BLANGPIDIE – Lebih Kurang Seratus Pemuda Pecinta Tauhid Tasawuf mengikuti Pendidikan dan Latihan Pengkaderan yang tersebar diseluruh Kabupaten Aceh Barat Daya.
Kegiatan pengkaderan tersebut dilaksanakan selama dua hari terhitung dari tanggal 08 sampai dengan tanggal 09 Febuari 2021, digelar di kompleks Posko Tauhid Irfani Jalan Bukit Hijau Gampong Keude Paya Blangpidie, Senin (08/02/2021).
Ketua Umum Pemuda Pencinta Tauhid Tasawuf Abdya Adami. Us, SP dalam sambutannya mengatakan bahwa, pentingnya sebuah perkaderan bagi generasi muda Islam guna untuk menanbah semangat gerakan Islam itu sendiri.
“Tujuan perkaderan ini untuk melahirkan generasi muda Islam yang memiliki atau mengamalkan nilai-nilai akhlak yang mulia, gaul yang baik dan berkasih sayang sebagaimana ajaran katauhidan dan ketasawufan,” kata Adami.
Sementara itu, pendiri Majelis Pengkajian Tauhid Tasaawuf Abuya Syekh H. Amran Waly al-Khalidy dalam pidato sekaligus pembukaan menyampaikan, guna pelatihan tesebut adalah untuk memperbagus dan membiasakan kader dalam melaksanakan tugas yang akan dipercayakan.
“Kader adalah satu kelompok untuk membantu dan mempertahankan ajaran Tasawuf dan Kesufian, sebagaimana diketahui bahwa Tasawuf dan Kesufian untuk memperbagus dalam mengamalkan hukum syara’ agar pengamalan ini ikhlas, baik berupa perintah maupun larangan, tidak dicampuri oleh hawa, keinginan kepada selain Allah, baik dirinya dan lain diri atau makhluk. Maka bagi kita wajib belajar Tasawuf agar amalan kita jangan sampai sia-Sia,” ungkap Abuya Amran.
Selain itu, lanjut pendiri MPTT tersebut. Keshufian ialah untuk mentahqiqkan keimanan atau akhidah kita agar beriman sampai kepada haqqul yakin, tidak dicampuri wujud selain Allah didalam bathin kita untuk dapat
berma’rifat tauhid haqiqi atau tauhid zati, terlepas dari kenifaqan atau keraguan dan kesyirikan. Tidak terlihat didalam bathin kita yang melakukan pada alam ini, kehebatan, keagungan selain Allah termasuk diri kita.
Abuya Syekh H. Amran Waly al-Khalidy mengaku, sangat perlu ajaran Tasawuf dan Kesufian dewasa ini dan sebelumnya. Karena kehidupan dalam melakukan apa yang mereka lakukan, baik beragama, berbangsa dan bernegara tidak dengan dasar mencintai Allah Tuhan yang Maha Esa dan mempedomani manusia yang adil dan beradab untuk mendapatkan kesatuan dan persatuan dalam bernegara.
“Ulama-ulama yang mendakwahkan sebagai pewaris nabi tidak lagi merasa takut kepada Allah dan berma’rifat kepadaNya. Begitu juga pejabat dan pemerintah tidak dapat lagi melayani masyarakat dengan baik, berusaha untuk mendapatkan kedamaian, keadilan dan kesejahtraan di negara yang kita cintai ini,” terang ulama karismatik itu.
Di hadapan ratusan peserta pelatihan, Abuya Amran Waly mengingatkan, agar para pesrta betul-betul mengikuti dan menjalankan amanah tersebut.
“Bagi anda sebagai canlon kader dan kader bersyukurlah, sebab anda telah dapat melaksanakan tugas-tugas yang mulia yang dipercayakan dan anda mendapat do’a dari ulama-ulama pewaris nabi dan wali-wali Allah penggagas ajaran Tasawuf dan Kesufian ini,” pungkasnya.
Ikut hadir dalam pembukaan acara tersebut Ketua Umum MPTT Nusantara, Abi Sahal Tastari Wali. Gubernur dan para Wali Nanggroe MPTT-I Abdya.
Reporter: Rusman








