Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

Jaringan Aneuk Syuhada Aceh Tolak Unjukrasa 26 Maret 2021

Admin1 by Admin1
23/03/2021
in Lintas Timur
0
Jaringan Aneuk Syuhada Aceh Tolak Unjukrasa 26 Maret 2021

LHOKSUKON – Jaringan Aneuk Syuhada Aceh (JASA) DPW Aceh Utara melalui juru bicara (Jubir) Zubaili MA angkat suara soal ajakan unjukrasa merusak perdamaian Aceh oleh oknum yang bernama Sufaini Usman alias Syeki pada 26 Maret mendatang.

Hal itu disampaikan Zubaili, dalam rilisnya, Selasa 23 Maret 2021.

“Kami mengamati apa yang dilakukan Syeki selama ini bukan hal yang positif, justru untuk menimbulkan kerusuhan yang merusak perdamaian Aceh, mengadu domba rakyat Aceh dan ujaran kebencian. Kami menolak tegas unjuk rasa itu di kediaman Paduka Yang Mulia Wali Nanggroe. Kami mengajak kepada seluruh aneuk syuhada Aceh dan rakyat Aceh pada umumnya tidak terprovokasi oleh oknum yang mengajak untuk merusak,” kata Zubaili.

“Perlu kita kaji siapa Syeki itu dengan lantangnya mengajak untuk merusak perdamaian, kalau dia mengaku GAM Australia pasti ada satu surat pengangkatannya dan setau kami di asutralia itu tidak ada GAM yang dibentuk secara resmi oleh pimpinan GAM saat itu. Sehingga ajakan yang mengatasnamakan GAM adalah abal-abal.”

“Apa yang dilakukan oleh Syeki saat ini tidak terukur, tidak berlandasan strategic politik yang baik untuk Aceh dan terlihat tendesius ada kepentingan pribadi dan ini sangat aneh. Syeki terlihat jelas sangat ambisius dengan political stage. Gambaran yang dimainkan oleh Syeki sama persis seperti mengkudeta sebuah partai politik dan seharusnya dari pihak keamanan ada tindakan Yang tegas karena tindakannya membuat SARA dan gaduh rakyat Aceh, pasti kena undang-undang nya. Jangan hanya disaat kami menuntut keadilan Aceh baru sibuk mencari solusi supaya tidak ada unjuk rasa.”

Menurutnya, apabila ini dibiarkan, akan sangat mengganggu kondisi Aceh saat ini sehingga diperlukan langkah tegas untuk mengakhiri pertumbuhan isu yang mengarah ke hal negatif khususnya perpecahan dan apabila unjuk rasa terjadi sehingga mengakibatkan tumpah darah.

“Masyarakat Aceh harus cerdas dan jeli melihat sumber permasalahannya dari siapa yang valid terhadap sebuah isu. Kita harus hati-hati dengan sikap politik yang kita ambil. Kita melihat pola perkembangan orang aceh dengan sangat mudah termakan omongan orang, apasaja hal Yang tidak tersampaikan selalu pimpinan GAM Yang disalahkan. Kenapa demikian? Karena mereka tidak paham tupoksi kinerja pemerintah Aceh, mereka beranggapan bahwa pimpinan GAM ini yang melaksanakan kegiatan semua sektor Yang ada di Aceh.”

“Perlu kita ketahui apa yang Aceh dapatkan hari ini, buah dari perjuangan orang-orang yang bergabung ke dalam badan perjuangan Gerakan Aceh Merdeka. Ribuan orang gugur dalam konflik panjang 30 tahun. Perjuangan yang didukung oleh mayoritas rakyat Aceh, mayoritas rakyat miskin, mayoritas kaum terbuang, mayoritas kaum teraniaya oleh ketimpangan pembangunan. Dengan demikian, GAM adalah rakyat Aceh, rakyat Aceh adalah GAM. Satu dua yang tidak sepakat dengan pendapat demikian, itu perihal lain.”

Previous Post

Animo Masyarakat Aceh dalam Mengadopsi Anak Tergolong Tinggi

Next Post

Direktur Pembinaan Administrasi Kunjungi Mahkamah Syar’iyah Jantho

Next Post
Direktur Pembinaan Administrasi Kunjungi Mahkamah Syar’iyah Jantho

Direktur Pembinaan Administrasi Kunjungi Mahkamah Syar’iyah Jantho

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Polres Aceh Tenggara Gagalkan Peredaran 17,8 Kilogram Ganja

Polres Aceh Tenggara Gagalkan Peredaran 17,8 Kilogram Ganja

28/03/2026
Korban Banjir di Pantan Cuaca Cuma Butuh 2 Hari Perbaiki Mandiri Jembatan Rusak

BMKG Ingatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Lhokseumawe

28/03/2026
Mudik Lebaran, Jalur Banda Aceh–Medan Disesaki Pemudik Sejak Sahur

Dishub Aceh: Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026 Berjalan Aman dan Lancar

28/03/2026
PW APRI Aceh Jalin Silaturahim Lebaran dengan Kakanwil Kemenag

PW APRI Aceh Jalin Silaturahim Lebaran dengan Kakanwil Kemenag

28/03/2026
Dua Hektare Lahan di Montasik Dilalap Sijago Merah

Dua Hektare Lahan di Montasik Dilalap Sijago Merah

28/03/2026

Terpopuler

Rotasi Jabatan: AKP Dedy Miswar Putra Terbaik Pidie, Pindah ke Polres Bireuen

Rotasi Jabatan: AKP Dedy Miswar Putra Terbaik Pidie, Pindah ke Polres Bireuen

27/03/2026

Truk Hauling LKT Hantam Becak Motor, Satu Nyawa Melayang

Prof Saifullah Resmi Mendaftar sebagai Calon Rektor UIN Ar-Raniry 2026-2030

Teungku Muhammad Nur: Aktivis Dayah Jadi Direktur di PT PEMA

Jadi Daerah Basis Mualem-Dekfadh, Anggaran Dayah untuk Aceh Utara Kalah Jauh dari Bireuen di APBA 2026

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com