MEUREUDU – Peresmian satu unit rumah layak huni oleh Polres Pidie Jaya pada peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi lebih dari sekadar kegiatan seremonial. Program tersebut menyentuh persoalan mendasar yang masih dihadapi Kabupaten Pidie Jaya, yakni masih adanya rumah tidak layak huni (RTLH) yang dihuni masyarakat berpenghasilan rendah.
Di tengah keterbatasan kemampuan anggaran pemerintah dalam menuntaskan seluruh kebutuhan RTLH, keterlibatan berbagai pihak, termasuk institusi Polri, dinilai menjadi bentuk gotong royong untuk membantu warga yang masih hidup dalam kondisi tempat tinggal yang memprihatinkan.
Komitmen itu diwujudkan Polres Pidie Jaya dengan menyerahkan rumah hasil program bedah rumah kepada Ibu Fonna (55), warga Gampong Peulandok Teungeh, Kecamatan Trienggadeng, Kamis 2 Juli 2026.
Sebelum menerima bantuan tersebut, Fonna menempati rumah yang kondisinya dinilai tidak layak untuk dihuni.
Peresmian dilakukan langsung Kapolres Pidie Jaya AKBP H. Ahmad Faisal Pasaribu, S.H., S.I.K., M.H., didampingi sejumlah pejabat utama Polres, unsur pemerintah gampong, serta masyarakat setempat.
Kapolres mengatakan program bedah rumah merupakan implementasi tema Hari Bhayangkara ke-80, “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat,” yang diwujudkan melalui aksi nyata.
“Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80, kami ingin menghadirkan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat. Semoga rumah ini menjadi tempat tinggal yang aman, nyaman, dan membawa kebahagiaan bagi keluarga penerima. Inilah komitmen Polri untuk terus hadir, mengabdi, dan memberikan solusi di tengah masyarakat,” kata Ahmad Faisal Pasaribu.
Data Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan persoalan RTLH masih menjadi pekerjaan rumah yang terus ditangani melalui berbagai program, baik yang bersumber dari APBK, APBA, APBN maupun bantuan lembaga lain.
Namun, keterbatasan anggaran membuat penanganannya dilakukan secara bertahap sehingga masih terdapat warga yang menunggu bantuan rumah layak huni.
Oleh Karena itu, program bedah rumah yang dilakukan Polres Pidie Jaya dinilai memberi dampak langsung bagi penerima manfaat sekaligus melengkapi upaya pemerintah dalam mengurangi jumlah RTLH di daerah.
Rangkaian kegiatan berlangsung dengan prosesi tepung tawar, doa bersama, pemotongan pita, hingga penyerahan simbolis rumah kepada penerima bantuan. Acara berakhir dalam suasana haru dan penuh kehangatan.[Mul]









