Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

AS Ingin Bangun Pangkalan Mata-mata di Inggris

Admin1 by Admin1
18/07/2021
in Internasional
0

WASHINGTON – Amerika Serikat (AS) tengah berupaya membangun pangkalan mata-mata di Inggris guna menyelidiki ruang angkasa dan memantau setiap upaya negara-negara seperti Rusia atau China untuk menyerang satelit vital yang mengorbit Bumi.

Menggunakan teknologi radar yang dapat mengidentifikasi objek seukuran bola hingga jarak 36.000 kilometer, fasilitas yang luas ini juga dapat memindai potongan-potongan puing ruang angkasa yang tidak terlalu berbahaya, tetapi sama merusaknya, yang juga dapat menghancurkan satelit jika mereka bertabrakan.

Seorang perwira Angkatan Luar Angkasa AS mengatakan bahwa konsepnya adalah membangun tiga pangkalan radar di seluruh dunia, termasuk satu yang berpotensi di Skotlandia atau di Inggris selatan.

Dua situs lainnya tampaknya berada di Texas, AS dan di Australia. Targetnya, pangkalan pertama akan beroperasi pada 2025.

“Ini perlu karena kami ingin melacak target yang dapat mengancam sistem kami yang berada di orbit geosinkron,” kata Letnan Kolonel Jack Walker.

“Itu bisa berupa satelit atau hanya puing-puing dari badan roket dari peluncuran lain,” imbuhnya seperti dikutip dari Sky News, Minggu (18/7/2021).

Setiap situs melingkar untuk sistem radar AS yang baru – disebut Deep Space Advanced Radar Capability (DARC) – akan memiliki diameter satu kilometer dan menampung hingga enam antena piringan besar – membentang sepanjang 15 meter – yang akan mengirimkan energi ke luar angkasa.

Sinyal energi kemudian akan kembali ke Bumi dan direkam dalam kelompok hingga 10 piringan berukuran sama di lokasi terpisah terdekat yang dirancang untuk menerima data.

“Anda memiliki antena pengirim dan Anda memiliki antena penerima,” terang Walker, yang bekerja sebagai manajer program untuk kemampuan lanjutan di direktorat program khusus Angkatan Luar Angkasa AS.

Dia berbicara di Pusat Sistem Luar Angkasa dan Rudal AS di Los Angeles selama kunjungan Menteri Pertahanan Inggris, Ben Wallace, dan dua kepala militer Inggris.

Kepala Angkatan Udara Inggris, Marsekal Udara Sir Mike Wigston, memberikan gambaran tentang ancaman di luar angkasa, dengan negara-negara tertentu mengembangkan laser yang dapat ditembakkan dari Bumi ke sasaran di orbit, atau satelit musuh yang sengaja dipindahkan ke jalur orang lain.

“Saya akan mengatakan bahwa kita perlu mempersiapkan potensi untuk mempertahankan infrastruktur penting kita di luar angkasa,” katanya kepada Sky News.

“Saat ini, ada negara-negara seperti Rusia dan China yang sedang melakukan sesuatu, mengembangkan sistem yang menjadi ancaman bagi satelit yang kita andalkan dalam kehidupan kita sehari-hari,” ia menambahkan.

Misalnya, konstelasi Sistem Pemosisian Global (GPS) Amerika dari 31 satelit menyediakan navigasi penting dan informasi pelacakan waktu kepada orang-orang, pemerintah, dan perusahaan di seluruh planet ini.

Mengambil satelit seperti ini akan berdampak pada ponsel, bank, dan bahkan rantai logistik yang memastikan pasokan medis ada di rumah sakit dan makanan ada di supermarket.

“Saya pikir kebanyakan orang dalam populasi mungkin tidak memahami ketergantungan mereka pada ruang dalam kehidupan sehari-hari mereka,” ujar Wigston.

Wallace, yang melakukan kunjungan selama seminggu ke AS, mengatakan Inggris berfokus pada mempertahankan diri di luar angkasa daripada mengembangkan senjata luar angkasa untuk meluncurkan serangan seperti musuh-musuhnya.

