JALAN Simpang Tujuh Ulee Kareung menuju Desa Lamreung terlihat sepi pada Senin malam 2 Agustus 2021.
Kawasan tersebut pernah menjadi tempat tongkrongan favorit kaula muda pada 2005, usai tsunami, hingga 2009. Namun kemudian meredup usai menjamurnya sejumlah warung kopi dengan fasilitas wifi gratis di berbagai sudut kota Banda Aceh.
Sebuah rumah makan dengan baliho lumayan besar bertuliskan ‘Tabarak Resto Arab’ terpajang di sisi kiri.
Sama seperti namanya, suasana timur tengah terasa amat kental di sana.
Beberapa mobil terparkir rapi. Demikian juga dengan sepeda motor. Konon Tabarak Resto Arab kini jadi lokasi kuliner yang jadi favorit baru di Banda Aceh.
Selain suasana yang nyaman, Tabarak Resto juga menyajikan kuliner ‘raja’ dengan harga kaki lima. Hal ini pula yang membuat resto tersebut kian ramai diminati warga.

“Di sini biasanya ramai pada Sabtu malam atau Minggu malam,” kata Owner Tabarak Resto, Ustadz Muhammad Ikhsan, kepada atjehwatch.com saat berkunjung ke sana.
Ya, Tabarak Resto Arab memang masih terbilang baru di Banda Aceh.
“Sekitar 7 bulanan. Sebahagian fasilitasnya masih rehab untuk membuat pengunjung nyaman,” kata alumni Al-Azhar yang memiliki jiwa wirausaha tinggi ini.
Menu andalan di Tabarak Resto adalah nasi briyani dengan berbagai pendamping seperti seafood, ikan serta daging.
Menu inilah yang kami coba pada Senin malam tadi.
“Rasanya luar biasa,” kata Zulfikar, salah seorang pengunjung di sana.
“Tak kalah dengan restoran mahal di Jakarta,” ujar dia lagi.
Ada juga jus kurma serta aneka makanan timur tengah lainnya.
Menurut Muhammad Ikhsan, resto miliknya tersebut selama ini juga menerima pesanan online melalui Grab Food. Pesanan pun lumayan tinggi dari hari ke hari.
“Kita coba menjaga kualitas serta ras yang khas dengan lidah Aceh,” kata dia.
“Yang paling penting, harganya terjangkau oleh masyarakat umum. Apalagi sekarang sedang pandemi,” ujarnya lagi.
Penasaran dengan nasi Briyani? Yuk datang langsung ke Tabarak Resto Arab di Lamreung.









