Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Alasan AS Tak Sanksi Putra Mahkota Saudi atas Kasus Khashoggi

Admin1 by Admin1
03/03/2021
in Internasional
0
Alasan AS Tak Sanksi Putra Mahkota Saudi atas Kasus Khashoggi

Jakarta – Amerika Serikat tetap pada keputusannya untuk tak memberikan sanksi kepada Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman atas kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Hal itu disampaikan Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki dalam wawancara program “State of the Union” CNN.

Pemerintahan Presiden Joe Biden merilis dokumen intelijen terkait penyelidikan kematian Khashoggi, yang menunjukkan peran Mohammed bin Salman dalam kasus pembunuhan itu.

Dokumen itu sudah ada sejak pemerintahan Presiden Donald Trump. Namun, Trump disebut menolak merilis dokumen itu demi mempertahankan relasi AS dan Saudi.

“Secara historis dan bahkan dalam sejarah baru-baru ini, pemerintahan Demokrat dan Republik, belum memberlakukan sanksi bagi para pemimpin pemerintah asing, yang memiliki hubungan diplomatik dengan kami dan bahkan yang tidak memiliki hubungan diplomatik,” ujar Psaki, Minggu (28/2).

“Kami percaya ada cara yang lebih efektif untuk memastikan hal ini tidak terjadi lagi dan juga memberikan ruang untuk bekerja dengan Saudi di wilayah yang memiliki kesepakatan bersama,” ujarnya.

Ia juga mengatakan pemerintah mengambil langkah diplomasi melalui Departemen Keuangan dan Luar Negeri.

“Seperti itulah bentuk diplomasi. Seperti itulah bentuk keterlibatan global yang rumit dan kami tidak merahasiakannya, dan telah jelas bahwa kami akan meminta pertanggungjawaban mereka di panggung global.”

Mengutip CNBC, Departemen Keuangan AS telah memberikan sanksi kepada pasukan keamanan Putra Mahkota, yang dikenal sebagai Pasukan Intervensi Cepat.

Mereka juga menjatuhkan sanksi kepada mantan wakil kepala dinas intelijen Kerajaan, Ahmad Hassan Mohammed al-Asiri, yang dituduh sebagai biang keladi dalam skenario itu.

Sementara itu, Departemen Luar Negeri AS memberlakukan pembatasan visa pada 76 orang Saudi yang “diyakini telah terlibat dalam ancaman pembangkang di luar negeri, namun tidak terbatas pada pembunuhan Khashoggi.”

Saat AS masih dipimpin Donald Trump, sering menyebut pentingnya hubungan Amerika dengan Arab Saudi. Ia berulang kali menolak menyetujui konsekuensi ekonomi atau politik yang signifikan untuk pelanggaran hak asasi manusia di Riyadh.

Trump sebelumnya juga mengatakan bahwa industri pertahanan AS akan terkena dampak negatif jika pemerintahannya memberikan sanksi kepada Saudi atas pembunuhan Khashoggi.

“Saya memberitahu Anda apa yang tidak ingin saya lakukan,” kata Trump kepada “60 Minutes” CBS, ketika ditanya tentang kemungkinan memblokir penjualan senjata ke Riyadh.

“Boeing, Lockheed, Raytheon, semua [perusahaan] ini. Saya tidak ingin melukai pekerjaan. Saya tidak ingin kehilangan pesanan seperti itu. Ada cara lain untuk menghukum, menggunakan kata yang sangat kasar, tapi itu benar, ” katanya satu bulan setelah hilangnya Khashoggi.

Ketika Joe Biden mencalonkan diri sebagai presiden AS, ia mengatakan akan meminta pertanggungjawaban para pemimpin senior Saudi atas kematian Khashoggi.

Biden juga telah menegaskan akan melakukan hubungan langsung melalui Raja Salman, bukan Putra Mahkota. Sedangkan Menteri Luar Negeri Antony Blinken akan melakukan hubungan melalui Menteri Luar Negeri Saudi.

Khashoggi merupakan seorang kolumnis Washington Post yang kerap mengkritik Putra Mahkota. Ia dinyatakan tewas di dalam gedung konsulat Saudi di Istanbul, Turki pada Oktober 2018 setelah sempat dinyatakan hilang.

Setelah melakukan investigasi selama enam bulan, pelapor khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyimpulkan Saudi “melakukan eksekusi yang disengaja dan direncanakan sebelumnya” terhadap Khashoggi.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Erick Thohir Pangkas Jumlah BUMN Dari 142 Jadi 41

Next Post

Sigupai Mambaco Lakukan Edukasi Lingkungan

Next Post
Sigupai Mambaco Lakukan Edukasi Lingkungan

Sigupai Mambaco Lakukan Edukasi Lingkungan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Ohku, Jemaah Haji Aceh yang Meninggal di Arab Saudi Jadi 18 Orang

Ohku, Jemaah Haji Aceh yang Meninggal di Arab Saudi Jadi 18 Orang

25/06/2026
34 Tim akan Meriahkan Lomba Masak Bubur Asyura dan Teut Apam di Aceh Besar

34 Tim akan Meriahkan Lomba Masak Bubur Asyura dan Teut Apam di Aceh Besar

25/06/2026
3 Bulan Pascabanjir Bandang, Siswa SD-SMP di Nagan Raya Aceh Masih Belajar di Tenda

Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi 28 Sekolah di Aceh

25/06/2026
Pemkab Aceh Timur Bangun Kembali Sekolah Rusak Diterjang Banjir

Pemkab Aceh Timur Bangun Kembali Sekolah Rusak Diterjang Banjir

25/06/2026
Kapolda Pastikan Investasi di Aceh Aman dan Nyaman

Kapolda Pastikan Investasi di Aceh Aman dan Nyaman

25/06/2026

Terpopuler

Marhaban (De’ Boy) Pimpin KNPI Pidie Jaya Secara Aklamasi

Marhaban (De’ Boy) Pimpin KNPI Pidie Jaya Secara Aklamasi

23/06/2026

Meski Baru Saja Dikerjakan, Muara Lhok Pawoh Abdya Kembali Dangkal

Rp1,4 Triliun Modal Daerah Dipertanyakan, IDeAS Desak Audit Total Tiga BUMA Aceh

Kuah Pliek U dan Tawa: Saat Keluarga Besar Al Zahrah Pupuk Silaturrahmi

Abdya Tanam Lima Hektar Lahan untuk Varietas Padi Sigupai

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com