JANTHO- Persoalan sampah di Aceh Besar tak kunjung selesai. Salah satunya seperti yang terlihat di jalan menuju Lampuuk, di pinggiran jalan antara Desa Lamlhom dan Desa Lampu,uk, Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar.
Di tepi ruas jalan lingkungan tersebut disuguhi sebuah pemandangan kurang menarik, terdapat tumpukan sampah begitu berserakan di tepi jalan dan kurang terurus.
Sampah dari berbagai jenis bahan plastik seperti popok bayi, pembalut wanita maupun limbah rumah tangga, hingga sebagian sampah ada yang sudah tercecer dalam persawahan.
Salah seorang warga Lamlhom yang tidak ingin disebut namanya saat diwawancara oleh wartawan atjehwatch.com, mengatakan warga Lamlhom tidak tahu kemana harus membuang sampah.
“Minimnya tempat sampah dan tidak adanya mobil pengangkut sampah membuat warga terpaksa membuang di pingiran jalan tersebut,” katanya.
“Ini sampah warga memenuhi beberapa titik yang ada di pemukiman. Lingkungan Lamlhom dan Lampuuk terlihat kotor, apalagi ini jalan menuju ke tempat pariwisata. mereka buang kotoran apa saja,” katanya, Rabu 7 Juli 2021.
Menurutnya, ketidakpedulian Pemerintah Aceh Besar membuat warga setempat harus membuang sampah sembarangan.
“Warga meminta kepada bupati agar peduli terhadap persoalan sampah yang ada di beberapa desa di Kecamatan Lhoknga, ini sudah sangat darurat,” kata dia.
“Kalau seandainya pemerintah sudah membuat tempat sampah berskala besar dan ada mobil pengangkut sampah, saya rasa apabila warga masih punya kelakuan demikian maka wajib diberi sanksi tegas.”
Sementara salah seorang pengunjung melewati jalan tersebut ikut memberi komentar karena limbah sampah begitu mengeluarkan aroma bau dan sangat menganggu saat melalui ruas jalan tersebut.
“Sampah banyak dan bau sekali tidak nyaman saat kita mengunjugi objek wisata yang ada di Lampuuk. Untung saya pengunjung lokal, kalau seandainya ada pelancong dari luar Aceh bagaimana, betapa malunya kita sebagai orang Aceh yang daerahnya dijuluki daerah serambi mekah dan menjalankan syariat islamnya,” ujar dia.







