BLANGPIDIE – Sejumlah anggota jajaran Polres Aceh Barat Daya kembali menerima dan melakukan penyuntikan Vaksin Covid-19 dari Sinovac untuk tahap kedua yang dilaksanakan di Klinik Polres setempat jalan Pendidikan Blangpidie, Senin (29/03/21).
Sebelumnya para jajaran Anggota kepolisian yang bertugas di wilayah Polres Abdya telah menerima vaksin dan melakukan penyuntikan untuk tahap pertama, pada tanggal 10, 12 dan 15 Maret 2021 lalu sebanyak 188 orang.
Kapolres Abdya AKBP Muhammad Nasution, SIK melalui Paurkes Aiptu Muhammad Ali Imran menyampaikan, penyuntikan vaksinasi tahap kedua ini sebagai bentuk untuk menyukseskan program pemerintah dalam melaksanakan vaksinasi yang bertujuan untuk membangun kembali serta menumbuhkan kegiatan Ekonomi di Indonesia.
“Dalam Proses penyuntikan vaksin untuk tahap kedua ini masih sama seperti proses pelaksanaan sebelumya, yakni dengan melalui beberapa tahapan seperti harus mendaftar dan mengisi blanko data sebagai bentuk persetujuan peserta anggota menerima Vaksin,” kata Muhammad Ali.
Selanjutnya, Lanjut Paurkes. Dilakukan pengecekan suhu dan pemeriksaan tensi kepada penerima dan dilakukan skrining oleh dokter yang telah ditunjuk, jika sudah dinyatakan siap dan setuju maka langsung dilakukan penyuntikan vaksin kepada penerima oleh petugas medis. Terakhir, bagi yang sudah menerima vaksin dapat beristrahat sementara selama 30 menit sebelum melanjutkan aktivitas.
Tujuan dari kelanjutan vaksin tahap kedua yang dilakukan akan lebih optimal dalam membentuk anti bodi setelah 28 hari usai melakukan penyuntikan, dikarenakan juga dalam proses vaksinasi pertama yang hanya bekerja sekitar 60% atau 2 minggu setelahnya, kemudian vaksinasi tahap 2 dilakukan untuk dapat bekerja semakin optimal.
“Jangka waktu vaksin ini bekerja selama 28 hari setelah penyuntikan vaksin tahap kedua dan selama penyuntikan dilarang mengkonsumsi alkohol karena akan merusak pembentukan anti bodi,” ucap Muhammad Ali.
Penyuntikan vaksin Covid-19 dari Sinovac tersebut, memiliki banyak manfaat yang jauh lebih besar daripada resiko yang di timbulkan, meski demikian protokol kesehatan 5M, harus selalu dilakukan dan diterapkan guna mengantisipasi timbulnya penularan wabah virus covid-19.
Reporter: Rusman










