aceh. Karena itu, ketersediaan pupuk bersubsidi harus tetap terjaga, terlebih daerah tersebut masih berupaya memulihkan perekonomian masyarakat pascabencana banjir.
“Monitoring ini merupakan bentuk perhatian kami agar pupuk bersubsidi benar-benar tersalurkan sesuai peruntukannya, mulai dari PUD, kios resmi hingga diterima oleh petani. Jangan sampai ada petani yang kehilangan haknya karena persoalan distribusi,” tegas Zulmahdi.
Ia menilai distribusi pupuk yang tepat sasaran merupakan salah satu faktor utama dalam menjaga produktivitas lahan pertanian. Gangguan distribusi, keterlambatan pasokan, maupun penyalahgunaan pupuk bersubsidi dapat berdampak langsung terhadap hasil panen dan pendapatan petani.
“Sebagai putra Aceh, saya memiliki tanggung jawab moral untuk terus memperjuangkan kepentingan petani. Pupuk bersubsidi harus hadir sebagai instrumen negara dalam meningkatkan kesejahteraan petani, bukan menjadi komoditas yang sulit diakses oleh mereka yang berhak,” ujarnya.
Zulmahdi menambahkan, pengawasan distribusi pupuk juga merupakan bagian dari dukungan PT Pupuk Iskandar Muda dan PT Pupuk Indonesia terhadap program swasembada pangan dan ketahanan pangan nasional yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Monitoring ini kami lakukan untuk memastikan stok pupuk tersedia di tingkat kios dan benar-benar diterima petani sesuai ketentuan. Dengan distribusi yang lancar dan tepat sasaran, produktivitas pertanian dapat meningkat sehingga mampu mendukung target ketahanan pangan nasional,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari distributor, kios resmi, pemerintah daerah hingga kelompok tani, untuk bersama-sama menjaga transparansi dan akuntabilitas penyaluran pupuk bersubsidi agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh petani di Pidie Jaya.[Mul]









