Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Pemerintah Aceh Targetkan MCP 2021 Pada Level 80,15 Persen

Admin1 by Admin1
26/03/2021
in Nanggroe
0
Pemerintah Aceh Targetkan MCP 2021 Pada Level 80,15 Persen

BANDA ACEH – Pemerintah Aceh menargetkan Monitoring Center for Prevention (MCP) tahun 2021 dengan nilai 80,15 persen. Angka itu ditargetkan lebih tinggi dari capaian MCP tahun 2020 lalu sejumlah 78,83 persen.

Sementara itu, seluruh kabupaten/kota se Aceh menargetkan MCP di atas 70 persen, bahkan Kabupaten Aceh Utara dan Aceh Tengah lebih optimis dengan menargetkan MCP tahun ini hingga level 100 persen.

“Komitmen target MCP Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten/Kota tahun 2021 sudah ditandatangani oleh Sekda Aceh dan Sekda Kabupaten/Kota se Aceh pada tanggal 18 Maret kemarin,” kata Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi antara KPK dengan Kepala Daerah se Aceh, di Gedung Serbaguna Sekretariat Daerah Aceh, Jumat (26/03/2021).

“Secara agregat, komitmen capaian MCP tahun 2020 sebesar 50 persen atau kategori kuning. Kita harapkan target capaian MCP tahun 2021 bisa tercapai yaitu 80,32 persen atau dalam kategori hijau,” ujar Nova.

Nova mengatakan, Pemerintah Aceh membutuhkan bimbingan atau mentoring dari KPK agar target capaian itu bisa diraih. Nova juga berharap ada aksi konkrit dari Pemerintahan Kabupaten dan Kota se Aceh, agar target tersebut bisa dicapai.

Nantinya, kata Nova, tim MCP Aceh akan rutin melaksanakan rapat dengan Sekda Aceh dan Sekda Kabupaten/Kota se Aceh, untuk melakukan evaluasi terhadap capaian MCP setiap dua bulan sekali.

“Semoga yang menjadi komitmen kita bersama dalam rangka pencegahan korupsi di Aceh dapat terselenggara dengan sebaik-baiknya,” ujar Nova.

MCP sendiri merupakan salah satu program KPK dalam pencegahan korupsi terintegrasi melalui perbaikan tata kelola 8 bidang/area yang terangkum dalam MCP. Adapun ke delapan bidang itu, di antaranya Perencanaan dan Penganggaran APBD, Pengadaan Barang dan Jasa, Pelayanan Terpadu satu pintu, Kapabilitas APIP.

Selanjutnya, Manajemen ASN, Optimalisasi Pendapatan Daerah, Manajemen Aset Daerah, dan Tata Kelola Dana Desa (untuk kabupaten/kota).

Sementara itu, Ketua KPK RI, Komjen Pol (Purn) Firli Bahuri, mengatakan KPK sedikitnya menyusun delapan format berupa atensi KPK dalam pembelanjaan barang dan jasa serta pemulihan ekonomi nasional.

Pertama adalah tidak melakukan persekongkolan/kolusi dengan penyedia barang/jasa atau para pihak, tidak memperoleh kickback dan tidak mengandung unsur penyuapan.

Selanjutnya adalah tidak mengandung unsur adanya benturan kepentingan dan tidak mengandung unsur kecurangan dan atau maladministrasi. Atensi selanjutnya adalah tidak berniat jahat dengan memanfaatkan kondisi darurat serra tidak membiarkan terjadinya tindak pidana korupsi.

“Kalau bapak ibu memegang delapan atensi ini dalam menjalankan tugas, saya jamin tidak akan bermasalah, korupsi tidak akan terjadi,” kata Firli Bahuri.

