BANDA ACEH – Pengamat Kebijakan Publik Aceh Dr Nasrul Zaman menilai pembukaan seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPT), menunjukan Pemerintah Aceh kurang peka dengan situasi yang sedang terpuruk akibat krisis kesehatan yang melanda secara nasional.
Selain itu–kata Nasrul Zaman–Pemerintah Aceh juga baru saja mengumumkan akan melakukan seleksi bagi ASN untuk dipilih mengisi belasan jabatan kadis yang kosong.
“Ini menjadi tidak efektif, karena jabatan Gubernur Nova Iriansyah hanya tinggal 1.5 tahun lagi. Tidak efektif dan berdaya guna karena butuh waktu, bahkan setelah menjabat pun butuh waktu penyesuaian,” kata Nasrul Zaman di Banda Aceh, Kamis (28/1/2021).
Nasrul Zaman memberi saran, sebaiknya Gubernur Aceh memilih dari hasil seleksi sebelumnya saja atau cukup menggunakan rapid assesment yang cepat dan akurat.
“Saya khawatir kalau seleksi berjalan hanya menjadi bagian syahwat kekuasaan untuk menunjukkan kewenangan seorang Gubernur, padahal sebenarnya Gubernur jauh lebih baik membaca RPJMA dan melihat apa yang sudah dicapai dan mana yg belum dicapai, karena semua itu adalah janji-janji politik untuk diselesaikan pada rakyat,” demikian Nasrul.[]









