Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional Teknologi

Astronom Temukan Tempat Teraman Tinggal di Bima Sakti

Admin1 by Admin1
05/04/2021
in Teknologi
0
Astronom Temukan Tempat Teraman Tinggal di Bima Sakti

Ilustrasi bima sakti. (iStockphoto/janiecbros)

Jakarta – Tim astronom Italia mengklaim telah menemukan tempat teraman untuk tinggal di Bima Sakti. Penemuan itu diperoleh setelah mempelajari lokasi ledakan kosmik kuat yang mungkin telah membunuh kehidupan.

Seperti ledakan supernova dan sinar gamma, ledakan kosmik memuntahkan partikel berenergi tinggi, serta radiasi yang dapat merusak DNA dan membunuh kehidupan. Dengan logika itu, para astronom menilai daerah yang lebih ramah untuk hidup merupakan daerah yang tidak sering terjadi ledakan.

“Ledakan kosmik yang kuat tidak dapat diabaikan untuk keberadaan kehidupan di galaksi kita sepanjang sejarah kosmiknya. Peristiwa ini telah memainkan peran dalam membahayakan kehidupan di sebagian besar Bima Sakti,” kata penulis utama studi dari Universitas Insubria, Riccardo Spinelli, mengutip Live Science.

Selain menemukan titik api paling mematikan, para astronom juga mengidentifikasi tempat teraman sepanjang sejarah galaksi yang diprediksi telah ada sejak 11 miliar tahun yang lalu. Hasilnya menunjukkan bahwa Bumi, tempat manusia tinggal saat ini berada di tepi galaksi.

Di masa muda Bima Sakti, tepi galaksi adalah hal yang sebaliknya.

Dalam penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Astronomy and Astrophysics, banyak faktor yang membuat planet bisa dihuni. Misalnya, planet harus berada di zona Goldilocks, di mana panas dan aktivitas dari bintang induknya tidak terlalu banyak atau terlalu sedikit.

Selain kondisi lokal itu, kehidupan juga harus memerangi radiasi berbahaya yang datang dari ruang antarbintang. Peristiwa kosmik yang dahsyat, seperti supernova dan semburan sinar gamma, juga mengalirkan partikel berenergi tinggi yang berbahaya dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya.

Tidak hanya dapat membunuh semua makhluk hidup, tetapi partikel-partikel fenomena itu juga dapat melucuti seluruh atmosfer planet. Setelah kejadian seperti itu, para ilmuwan percaya bahwa planet yang mengorbit sistem bintang di dekatnya akan terhapus dari kehidupan.

“Untuk planet yang sangat dekat dengan ledakan bintang, masuk akal bahwa ada sterilisasi lengkap. Di tempat yang jauh itu, kepunahan massal lebih mungkin terjadi,” kata Spinelli.

Para penulis menulis dalam penelitian tersebut bahwa ledakan sinar gamma di dekat Bumi mungkin telah memainkan peran utama dalam peristiwa kepunahan massal Ordovisium sekitar 450 juta tahun lalu, yang terbesar kedua dalam sejarah Bumi.

Meskipun tidak ada bukti konkret yang mengaitkan ledakan sinar gamma tertentu dengan peristiwa kepunahan itu, para penulis berpikir hal itu mungkin terjadi mengingat posisi Bumi di galaksi.

Melansir Wion, tepi Bima Sakti adalah tempat teraman untuk perkembangan kehidupan sejak lebih dari enam miliar tahun yang lalu. Wilayah itu terlindung dari ledakan paling dahsyat di alam semesta, yaitu semburan sinar gamma dan supernova.

Para astronom menyampaikan supernova dan sinar gamma terkait dengan siklus hidup dan kematian bintang.

Supernova terjadi ketika sebuah bintang yang jauh lebih masif dari Matahari mencapai akhir hidupnya dan meledak atau ketika katai putih, sisa-sisa bintang yang kurang masif, seperti Matahari, meledak setelah bertambahnya massa dari pasangannya dalam sistem biner.

Sinar gamma adalah kilatan kuat radiasi energi tinggi yang dipancarkan ketika bintang yang sangat masif dan berputar cepat mati, atau ketika dua bintang neutron, atau bintang neutron dan lubang hitam, kedua sisa bintang masif bergabung.

Astrofisikawan di Arizona State University, Steven Desch berharap penelitian baru itu dapat membantu para astronom memutuskanmencari exoplanet yang dapat dihuni. Namun, dia mengaku untuk saat ini belum ada teknologi yang mampu secara akurat menemukan tempat exoplanet yang tepat.

Sumber; CNNIndonesia

Previous Post

Rupiah Menguat Rp14.520 Usai Libur Paskah

Next Post

Vaksinasi Petugas Pelayanan Publik di Aceh Baru 9,1 Persen

Next Post
Oposisi Presiden Brazil Buat Vaksin Covid Sendiri

Vaksinasi Petugas Pelayanan Publik di Aceh Baru 9,1 Persen

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

YARA Desak Usut Pidana Penyelenggara Jalan di Aceh Timur, Usai Lubang Rengut Nyawa di Bagok

YARA Desak Usut Pidana Penyelenggara Jalan di Aceh Timur, Usai Lubang Rengut Nyawa di Bagok

26/03/2026
Gagal Menangkan Mualem–Dek Fad di Bireuen, Peneliti: Pergantian Abang Samalanga Demi Masa Depan PA

Gagal Menangkan Mualem–Dek Fad di Bireuen, Peneliti: Pergantian Abang Samalanga Demi Masa Depan PA

26/03/2026
Dinilai Angkuh Dan Minim Empati: Bupati Aceh Selatan Diminta Segera Copot Kadiskes Aceh Selatan

Dinilai Angkuh Dan Minim Empati: Bupati Aceh Selatan Diminta Segera Copot Kadiskes Aceh Selatan

26/03/2026
Komisi III DPR RI Ultimatum Polisi: Hancurkan Jaringan Narkoba & Judi Online di Aceh Utara

Komisi III DPR RI Ultimatum Polisi: Hancurkan Jaringan Narkoba & Judi Online di Aceh Utara

26/03/2026
Kapolres Pidie Minta Pengunjung Objek Wisata Jaga Keselamatan

Dinas Kesehatan Pantau Lokasi Wisata Pantai di Aceh Besar

26/03/2026

Terpopuler

Jadi Daerah Basis Mualem-Dekfadh, Anggaran Dayah untuk Aceh Utara Kalah Jauh dari Bireuen di APBA 2026

Jadi Daerah Basis Mualem-Dekfadh, Anggaran Dayah untuk Aceh Utara Kalah Jauh dari Bireuen di APBA 2026

26/03/2026

Gagal Menangkan Mualem–Dek Fad di Bireuen, Peneliti: Pergantian Abang Samalanga Demi Masa Depan PA

Komisi III DPR RI Ultimatum Polisi: Hancurkan Jaringan Narkoba & Judi Online di Aceh Utara

Astronom Temukan Tempat Teraman Tinggal di Bima Sakti

Dinilai Angkuh Dan Minim Empati: Bupati Aceh Selatan Diminta Segera Copot Kadiskes Aceh Selatan

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com