BLANGPIDIE – Musibah besar menimpa Asridi (46), warga Ujung Padang Kecamatan Susoh Kabupaten Aceh Barat Daya, sopir sekaligus pemilik Bus KIA jurusan Blangpidie – Banda Aceh Bus yang saat itu dikemudikan oleh kernetnya Amrizal yang sedang mengumpulkan penumpang atau sewa, terbakar ludes.
Kronologi, Amrizal sedang shalat Magrib dan memikirkan bus di kompleks pasantren Raudhatul Muarfsalis Geulima Jaya Kecamatan Susoh Kabupaten Aceh Barat Daya sekira 18:46 Wib hari Selasa tanggal 23 Juni 2026 mobil dalam keadaan hidup, namun tak diduga Bus tersebut terbakar hangus diduga karena korsleting. Meski kejadian tersebut tidak menelan korban jiwa namun kerugian ditaksirkan ratusan juta rupiah.
Ujian Asri belum selesai di situ. Karena kejadian tersebut, ia juga harus bertanggung jawab mengganti kerugian barang milik penumpang yang ikut terbakar, meliputi beberapa tas bawaan, Mesin Honda Jazz komplek dan 2 unit sepeda motor yang ada di Bus tersebut.

“Ini musibah bertubi. Bus-nya habis, tapi amanahnya ke penumpang tetap harus jalan. Kami ikut prihatin. Beban Asri sekarang dobel, pulihkan diri dari trauma, dan pulihkan amanah ke orang lain,” ujar salah seorang rekan seprofesinya, Aris, Senin (29/06/2026).
Saat ini keluarga Asri dan pihak PO telah mendata total kerugian dengan para penumpang. Semua kerugian penumpang dan barang kiriman terbebani kepada Asri.
“Kami datang bergantian untuk ‘menghibur’ Asri yang sedang terpuruk, ‘menjamu’ para karib kerabat yang menjenguk Asri,” kata Aris.
Atas peristiwa yang menimpa Asriadi membuat kita prihatin, dimana Asriadi adalah seorang penyandang disabilitas atau cacat permanen di bagian kaki juga seorang kepala keluarga yang menghidupi 5 anggota keluarga itu tentunya mempunyai harapan besar atas perhatian dan bantuan pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya atau instansi terkait.
“Semoga Pemerintah Abdya membuka sebelah mata atas musibah yang telah menimpa kami,” ucap Asri singkat, dengan nada lembut dan sedih.