Tetapi ruang angkasa dipandang sebagai domain perang.

Pada pertemuan puncak NATO di Brussels bulan lalu, Inggris dan sekutunya mengisyaratkan bahwa serangan di luar angkasa dapat memicu perang di Bumi.

“Saya tidak berpikir akan ada perang mandiri di luar angkasa,” kata Menteri Pertahanan Inggris dalam sebuah wawancara di pusat luar angkasa.

“Ini tidak akan seperti Star Wars atau Moonraker dengan laser yang menembak ke mana-mana…Saya menduga dalam konflik besar, aset ruang angkasa akan menjadi sasaran. Jadi kita harus berinvestasi dan bersiap hari ini untuk memastikan kita memiliki alternatif,” sambungnya.

Inggris telah menjadi tuan rumah sejumlah pangkalan mata-mata dalam kemitraan dengan Amerika Serikat seperti RAF Fylingdales di Snod Hill di North York Moors.

Stasiun radar itu dapat memindai hingga sekitar 5.000 kilometer dan menyediakan sistem peringatan dini untuk rudal balistik yang masuk.

Ditanya tentang prospek pangkalan mata-mata luar angkasa di Inggris, juru bicara Kementerian Pertahanan mengatakan: “Kemampuan radar baru ini berpotensi membuat ruang angkasa lebih aman dan terlindungi, membantu melindungi sistem satelit kami dengan melacak dan memantau objek.”

“Kami sedang menjajaki kemitraan potensial kami dengan AS di DARC dan diskusi sejauh ini positif,” tukasnya.

Sumber: sindonews.com

Previous Post

Ngeri, Mendagri Tegur Keras Gubernur Aceh Terkait Realisasi APBA

Next Post

NASA Temukan Sistem Misterius di Bawah Antartika Terhubung ke Seluruh Bumi

Next Post
NASA Temukan Sistem Misterius di Bawah Antartika Terhubung ke Seluruh Bumi

NASA Temukan Sistem Misterius di Bawah Antartika Terhubung ke Seluruh Bumi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Perumdam Pidie Hentikan Suplai Air Dua Hari, Bersihkan Intake dan Tekan Kebocoran

Perumdam Pidie Hentikan Suplai Air Dua Hari, Bersihkan Intake dan Tekan Kebocoran

04/06/2026
Dua Rumah di Pinangan Aceh Tengah ‘Dilalap’ Sijago Merah

Dua Rumah di Pinangan Aceh Tengah ‘Dilalap’ Sijago Merah

04/06/2026
Kementerian PU Tangani Huntara Rusak Diterjang Angin di Aceh Utara

Kementerian PU Tangani Huntara Rusak Diterjang Angin di Aceh Utara

04/06/2026
Mualem Sambut Kunjungan Silaturahmi Pimpinan MPU Aceh

Mualem Sambut Kunjungan Silaturahmi Pimpinan MPU Aceh

04/06/2026
Sekda Aceh Apresiasi Peluncuran Buku ‘Polda Aceh Meutuah’

Sekda Aceh Apresiasi Peluncuran Buku ‘Polda Aceh Meutuah’

04/06/2026

Terpopuler

Nyan, Pidie Jaya Raih Peringkat Dua Pengelolaan KDMP Terbaik di Aceh

Nyan, Pidie Jaya Raih Peringkat Dua Pengelolaan KDMP Terbaik di Aceh

01/06/2026

Para Pejabat dan Kepala Puskesmas di Abdya Resmi Dilantik, Berikut Daftar Lengkapnya

23 Tahun Wafat, Pengaruh Abu Muhammad Ali Alfalaki Tetap Hidup: Ribuan Jamaah Padati Haul di Teupin Raya

Bertemu DPR RI dan Mendagri, Aliansi PPPK PW Minta Presiden Perhatian Nasibnya

Kata-Kata Dadan Hindayana Usai Dicopot dari Kepala BGN

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com