BLANGPIDIE – Terkait informasi tentang lalat yang sudah meresahkan warga Gampong Lhok Gajah Kecamatan Kuala Bate Kabupaten Aceh Barat Daya dan sekitarnya sejak beberapa bulan yang lalu hingga kini. Dengan sigap Dandim Abdya menggelar rapat terbatas dengan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Abdya, Camat Kuala Bate, para Keuchik dan team pengelola kandang ayam di kantor dinas setempat, Rabu (19/05/2021).
Dalam rapat kordinasi tesebut Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Drh.Nasruddin mengatakan bahwa pihaknya telah turun dan melihat langsung ke lapangan tempat di mana kandang ayam yang diduga penyebab banyaknya lalat yang menyebar ke pemukiman penduduk tersebut.
“Setelah kita melakukan survei kelapangan, data kandang yang kita peroleh ada 6 unit, atas 4 orang pemilik kandang. Al hasil, survei dilapangan dapat kita simpulkan bahwa kurangnya manajemen dalam pemeliharaan ternak termasuk dalam penggunaan obat-obatan, penyamprot obat, disinpektan yang belum maksimal,” kata Nasruddin.
Sambung Nasruddin, tanah yang ada di bawah kandang seharusnya ditinggikan dengan tanah dasar kandang untuk mengantisipasi becek, selain itu juga harus mengunakan alat penyerapan air seperti tanah pasir dan debu.
“Kewenangan Dinas menyurati pengelola ayam, agar jagan memasukkan ayam sebelum dilakukan pencegahan diatas. Untuk Petugas peternakan lebih aktif lagi melaksanakan pengawasan di lapangan” ucapnya.
Dandim Abdya, Letkol Inf Arip Subagiyo pada kesempatan itu juga menyampaikan bahwa, untuk penanganan Covid-19 kita semua dituntut untuk melakukan keselarasan taraf ekonomi masyarakat.
“Terkait Covid-19 kita dituntut untuk peningkatan taraf perekonomian masyarakat, dengan itu kita tetep harus selaras dengan kehidupan lainnya. Jagan karena untuk meningkatkan taraf ekonomi, faktor kesehatan seperti lalat itu kita abaikan. ini juga menyangkut kesehatan bersama,” kata Arip Subagiyo.
Dandim Abdya itu juga mengapresiasi giat usaha yang sedang berkembang di daerah Abdya saat ini, namun bagi para pengusaha tetap memperhatikan sistem kerjanya, jagan sampai ada efeknya pada orang lain seperti lalat.
“Untuk jangka panjang perlu adanya pertemuan dan evaluasi dengan peternak yang ada, terutama antara dinas dengan pengusaha peternak di lapangan,” ungkapnya.
Selain itu, lanjut Dandim. Harus ada komunikasi yang singkron antara Dinas dengan mitra atau pengusaha, dan teknisnya lagi, ada asosiasi atau dibuat perkumpulan untuk saling mengingatkan atau tukar pikiran untuk kebersamaan. Kita juga minta perseolan lalat ini harus segara teratasi,” pungkasnya.
Adapun hasil dari rapat kordinasi tersebut adalah seperti Melakukan penyemprotan di kandang, dan pada pemukiman yang diserang. Di saat penyemprotan di pemukiman, kotoran dikerok, membuang kotoran ketempat yang aman. Proses pengerokan harus siap pada tanggal 22 Mai mendatang. Para Forkopimcam Kuala Batee mengawasi proses tersebut dengan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat.
Reporter: Rusman










