Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Junta Myanmar Jerat 19 Dokter Dituduh Hasut Demo Tolak Kudeta

Admin1 by Admin1
15/04/2021
in Internasional
0
Ibu dan Siswa Tewas, Jumlah Korban Militer Myanmar 238 Orang

Foto ilustrasi. Korban junta militer Myanmar. (REUTERS/STRINGER)

Jakarta – Junta militer Myanmar menjerat 19 dokter pegawai negeri sipil sebagai tersangka karena dituduh menghasut masyarakat untuk mengikuti aksi unjuk rasa dan membangkang terhadap pemerintah.

Di antara yang dijerat adalah pejabat di Kementerian Kesehatan Myanmar dan beberapa pengawas medis di seluruh negara itu.

Para dokter yang menjadi tersangka itu bertugas di rumah sakit pemerintah di wilayah Naypyitaw, Yangon, Mandalay, Sagaing, Tanintharyi dan negara bagian Shan serta Kachin.

Mengutip The Irrawaddy, junta militer menuduh para dokter menghasut tenaga kesehatan pemerintah untuk terlibat dalam gerakan membangkang terhadap pemerintah. Selain itu, mereka juga dituduh mendukung Komite Perwakilan Parlemen Pyidaungsu Hluattaw (CRPH) yang berisi para politikus oposisi.

CRPH didirikan oleh anggota parlemen dari Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) sebagai pemerintah yang terpilih dalam Pemilu pada November tahun lalu.

Seluruh dokter itu dijerat dengan pasal 505 (a) Kitab Undang-undang Hukum Pidana Myanmar. Jika terbukti bersalah, mereka terancam hukuman tiga tahun penjara.

Menurut undang-undang, pasal 505 (a) dibuat junta militer sejak kudeta 1 Februari.

Para dokter itu menjadi sasaran rezim militer sejak ratusan petugas kesehatan di Yangon dan Mandalay memprakarsai gerakan pembangkangan terhadap pemerintah pada 3 Februari sebagai bentuk protes atas penggulingan pemerintah terpilih.

Puluhan ribu pegawai negeri dan pekerja sektor swasta di seluruh Myanmar bergabung dengan aksi itu. Mereka memutuskan mogok kerja dari lembaga pemerintah, kementerian, rumah sakit dan bank.

Juru bicara junta militer Myanmar, Zaw Min Tun, menuduh para dokter membunuh pasien dengan darah dingin sejak mereka mogok kerja. Namun, para dokter yang mendukung aksi demo memberikan pengobatan gratis bagi pasien yang rekam medisnya disimpan di rumah sakit pemerintah dan di klinik swasta.

Pada 6 April, pasukan keamanan junta menyerbu rumah ahli bedah tulang, Prof. dr. Kyaw Min Soe, di Kotapraja Mayangone, Yangon. Kyaw Min juga seorang profesor di Universitas Kedokteran, Yangon yang pernah terlibat dalam gerakan pembangkangan sipil.

Menurut saksi, tangan sang profesor diikat di belakang punggungnya selama penangkapan, dan tas hitam diletakkan di atas kepalanya. Ia lalu diseret dari kediamannya oleh tentara dan polisi.

Kyaw Min Soe dilaporkan merawat orang-orang yang terluka dalam unjuk rasa. Diduga ia menjadi sasaran karena hal itu.

Akan tetapi ada juga spekulasi bahwa ia ditangkap karena kedekatannya dengan dr. Zaw Wai Soe, tokoh aksi demo yang pernah diangkat sebagai pejabat di tiga kementerian oleh CRPH.

Seorang tenaga kesehatan lainnya, dr. Maw Maw Oo yang merupakan Kepala Departemen Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Yangon, ditangkap pada 12 April. Dia juga merawat para pengunjuk rasa yang terluka akibat bentrokan dengan aparat keamanan saat demonstrasi.

Pada Selasa (13/4) lalu, junta militer mengancam akan mencabut izin klinik dan rumah sakit swasta yang mogok kerja. Selain itu, pemilik klinik dan rumah sakit swasta juga akan dituntut.

Junta militer Myanmar terus mengancam tenaga medis yang merupakan pegawai negeri sipil bakal ditangkap jika melakukan praktik di klinik dan rumah sakit swasta.

Berdasarkan catatan lembaga Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP), hingga Selasa lalu, sebanyak 3.075 orang dari berbagai kalangan ditangkap sejak kudeta.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Satgas BLBI Tagih Utang Obligator di Atas Rp50 Miliar

Next Post

Kisah Gadis Aceh Menikahi Pria Turki

Next Post
Kisah Gadis Aceh Menikahi Pria Turki

Kisah Gadis Aceh Menikahi Pria Turki

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Al- Farlaky Instruksikan Camat Gercep Data Ulang UMKM Terdampak Banjir

Al- Farlaky Instruksikan Camat Gercep Data Ulang UMKM Terdampak Banjir

03/04/2026
Lantik KPN Kuala Simpang, KPT Banda Aceh Pesankan Jaga Semangat dan Kebersamaan

Lantik KPN Kuala Simpang, KPT Banda Aceh Pesankan Jaga Semangat dan Kebersamaan

03/04/2026
Kejari Aceh Barat Eksekusi Anggota DPRA ke Lapas Kelas II A Banda Aceh

Kejari Aceh Barat Eksekusi Anggota DPRA ke Lapas Kelas II A Banda Aceh

03/04/2026
JKA Dikebiri: Syahwat Politik di Atas Piring Orang Sakit

JKA Dikebiri: Syahwat Politik di Atas Piring Orang Sakit

03/04/2026
Sambut Pendemo, Bupati Al-Farlaky Jawab Lugas dan Tegas Tuntutan Massa

Sambut Pendemo, Bupati Al-Farlaky Jawab Lugas dan Tegas Tuntutan Massa

03/04/2026

Terpopuler

Hapus JKA = Bunuh Hak Rakyat, Fadhlullah TM Daud: Pemerintah Aceh Jangan Main Api

Hapus JKA = Bunuh Hak Rakyat, Fadhlullah TM Daud: Pemerintah Aceh Jangan Main Api

02/04/2026

Papan Bunga Pelantikan Imum Syik Seret Nama Kapolda Aceh dan Pangdam IM

Kerap Bertindak Ala Premanisme, Sekjend PAN Pijay Minta Wabup Periksa Kesehatan Mental

272 Murid SMA dan SMK Aceh Selatan Lulus SNBP 2026, Meningkat dari 2025

Rencana HUT ke-24 Abdya Didesain Jadi Penggerak Ekonomi Lokal

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com