Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Penyekatan dan Pemeriksaan Surat Vaksin di Aceh Ingatkan Masa Konflik

Admin1 by Admin1
12/07/2021
in Nanggroe
0
Aceh Kreatif Siap Dukung Sejumlah Instansi di Aceh Selatan untuk Berbenah

BANDA ACEH – Penyekatan  dan pemeriksaan Surat vaksinisasi covid-19  yang dilakukan petugas di beberapa pos penyekatan di Aceh mengingatkan masyarakat Aceh pada masa konflik.

“Secara tidak langsung upaya penyekatan untuk kendaraan lintas kabupaten/kota di Aceh seperti yang di lakukan di  Pos penyekatan Leupeung dan lainnya mengingatkan kita masyarakat Aceh kepada masa-masa konflik. Pada di masa konflik masyarakat yang melintas wajib membawa KTP merah putih dan harus menunjukkannya ketika pemeriksaan oleh aparat di pos-pos, saat ini masyarakat yang melintas diwajibkan untuk membawa surat atau kartu vaksin. Seakan-akan kartu/surat bukti vaksin saat ini menyangkut dengan nyawa seseorang, sama seperti KTP merah putih di masa konflik,”ungkap ketua Yayasan Aceh Kreatif (AK) Delky Nofrizal Qutni kepada media, Senin 12 Juli 2021.

Menurut Delky, pengaktifan posko penyekatan sebagaimana termaktub dalm instruksi gubernur nomor 12 tahun 2021 tanggal 6 Juli 2021 tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro terlalu lebay.

“Terkesan ada pemaksaan dari Gubernur Aceh bahwa setiap masyarakat harus vaksin. Padahal yang patut diingatkan oleh Gubernur Aceh, bukannya masyarakat tidak mau untuk vaksin, namun masyarakat malah berpikir dan mengambil ikhtibar dari Gubernur Aceh sendiri yang terlihat sangat rajin vaksin malah terkena long covid-19 ketika KPK ke Aceh. Sehingga menunjukkan ikut melakukan vaksinisasi atau tidak sama saja, tidak menghindarkan masyarakat dari Covid-19. Terlepas bahwa ada rumor bahwa long covid-19 untuk menghindari penyelidikan KPK, namun sebagai publik figur di Aceh, kondisi Gubernur Nova Iriansyah tersebut memberi kesan tersendiri di masyarakat,” katanya.

Delky menyarankan agar pemerintah Aceh tidak melakukan pemaksaan dalam hal vaksinisasi, namun bagaimana membangkitkan kesadaran dan antusias masyarakat untuk mengikuti Vaksinisasi.

“Penyekatan yang dilakukan melalui pos-pos dengan menyuruh penumpang dan pengemudi angkutan itu terkesan sebagai bentuk pemaksaan. Padahal kondisi Covid-19 di Aceh tidak seperti di Jawa dan Bali. Ini kan aneh, mestinya Gubernur punya cara yang lebih menarik perhatian masyarakat untuk melakukan vaksin tanpa main paksa-paksa gitu,”ujarnya.

Mantan Kabid Advokasi Forum Paguyuban Mahasiswa dan Pemuda Aceh (FPMPA) itu menyebutkan, Gubernur Aceh harus menyadari bahwa masyarakat sudah lelah dengan hal-hal yang berbau pemaksaan seperti itu. Apalagi WHO pun melarang adanya bentuk pemaksaan terkait Vaksinisasi.

“Masyarakat Aceh sudah lelah 30 tahun dalam konflik, jangan lagi ada pemaksaan semacam itu yang mengingatkan masyarakat kepada masa konflik. Ajak masyarakat ikut vaksin dengan lebih elegan, misalkan dengan memberi doorprize dan sebagainya. Bukan main paksa-paksa bung, justru malah menghadirkan ketidakpuasan yang berujung perlawanan dari rakyat nantinya. Bikin kebijakan yang rasional dan menggugah hati rakyat bukan mengada-ngada,” kata dia.

Previous Post

MPO Desak DPRA Gunakan Kewenangan Untuk Bongkar Skandal Appendix

Next Post

Tingkatkan Mutu Pendidikan, Dayah DQA Gelar Workshop Kurikulum

Next Post

Tingkatkan Mutu Pendidikan, Dayah DQA Gelar Workshop Kurikulum

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Krak, Kurir Narkoba di Nagan Ditangkap Saat COD, Ganja Diumpetin di Semak-semak

Krak, Kurir Narkoba di Nagan Ditangkap Saat COD, Ganja Diumpetin di Semak-semak

04/08/2026
Ohku, Seorang Guru Ngaji di Aceh Timur Divonis Derita Tumor

Ohku, Seorang Guru Ngaji di Aceh Timur Divonis Derita Tumor

04/08/2026
Karhutla di Aceh Barat Hanguskan 8 Hektare Lahan

Kebakaran di Aceh Barat Meluas ke 6 Kecamatan dan Musnahkan 21 Ha Lahan

04/08/2026
Api Hanguskan Kantor Dewan Guru Dayah di Kuta Baro

Api Hanguskan Kantor Dewan Guru Dayah di Kuta Baro

04/08/2026
Kakanwil Kemenag Aceh Serahkan Zakat Penghasilan Pegawai pada Baitul Mal

Kakanwil Kemenag Aceh Serahkan Zakat Penghasilan Pegawai pada Baitul Mal

04/08/2026

Terpopuler

Di Tengah Tuntutan Dua Bulan Penjara, IKA Unigha Desak Restorative Justice untuk Dua Mahasiswa

Di Tengah Tuntutan Dua Bulan Penjara, IKA Unigha Desak Restorative Justice untuk Dua Mahasiswa

02/08/2026

Dari Atu Singkih ke Lembah Tidar: Alumnus Al Zahrah Lulus Akmil Setelah 3 Kali Gagal

Kapolres Pidie Jaya Kritik Evaluasi SKPK: Jangan Bicara Tanpa Data, Rakyat Berhak Tahu Kinerja Pemerintah

Lima Tahun Bertahan Tanpa Orang Tua, Lima Bersaudara di Pidie Jaya Pernah Dua Hari Menahan Lapar

Jaksa Masuk Inspektorat Pidie Jaya, Advokat: Legalitas Bukan Jaminan Pengawasan Bebas Intervensi

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com