Jantho – Rangkaian Webinar sebagai bagian dari Gerakan Nasional Literasi Digital yang pada 20 Mei 2021 lalu telah dibuka oleh presiden Jokowi kembali bergulir. Kali ini di Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, dengan mengusung tema “Peluang dan Tantangan Bisnis Online di Era Digital”.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 23 Juni 2021 pukul 14.00–17.00 WIB ini mengupas tentang potensi bisnis online untuk digeluti masyarakat.
Pada webinar yang menyasar target segmen mahasiswa, pelaku UMKM, dan masyarakat umum ini sukses dihadiri oleh 487 peserta secara daring. Hadir dan memberikan materinya secara virtual, para narasumber berkompeten di bidangnya, yakni Operational Manager PT Mega Laras Lestari, Asrul Sani; Praktisi Komunikasi Digital, Tengku Adri Muslim; Profesional IT & Akademisi, Hendra Fajri Bukhari; serta Founder & CEO Aplikasi Muslimlife, Tri Wahyuni. Tampil sebagai key opinion leader adalah Mega Novelia (Sensory Class-Event-Workshop Rumah Mandar, Owner Baju anak @mimema_kids). Hadir pula selaku keynote speaker Dirjen Aptika Kementerian Kominfo, Samuel A Pangerapan.
Pada sesi pertama tampil Asrul Sani menyampaikan materi “Mengenal Jenis Usaha di Dunia Digital”. Sisi positif dalam menggunakan media sosial di antaranya, berjualan online, dapur online, medsos sebagai sarana belajar, travelers online dan sebagainya. Platform-platform seperti Facebook, Instagram, WhatsApp, dan YouTube merupakan media sosial yang dapat digunakan untuk berjualan online. Sedangkan marketplace yang dapat digunakan untuk memasarkan yaitu Tokopedia, Shopee, Lazada, Bukalapak, JD.id, dan sebagainya.
Tengku Adri Muslim tampil sebagai pembicara kedua menyampaikan materi tentang “Keamanan Transaksi Online”. Piranti digital harus aman karena di dalam perangkat digital kita biasanya terdapat berbagai data seperti foto, data pribadi, nomor kontak, data email, mobile banking, dan sebagainya. Kejahatan internet seperti pornografi, perjudian, hoax, penipuan, dan sebagainya serta ancaman internet seperti spam, spyware, malware, phishing, dan lain-lain.
Adri mengatakan, berdasarkan data e-commerce, Indonesia adalah peringkat tertinggi di dunia dengan 88,1%. Ragam sistem pembayaran elektronik di antaranya e-money, e-wallet, dan kartu kredit. Tips keamanan e-wallet yaitu isi data dengan benar, setting dan aktifkan sistem keamanan yang telah disediakan oleh platform e-wallet yang tersedia.
“Kemudian pada kartu kredit, lakukan transaksi hanya pada merchant yang menggunakan payment gateway yang terpercaya,” ujar Adri.
Sebagai pembicara ketiga tampil Hendra Fajri Bukhari dengan materi tentang industri kreatif yang menurutnya adalah proses penciptaan, kreativitas, dan ide dari seseorang atau sekelompok orang yang dapat menghasilkan sebuah karya, tanpa mengeksploitasi sumber daya alam. Serta dapat dijadikan produk ekonomi yang menghasilkan. Industri kreatif digital adalah suatu industri kreatif yang menggunakan unsur digital. Pada saat pandemi terdapat beberapa keunggulan di antaranya biaya murah, berbasis portofolio, kerja online/remote dan pasar global. Peluang dan tantangannya yaitu arah kebijakan, dunia kerja dan fenomena Covid-19.
Pembicara keempat Tri Wahyuni menyampaikan materi tentang membangun bisnis digital ala milenial. Menurutnya the real marketer yaitu adalah menemukan ‘apa yang dibutuhkan’. Kemudian be proactive yaitu berusaha menciptakan peluang, selalu update dengan berusaha terus relevan bagi pasar. Digital adalah kunci, namun harus tetap waspada. Dalam bisnis online yang paling mahal adalah data customer.
“Key success dalam penjualan online adalah fokus pada market khusus. Contohnya fokus pada pencinta produk-produk Korea dan sebagainya. Kenali dulu customer yang akan dituju dan kemudian suka dulu dan barulah berjualan,” kata Tri.
Mega Novelia sebagai key opinion leader dalam webinar kali ini menuturkan perlunya inovasi produk. Tidak bisa hanya satu produk yang diunggulkan. Dan yang paling utama yaitu mencari berkah. Jika sudah sesuai dengan aturan syariat insya Allah rezeki akan mengalir. Modal bisnis online adalah kepercayaan, maka jagalah kepercayaan customer.
Para peserta mengikuti dengan antusias seluruh materi yang disampaikan dalam webinar ini, terlihat dari banyaknya tanggapan dan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada para narasumber. Salah satu pertanyaan menarik datang dari Dita Maulidya Putri. Ia bertanya bagaimana mengatasi penjualan di masa sekarang ini mengalami penurunan. Pertanyaan ini dijawab Asrul Sani. Menurutnya untuk penjualan offline memang mengalami penurunan namun untuk penjualan online meningkat.
“Agar terus stabil kita harus memberikan inovasi-inovasi pada produk dan cara pemasaran plus membangun tim yang solid,” kata Asrul.
Webinar ini merupakan satu dari ribuan webinar yang secara simultan dan massif diselenggarakan di seluruh daerah di Indonesia. Kegiatan massif yang diinisiasi dan diselenggarakan oleh Direktorat Pemberdayaan informatika Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI ini bertujuan mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif sehingga dapat meningkatkan kemampuan kognitif-nya untuk mengidentifikasi hoax serta mencegah terpapar berbagai dampak negatif penggunaan internet.
Pengguna internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 202,6 juta jiwa. Total jumlah penduduk Indonesia sendiri saat ini adalah 274,9 juta jiwa. Ini artinya, penetrasi internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 73,7 persen.[]
Namun pada saat bersamaan, data menunjukkan bahwa indeks literasi digital Indonesia masih pada angka 3,47 dari skala 1 hingga 4. Hal itu menunjukkan indeks literasi digital Indonesia masih di bawah tingkatan baik. Dalam konteks inilah webinar literasi digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Kominfo RI ini menjadi agenda yang amat strategis dan krusial, dalam membekali seluruh masyarakat Indonesia beraktifitas di ranah digital.[]










