Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Cerita Teungku Tar, dari Aksi Teror ke Petani Porang

Admin1 by Admin1
21/04/2021
in Nanggroe
0
Cerita Teungku Tar, dari Aksi Teror ke Petani Porang

Suasana pertemuan antara Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Sumirating Baskoro dengan mantan narapidana terorisme, Tengku Tar, Rabu (7/4/2021).(KOMPAS.com/ IWAN BAHAGIA SP)

TAKENGON – Mukhtar Ibrahim alias Tengku Tar, mantan narapidana kasus terorisme asal Aceh, menggeluti dunia pertanian setelah bebas dari penjara.

Salah satu tanaman yang dipilihnya adalah tanaman porang.

Selain porang, Mukhtar juga menanam pepaya di Desanya di Blang Cruem, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe. Keputusannya itu pun mendapat dukungan dari Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Kolonel Inf Sumirating Baskoro.

“Kita salut kepada saudara kita ini yang begitu ulet dalam menjalankan usaha pertaniannya dalam beberapa bulan terakhir,” kata Kolonel Inf Sumirating Baskoro, kepada awak media, Jumat (9/4/2021).

Sumbang peralatan pertanian Dalam kesempatan itu, Baskoro juga memberikan bantuan kepada Mukhtar berupa alat-alat pertanian.

Dengan peralatan baru itu, harap Baskoro, Mukhtar bisa lebih efisien menanam segala macam jenis tanaman. Seperti diketahui, Mukhtar saat ini memiliki lahan kebun seluas 8.000 hektare.

Di lahan itu, Mukhtar sudah menanam 900 pohon. Dari usahanya menjadi petani, Mukhtar mengaku sudah mendapat penghasilan dua kali dalam seminggu.

Gabung GAM hingga FPI

Seperti diberitakan sebelumnya, Mukhtar atau akrab disapa Tengkur Tar, tak hanya terlibat kasus terorisme. Dirinya juga tercatat sebagai eks panglima laskar FPI. Saat itu dirinya dikenal sebagai Faruqy asal Aceh Utara.

Muhktar juga terlibat dalam aksi teror penembakan Ketua PMI Jerman dan pelemparan granat asap di Kantor United Nations Children’s Fund (Unicef) Aceh.

Selain itu, Mukhtar juga pernah bergabung denan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan juga menyandang panglima tandhim Al Qaeda Wilayah Pasee. Perjalanan di dunia terorisme terhenti setelah ditangkap pada 16 Maret 2010 di Lhoksumawe.

Sumber: kompas.com

Previous Post

2.950 Warga Aceh Kembali Ikut Vaksinasi Massal

Next Post

Pemko Banda Aceh Gelar Festival Ramadhan

Next Post
Pemko Banda Aceh Gelar Festival Ramadhan

Pemko Banda Aceh Gelar Festival Ramadhan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Pria Asal Aceh Ditangkap Usai Gagal Seledupkan Sabu 1 Kg di Bandara Silangit Tapanuli Utara

Pria Asal Aceh Ditangkap Usai Gagal Seledupkan Sabu 1 Kg di Bandara Silangit Tapanuli Utara

05/07/2026
Ketua DPRK Banda Aceh Lepas Tim SSB Barona dan Lambhuk FA ke Piala Presiden

Ketua DPRK Banda Aceh Lepas Tim SSB Barona dan Lambhuk FA ke Piala Presiden

05/07/2026
Damai, Iran Beri Keringanan Kapal Negara Sahabat Lintasi Selat Hormuz

Damai, Iran Beri Keringanan Kapal Negara Sahabat Lintasi Selat Hormuz

05/07/2026
Krak, Buruh Pabrik AC di China Lembur Gegara Eropa Dilanda Gelombang Panas

Krak, Buruh Pabrik AC di China Lembur Gegara Eropa Dilanda Gelombang Panas

05/07/2026
Dari Kampus ke Dunia Kerja: Mahasiswa Ilmu Komputer UBBG Perkuat Kompetensi Digital di BMKG Mata Ie

Dari Kampus ke Dunia Kerja: Mahasiswa Ilmu Komputer UBBG Perkuat Kompetensi Digital di BMKG Mata Ie

05/07/2026

Terpopuler

Cerita Teungku Tar, dari Aksi Teror ke Petani Porang

Cerita Teungku Tar, dari Aksi Teror ke Petani Porang

21/04/2021

Ketua DPRK Pidie Jaya: APBK Harus Jadi Mesin Pencipta Lapangan Kerja, Bukan Sekadar Anggaran Belanja

Daftar Lengkap 16 Tim Negara Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026

STAI Nusantara Buka Magister Studi Islam, Dr. Safwan: Saatnya Manuskrip Ulama Aceh Menjadi Rujukan Ilmu Pengetahuan Modern

Terkait Gaji, Guru PPPK Paruh Waktu Abdya Apresiasi Komitmen Bupati Dr. Safaruddin

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com