Banda Aceh – Dosen dan mahasiswa STIKes Assyifa Aceh melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan mengangkat tema “Pembudidayaan Tanaman Nilam Berbasis Teknologi Tepat Guna untuk Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Desa Bira Lhok, Kecamatan Montasik, Kabupaten Aceh Besar.”
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan potensi sumber daya alam dan penerapan teknologi tepat guna.
Kegiatan PkM tersebut diketuai oleh Mahmudi, M.Si., bersama tim anggota dan mahasiswa STIKes Assyifa Aceh. Pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada tahun 2026. Program ini diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Bira Lhok dalam membudidayakan tanaman nilam secara lebih efektif serta mengembangkan potensi nilam sebagai salah satu komoditas yang memiliki nilai ekonomi.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi pada tanggal 8 Agustus 2026 yang melibatkan masyarakat Desa Bira Lhok. Dalam kegiatan tersebut, tim PkM memberikan pemahaman mengenai potensi tanaman nilam, teknik budidaya yang baik, pemilihan bibit, penanaman, pemeliharaan, hingga pemanenan. Masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai peluang pengembangan tanaman nilam sebagai komoditas yang dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian keluarga.
Ketua tim PkM, Mahmudi, M.Si., menyampaikan bahwa pemilihan tanaman nilam sebagai fokus kegiatan didasarkan pada potensi pengembangan komoditas tersebut serta kebutuhan masyarakat terhadap pengetahuan dan teknologi yang dapat diterapkan secara langsung.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai budidaya tanaman nilam, tetapi juga mampu menerapkan teknologi tepat guna dalam proses pengelolaannya sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan memberikan nilai ekonomi yang lebih baik,” ujar Mahmudi.
Selanjutnya, pada 16 Agustus 2026, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan penggunaan alat teknologi tepat guna. Tim PkM memberikan demonstrasi dan praktik langsung kepada masyarakat mengenai cara menggunakan alat, prosedur pengoperasian, serta pemeliharaan alat agar dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.
Keterlibatan mahasiswa STIKes Assyifa Aceh menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Para mahasiswa turut membantu proses sosialisasi, demonstrasi penggunaan alat, pendampingan masyarakat, serta dokumentasi kegiatan. Keterlibatan ini sekaligus menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan dalam kehidupan masyarakat.
Masyarakat Desa Bira Lhok menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut. Antusiasme terlihat dari keaktifan masyarakat dalam mengikuti sosialisasi, berdiskusi dengan tim pelaksana, serta melakukan praktik penggunaan alat teknologi tepat guna. Masyarakat juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai kendala dan kebutuhan yang dihadapi dalam pengembangan budidaya tanaman nilam.
Program ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi dan pelatihan, tetapi dapat dilanjutkan melalui pendampingan secara berkelanjutan. Dengan adanya peningkatan pengetahuan, keterampilan, serta pemanfaatan teknologi tepat guna, masyarakat diharapkan mampu mengembangkan budidaya tanaman nilam secara mandiri dan produktif.
Pelaksanaan PkM ini juga menjadi wujud nyata komitmen STIKes Assyifa Aceh dalam menjalankan salah satu unsur Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya bidang pengabdian kepada masyarakat. Perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam pendidikan dan penelitian, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk mentransfer pengetahuan dan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Melalui kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan masyarakat, kegiatan Pembudidayaan Tanaman Nilam Berbasis Teknologi Tepat Guna diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun kemandirian masyarakat Desa Bira Lhok.
Pemanfaatan potensi lokal yang didukung oleh teknologi dan pendampingan diharapkan mampu menciptakan peluang usaha baru, meningkatkan produktivitas, serta secara bertahap berkontribusi terhadap peningkatan perekonomian masyarakat.
Kegiatan yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun 2026 ini sekaligus menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam mendorong pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Tim Pengabdian kepada Masyarakat STIKes Assyifa Aceh berharap program ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Bira Lhok dan menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal serta teknologi tepat guna yang dapat dikembangkan pada wilayah lainnya.






