Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional Teknologi

Ilmuwan Ungkap Penyebab Lubang Besar Muncul di Siberia

Admin1 by Admin1
19/02/2021
in Teknologi
0

Jakarta – Ilmuwan dilaporkan berhasil mengungkap penyebab munculnya lubang besar di kawasan tundra Siberia. Ilmuwan menduga lubang itu muncul akibat dari dampak perubahan iklim.

Sebuah lubang berukuran cukup besar dan dalam muncul setelah ledakan besar di kawasan tunda Siberia pada tahun 2020. Ledakan yang mengandung gas metana itu sampai menghempaskan es dan batu hingga ratusan kaki.

Melansir CNN, para ilmuwan menggunakan fotografi drone, pemodelan 3D, dan kecerdasan buatan untuk mengungkap penyebab peristiwa itu.

“Kawah baru terawat dengan baik, karena air permukaan belum terakumulasi di kawah saat kami mensurveinya, yang memungkinkan kami mempelajari kawah ‘segar’, tidak tersentuh oleh degradasi,” kata Evgeny Chuvilin, ilmuwan di Pusat Pemulihan Hidrokarbon Institut Sains dan Teknologi Skolkovo, Moskow, Rusia.

Chuvilin mengaku baru pertama kali menerbangkan drone ke dalam lubang itu hingga kedalaman 10 hingga 15 meter. Chuvilin adalah bagian dari tim ilmuwan Rusia yang mengunjungi kawah itu pada Agustus 2020.

Berdasarkan data, itu adalah lubang ke-17 yang muncul di semenanjung Yamal dan Gyda, Kutub Utara Rusia sejak lubang pertama terlihat pada 2013. Lubang misterius itu telah membuat bingung para peneliti sejak kemunculannya.

Dalam prosesnya, Chuvilin dkk berhasil membangun model 3D dari lubang itu setelah mengambil 80 gambar lubang dengan menggunakan drone. Chuvilin menyebut lubang itu memiliki kedalaman hingga 30 m.

Igor Bogoyavlensky, ilmuwan Institut Riset Minyak dan Gas Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia yang mengendalikan drone mengaku sampai harus berbaring di tepi kawah dan menjuntai lengannya ke tepi untuk mengontrol drone.

“Tiga kali kami nyaris kehilangan (drone), tapi berhasil mendapatkan data untuk model 3D,” katanya.

Dalam studi yang diterbitkan di jurnal Geosciences, pemodelan 3D menunjukkan adanya gua di bagian bawah lubang. Pemodelan itu pun mengkonfirmasi hipotesis para ilmuwan selama ini bahwa gas metana terbentuk di rongga es, menyebabkan gundukan muncul di permukaan tanah.

Gundukan kemudian bertambah besar hingga menghempaskan es dan puing-puing lainnya dalam ledakan dan meninggalkan lubang besar.

Meski demikian, para ilmuwan mengaku masih belum mengetahui sumber metana. Saat ini, mereka menduga metana bisa berasal dari lapisan dalam di dalam Bumi atau lebih dekat ke permukaan atau kombinasi keduanya, yang disebut permafrost.

Permafrost adalah reservoir alami metana yang sangat besar, gas rumah kaca yang kuat, jauh lebih efektif daripada karbon dioksida dalam memerangkap panas dan menghangatkan planet.

Musim panas yang lebih hangat di Kutub Utara (memanas dua kali lebih cepat dari rata-rata global) telah melemahkan lapisan permafrost, yang berfungsi sebagai penutup, sehingga memudahkan gas untuk keluar.

Beberapa ahli memperkirakan bahwa tanah di wilayah permafrost menyimpan karbon dua kali lebih banyak daripada atmosfer, menjadikan wilayah tersebut sangat penting dalam perang melawan perubahan iklim.

“Perubahan iklim, tentu saja, berdampak pada kemungkinan munculnya ledakan gas di permafrost,” kata Chuvilin.

Sejauh ini, bari 17 kawah yang telah didokumentasikan. ilmuwan belum mengetahui secara pasti berapa jumlahnya secara total atau kapan ledakan berikutnya terjadi. Para ilmuwan belum memiliki alat yang baik untuk mendeteksi dan memetakan wilayah emisi gas.

Sumber: CNNIndonesia

Tags: lubang hitam
Previous Post

KKP Turunkan Tim Survei untuk Shirmp Estate di Aceh Timur

Next Post

Hujan Salju Kembali Turun di Arab Saudi

Next Post

Hujan Salju Kembali Turun di Arab Saudi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Mubes VI IKAKUM USK Teguhkan Peran Alumni dalam Mengawal Hukum dan Kekhususan Aceh

Mubes VI IKAKUM USK Teguhkan Peran Alumni dalam Mengawal Hukum dan Kekhususan Aceh

24/10/2026
Musda KPPI Aceh Tetapkan Lima Presidium, Perempuan Bidik 30 Persen Lebih Kursi Parlemen

Musda KPPI Aceh Tetapkan Lima Presidium, Perempuan Bidik 30 Persen Lebih Kursi Parlemen

24/10/2026
Bupati TRK Apresiasi Pengungkapan 1,2 Ton Narkoba di Aceh

Bupati TRK Apresiasi Pengungkapan 1,2 Ton Narkoba di Aceh

24/10/2026
Dr. Irpannusir Isi Materi “Politik Kebangsaan” di Arena BAM PWPM Aceh

Dr. Irpannusir Isi Materi “Politik Kebangsaan” di Arena BAM PWPM Aceh

24/10/2026
Duel Panas Final PB 2M Cup-II Pidie Jaya, Bos Nawi hingga Lukman S Berebut Gelar

Duel Panas Final PB 2M Cup-II Pidie Jaya, Bos Nawi hingga Lukman S Berebut Gelar

24/10/2026

Terpopuler

Bongkar Lab Sabu di Pidie, Polisi Sita 1,2 Ton Narkotika Senilai Rp2,16 Triliun

Bongkar Lab Sabu di Pidie, Polisi Sita 1,2 Ton Narkotika Senilai Rp2,16 Triliun

23/10/2026

Polres Abdya Berduka, Kabag Log Kompol Basridar Pergi untuk Selamanya

Penulis Gayo Ekspresikan Optimisme Hadapi Bencana Lewat Buku Puisi Dua Bahasa

Ini kata Kepsek Lakukan Penebangan Pohon di SMAN 1 Simpang Ulim

Kompol Usman Masuk Batalyon A Pelopor Brimob Polda Aceh Kompol Siswandi ke Batalyon C

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com