Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Walikota Aminullah Dinilai ‘Teumeureuka’ dengan Indatu

Admin1 by Admin1
24/02/2021
in Nanggroe
0

BANDA ACEH – Kebijakan Walikota Banda Aceh Aminullah yang mendorong kementerian Pekerjaan Umum untuk melanjutkan proyek IPAL di Gampong Pande dinilai bentuk sikap durhaka terhadap para leluhur atau indatu.

Kebijakan tersebut dinilai sangat tak etis. Dimana, proyek pengelolaan limbah dibangun di atas makam leluhur yang menjadi pusat awal peradaban di Banda Aceh.

“Nyan biet teumeureuka dengan indatu. Makam indatu ta ubah keu lokasi pembuangan tinja,” tulis Muhammad Ramli, seorang netizen asal Banda Aceh di akun Facebook miliknya, Rabu 24 Februari 2021.

“Kiban perasaan indatu geutanyoe, kuburan dijadikan lokasi pengelolaan limbah,” tulis Ramadanur, warga Punge Blang Cut, di akun Facebook miliknya.

Sebelumnya diberitakan, Walikota Banda Aceh Aminullah Usman mendukung penuh agar proyek pembangunan Instalansi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) di Gampong Pande, Kota Banda Aceh, dilanjutkan.

Aminullah beralasan, makam dan kerangka manusia yang ditemukan di Gampong Pande bukanlah makam raja dan keluarga raja.

Hal ini disampaikan Aminullah dalam suratnya yang ditunjukan pada Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia dengan nomor 660/0253 tertanggal 16 Februari 2021.

“Menurut ilmu arkeologi, nisan-nisan kuno dan kerangka manusia yang ditemukan di lokasi IPAL dan jaringan air limbah Kota Banda Aceh itu merupakan situs arkeologi (warisan budaya). Namun tidak berupa makan raja dan keluarga raja pada masa kesultanan Aceh,melainkan bagian dari pemakaman masyarakat umum (sesuai dengan surat Direktur Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Repulik Indonesia.”

“Saat ini, secara hukum situs tersebut belum ditetapkan menjadi cagar budaya sehingga keberadaan IPAL di sekitar situs tersebut tidak menyalahi aturan yang berlaku serta tidak tergolong menganggu keberadaan situs cagar budaya.”

Dalam surat ini, Amninullah menekankan bahwa Pemko Banda Aceh memberi dukungan penuh dan berharap Menteri Pekerjaan Umum melanjutkan proyek IPAL di gampong Pande. []

Tags: aminullahbanda acehGampong PandeIPAL
Previous Post

Siswi MTsN Model Terima Sertifikat Juara KSMO

Next Post

Sekda Aceh Minta ASN Lulusan IPDN Pertahankan Sikap Profesional

Next Post

Sekda Aceh Minta ASN Lulusan IPDN Pertahankan Sikap Profesional

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Wali Nanggroe Serukan Pengusutan Transparan dan Dialog Bermartabat Pascainsiden Tiro

Wali Nanggroe Serukan Pengusutan Transparan dan Dialog Bermartabat Pascainsiden Tiro

06/11/2026
Tiga Fraksi DPRK Abdya Terima Rancangan APBK Jadi Qanun, Setelah Dengarkan Jawaban Bupati

Tiga Fraksi DPRK Abdya Terima Rancangan APBK Jadi Qanun, Setelah Dengarkan Jawaban Bupati

06/11/2026
Hukum Sebagai Bahasa Perdamaian: FH USK dan UiTM Merajut Jejaring Akademik

Hukum Sebagai Bahasa Perdamaian: FH USK dan UiTM Merajut Jejaring Akademik

06/11/2026
LPPM IAIN Takengon Kerja Sama dengan IA Scholar Foundation Yogyakarta, Dorong Publikasi Internasional Bereputasi

LPPM IAIN Takengon Kerja Sama dengan IA Scholar Foundation Yogyakarta, Dorong Publikasi Internasional Bereputasi

06/11/2026
24 Siswa SMA Unggul Cut Nyak Dien Langsa Studi Tour ke Malaysia

24 Siswa SMA Unggul Cut Nyak Dien Langsa Studi Tour ke Malaysia

06/11/2026

Terpopuler

Walikota Aminullah Dinilai ‘Teumeureuka’ dengan Indatu

24/02/2021

Sarjani Minta Insiden Berdarah di Pulo Keunari Pidie Diusut Tuntas dan Transparan

Siswi MAN 3 Aceh Besar Raih Juara III AI Prompt Manifest 2026, Bersaing dengan Mahasiswa

Nyan, Pemkab Pidie Jaya Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Selama 14 Hari

Tiga Fraksi DPRK Abdya Terima Rancangan APBK Jadi Qanun, Setelah Dengarkan Jawaban Bupati

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com