BANDA ACEH – Menanggapi Aksi yang direncanakan pada 26 Maret 2021 mendatang yang dipelopori oleh Sufaini alias Syehki, mendapat tanggapan dari sayap Partai Aceh (PA) Muda Seudang Partai Aceh,.
Sekretaris Jenderal Andy Mu’arif dalam siaran pers yang dikirim ke sejumlah media mengatakan, seruan aksi yang digadang-gadang untuk melengserkan Muzakir Manaf dari ketua Umum Partai Aceh dinilai konyol dan tidak masuk akal.
Secara AD/ART partai, Muzakir Manaf dipilih oleh delegasi partai dan Komite Peralihan Aceh (KPA) masing-masing wilayah, oleh sebab itu yang berhak menurunkan Mualem sapaan akrab Muzakir Manaf bukan Syehki bersama pengikutnya seperti yang diserukan di medsos selama ini.
“Saran saya, Syehki jangan melanjutkan kebodohan itu, jangan merusak persaudaraan dengan sikap konyol. Jadilah panutan yang baik bagi yang lainnya, jika anda mengaku-ngaku diri GAM, seharusnya malu, karena ini bertindak yang dapat mengadu domba sesama masyarakat Aceh,” ungkap Andy.
Begitu juga dengan rencana melengserkan PYM Malik Mahmud Al-Haythar sebagai Wali Nanggroe Aceh. “Tanpa terasa syehki telah mengajak masyarakat Aceh untuk pecah, maka dari itu kami dari Muda Seudang Partai Aceh mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk menahan diri dari ajakan konyol seorang Syehki yang tidak memiliki landasan hukum yang jelas.
Disamping itu juga, aksi yang akan digelar ini sarat dengan kepentingan mengadu domba dan merusak perdamaian yang sudah terjalin selama ini.
Bahkan Muda Seudang Partai Aceh menduga aksi tersebut adalah sebuah mega skenario yang direncanakan oleh oknum tertentu untuk mengotak-atik persaudaraan di Aceh yang selama ini sudah terjalin dengan baik.
“Kami menduga bahwa aksi ini adalah sebuah mega skenario yang kemudian akan menjadi ladang proyek bagi sebagin oknum, yang rugi adalah masyarakat Aceh itu sendiri,” ujar pria yang akrab disapa Nyanyak itu.
Pelopor aksi tanggal 26 Maret yang akan datang, telah termakan issu yang tidak baik, sehingga nalar pemikiran yang sejatinya normal menjadi terkesan konyol dan bodoh.
“Kami menduga ada oknum yang mensetting kondisi ini untuk mengadu antara rakyat Aceh dengan rakyat Aceh sendiri, antara Kombatan GAM dan Kombatan GAM itu sendiri. Yang kemudian kami juga menduga, saudara kami Syehki ini dijadikan sebagai alat untuk perpecahan persaudaraan di Aceh,” sambungnya.
Umur perdamaian Aceh hampir memasuki ke 16 tahun, oleh sebab itu Muda Seudang Partai Aceh mengajak seluruh elemen di Aceh untuk terus merawat perdamaian yang sudah terjalis selama ini agar tidak terusik.
“Tentu jika Aceh berkonflik lagi, maka Aceh akan kembali menjadi ladang proyek, bisa dikatan mega proyek sekaliber Aceh,” cetusnya.
Muda Seudang Partai Aceh mengajak seluruh pemuda dan mahasiswa bahkan pemerintah dan segenap pemangku kebijakan harus turun tangan dalam hal ini. Jangan sampai Aceh berhasil di adu domba.
“Kami juga berharap dari pihak keamanan turun tangan untuk mengawal ini, jangan biarkan aksi ini akan menjadi aksi choas besar-besaran di ibu kota provinsi Aceh.”
Aceh selama ini sangat menjunjung tinggi sebuah musyawarah, oleh sebab itu Muda Seudang Partai Aceh menawarkan solusi untuk bermusyawarah jika menurut Syehki bersama pengikutnya ada hal yang kurang baik.
“Mari kita diskusi terbuka, jadi tidak perlu memanaskan suasana Aceh, seperti preman jalanan,” timpalnya.
Muda Seudang Partai Aceh tetap komit dan berdiri tegak bersama ketua umum Partai Aceh Muzakir Manaf dan juga Wali Nanggroe Aceh PYM Malik Mahmud Al-Haythar.
“Kami dari Muda Seudang Partai Aceh ban sigom Aceh masih setia dan patuh terhadap pimpinan.”











