Banda Aceh – Anggota Komisi X DPR-RI, Dr Muhammad Kadafi, mengungkapkan sejumlah peluang untuk mengembangkan berbagai potensi Aceh.
“Paling penting adalah program sinergi pemerintah dan pelaku usaha di Aceh,” kata Kadafi di Jakarta, Selasa (30 Maret 2021).
Menurut Kadafi, pemerintah dan pelaku usaha haruslah berada dalam satu tim untuk membangun Aceh.
“Hal ini perlu dilakukan untuk mendorong agar pemuda Aceh menjadi tertarik untuk mengubah pola pikir dari pekerja menjadi juragan,” kata Kadafi.
Pandangan tersebut juga disampaikan saat pertemuan Komisi X DPR-RI dengan Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman, di Balaikota Banda Aceh, pekan lalu.
“Saya menitipkan kepada pak walikota agar mempersiapkan program investasi kepada generasi penerus Aceh,” katanya.
Catatan pentingnya, Kadafi menambahkan, adalah bagaimana menggerakkan sebuah perubahan yang mendasar pada pola pikir pemuda Aceh.
“Mengubah cita-cita untuk bekerja menjadi pengusaha. Caranya adalah dengan melibatkan mereka dalam program pembinaan menjadi entrepreneur, sehingga Banda Aceh tetap terjaga sebagai kota saudagar,” katanya.
Kadafi mengatakan, penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 di Aceh adalah salah satu momentum yang dapat dijadikan batu loncatan perubahan.
“Momentum ini perlu dijadikan magnit untuk generasi millenial Aceh memperkenalkan karyanya ke tingkat nasional,” katanya.
“Saya tahu, beberapa pemuda Aceh sudah memiliki produk yang dikenal secara nasional. Mereka ini juga perlu dilibatkan menjadi penguat dan pemicu semangat secara menyeluruh.”
Kadafi menjelaskan, pembangunan sarana olahraga dan berbagai persiapan menyambut PON juga perlu dipikirkan keberlanjutannya.
“Artinya, perencanaan pembangunannya perlu dirancang yang memiliki daya guna pasca PON. Diupayakan memiliki nilai ekonomis bagi rakyat Aceh, selain tentu saja memiliki tujuan utama sebagai sarana memacu prestasi atlet-atlet Aceh masa depan,” katanya.
Kadafi memang memiliki perhatian khusus pada Aceh, kendati dia berasal dari daerah pemilihan Provinsi Lampung. Sejatinya, ia adalah tokoh muda dari Aceh Besar. Menempuh pendidikan dari taman kanak-kanak sampai SMP di Banda Aceh. Gedung tempatnya bersekolah, yaitu SMP 1 Banda Aceh, dekat dengan Balaikota Banda Aceh.[]