Firli mengajak gubernur dan bupati beserta seluruh wali kota untuk bersama-sama mengikrarkan tidak korupsi. “Jadilah gubernur yang baik, jadilah bupati dan wali kita yang baik. jadilah anak bangsa yang baik,” kata Firli Bahuri.
Selanjutnya, Firli mengatakan bahwa pemerintah pusat memberikan perhatian yang sangat besar kepada Aceh. Di mana, pemerintah bukan hanya mengalokasikan Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK)tapi juga Dana Otonomi Khusus (Otsus).

“Uang Otsus Rp 8 triliun itu setiap tahun diberikan pemerintah pusat. Uang itu perlu dipertanggungjawabkan kepada rakyat, jangan sampai uang Otsus yang begitu besar tapi rakyat tidak mendapat manfaatnya,” kata Firli seraya berpesan, tolong Pak Gubernur, saya titip betul amanah itu, tegasnya.

Firli juga menyebutkan, ada tujuh indikator untuk mengukur kesejahteraan masyarakat. Pertama adalah penurunan angka kemiskinan dan angka pengangguran. Selanjutnya adalah berkurangnya angka kematian ibu dan bayi. Indikator ke lima adalah bagaimana indeks pembangunan manusia, pendapatan per kapita dan angka genio ratio.[]

Previous Post

Shabela Paparkan Rencana Kawasan Pantai Barat Danau Lut Tawar di Hadapan Menparekraf RI

Next Post

Pemerintah Aceh dan Pemko Banda Aceh Serahterimakan Beberapa Aset

Next Post
Pemerintah Aceh dan Pemko Banda Aceh Serahterimakan Beberapa Aset

Pemerintah Aceh dan Pemko Banda Aceh Serahterimakan Beberapa Aset

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Bedah Rumah Warnai Hari Bhayangkara ke-80, Bantuan Polres Pidie Jaya Sentuh Persoalan RTLH yang Masih Membayangi Warga

Bedah Rumah Warnai Hari Bhayangkara ke-80, Bantuan Polres Pidie Jaya Sentuh Persoalan RTLH yang Masih Membayangi Warga

03/07/2026
Ketua DPRK Pidie Jaya: APBK Harus Jadi Mesin Pencipta Lapangan Kerja, Bukan Sekadar Anggaran Belanja

Ketua DPRK Pidie Jaya: APBK Harus Jadi Mesin Pencipta Lapangan Kerja, Bukan Sekadar Anggaran Belanja

03/07/2026
Visiting Professor UTM di Departemen Matematika FKIP USK, Dorong Publikasi Internasional

Visiting Professor UTM di Departemen Matematika FKIP USK, Dorong Publikasi Internasional

03/07/2026
IDeAS Desak Audit Forensik Tiga BUMD Aceh, Soroti Anjloknya Bank Aceh Syariah dan Tertutupnya Laporan PT PEMA

IDeAS Desak Audit Forensik Tiga BUMD Aceh, Soroti Anjloknya Bank Aceh Syariah dan Tertutupnya Laporan PT PEMA

03/07/2026
Keubitbit Guncang Kanada, Bawa Marwah Aceh ke Panggung Jazz  Dunia

Keubitbit Guncang Kanada, Bawa Marwah Aceh ke Panggung Jazz Dunia

03/07/2026

Terpopuler

Pemerintah Aceh Targetkan MCP 2021 Pada Level 80,15 Persen

Pemerintah Aceh Targetkan MCP 2021 Pada Level 80,15 Persen

26/03/2021

IDeAS Desak Audit Forensik Tiga BUMD Aceh, Soroti Anjloknya Bank Aceh Syariah dan Tertutupnya Laporan PT PEMA

Nyan, TNI Temukan Ladang Ganja 2,5 Hektare di Aceh Besar

Ketua DPRK Pidie Jaya: APBK Harus Jadi Mesin Pencipta Lapangan Kerja, Bukan Sekadar Anggaran Belanja

FDK UIN Ar-Raniry Lepas Tim KPM-PKM Internasional ke Pulau Penang Malaysia

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com