Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

Ohku, Kas Ada Tapi Gaji Belum Cair: Tunggakan Aparatur Gampong Pidie Jaya Capai Rp14,4 Miliar

redaksi by redaksi
30/06/2026
in Lintas Timur
0
Ohku, Kas Ada Tapi Gaji Belum Cair: Tunggakan Aparatur Gampong Pidie Jaya Capai Rp14,4 Miliar

MEUREUDU – Pengakuan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Kabupaten Pidie Jaya bahwa kas daerah telah tersedia justru memunculkan pertanyaan baru. Hingga akhir Juni 2026, gaji keuchik, perangkat gampong, dan tuha peut di seluruh Pidie Jaya masih menunggak selama empat bulan dengan total mencapai sekitar Rp14,4 miliar.

Kepala DPMG Pidie Jaya, Saiful, mengungkapkan tunggakan tersebut mencakup pembayaran untuk periode Maret, April, Mei, dan Juni 2026. Kebutuhan anggaran pembayaran gaji aparatur gampong setiap bulan diperkirakan mencapai sekitar Rp3,6 miliar.

Ironisnya, di tengah tunggakan yang terus bertambah, DPMG menyebut hasil koordinasi dengan Badan Pengelolaan Keuangan Kabupaten (BPKK) menunjukkan kas daerah telah tersedia. Namun, pembayaran belum dapat dilakukan karena masih menunggu arahan pimpinan.

“Hasil koordinasi dengan BPKK menyebutkan kas daerah sudah tersedia. Saat ini tinggal menunggu arahan pimpinan untuk melakukan pembayaran gaji keuchik, perangkat, dan tuha peut gampong,” kata Saiful.

Pernyataan tersebut menimbulkan sorotan publik. Jika persoalan ketersediaan anggaran telah teratasi, penyebab tertundanya pencairan kini bergeser pada proses pengambilan keputusan. Hingga berita ini ditulis, belum ada penjelasan resmi mengenai alasan arahan tersebut belum diterbitkan maupun kapan pembayaran akan direalisasikan.

Di sisi lain, ratusan aparatur gampong tetap menjalankan tugas pemerintahan, pelayanan administrasi, serta berbagai program di tingkat desa meski hak keuangan mereka belum diterima selama empat bulan.

Diketahui, para keuchik dan tuha peut gampong telah meminta DPRK Pidie Jaya mendesak Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya agar pembayaran gaji aparatur gampong dilakukan tepat waktu setiap bulan.

Mereka menilai keterlambatan yang berulang tidak hanya berdampak pada kesejahteraan aparatur, tetapi juga berpotensi mengganggu efektivitas penyelenggaraan pemerintahan di tingkat gampong.

Kini perhatian publik tertuju pada langkah Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya. Dengan kas daerah yang disebut telah tersedia, Aparatur gampong menunggu kepastian kapan tunggakan Rp14,4 miliar itu akan dibayarkan serta penjelasan terbuka mengenai penyebab keterlambatan yang telah berlangsung selama empat bulan.[Mul]

Previous Post

Mengenal Gitaris Asal Singkil yang Siap Guncang Panggung Jazz Fusion di Banda Aceh

Next Post

KSB Meurah Dua Resmi Dikukuhkan, Polri Perkuat Garda Terdepan Penanggulangan Bencana

Next Post
KSB Meurah Dua Resmi Dikukuhkan, Polri Perkuat Garda Terdepan Penanggulangan Bencana

KSB Meurah Dua Resmi Dikukuhkan, Polri Perkuat Garda Terdepan Penanggulangan Bencana

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Aceh Antara Bulan Bintang dan Alam Peudeung

Aceh Antara Bulan Bintang dan Alam Peudeung

30/06/2026
KSB Meurah Dua Resmi Dikukuhkan, Polri Perkuat Garda Terdepan Penanggulangan Bencana

KSB Meurah Dua Resmi Dikukuhkan, Polri Perkuat Garda Terdepan Penanggulangan Bencana

30/06/2026
Ohku, Kas Ada Tapi Gaji Belum Cair: Tunggakan Aparatur Gampong Pidie Jaya Capai Rp14,4 Miliar

Ohku, Kas Ada Tapi Gaji Belum Cair: Tunggakan Aparatur Gampong Pidie Jaya Capai Rp14,4 Miliar

30/06/2026
Mengenal Gitaris Asal Singkil yang Siap Guncang Panggung Jazz Fusion di Banda Aceh

Mengenal Gitaris Asal Singkil yang Siap Guncang Panggung Jazz Fusion di Banda Aceh

30/06/2026
Santri MAS Al Zahrah, Zahratul Aini Raih Juara Resensi Buku Tingkat Bireuen 2026

Santri MAS Al Zahrah, Zahratul Aini Raih Juara Resensi Buku Tingkat Bireuen 2026

30/06/2026

Terpopuler

Malangnya Nasib Asri, Bus Terbakar Habis Masih Bebani Ganti Rugi

Malangnya Nasib Asri, Bus Terbakar Habis Masih Bebani Ganti Rugi

29/06/2026

Dua Remaja di Abdya Dikabarkan Hanyut di Laut Ujong Manggeng

Ohku, Kas Ada Tapi Gaji Belum Cair: Tunggakan Aparatur Gampong Pidie Jaya Capai Rp14,4 Miliar

Di Balik Tambang Rp 200 Triliun Beutong Ateuh: Jejaring Buronan Cina, ‘Gubernur Bayangan’, dan Arogansi Penguasa

Sarjev Ajak Masyarakat Dukung Penampilan Yudi Amirul di Aceh Jazz Fusion

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com