Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

IIA Gelar Diskusi Membedah Argumentasi Pelarangan Ilmu Kalam

Admin1 by Admin1
06/08/2021
in Nanggroe
0
Banda Aceh – Lembaga Islamic Institute Of Aceh (IIA) menggelar diskusi stigma miring atas Ilmu kalam yang membedah argumentasi pelarangan belajar ilmu kalam dan kaintannya dengan akidah.  Kegiatan ini berlangsung secara daring, Pada Kamis Malam, (05/08/2021).
Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama Islamic Institute of Aceh (IIA) dengan Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT), Akrab dan Bersama Institute. Diskusi yang dimulai pada Pukul 20.45 Wib tersebut dipantu oleh moderator, Fitra Ramadhani, Alumni Akidah dan Filsafat,  Universitas Al-Azhar Kairo.
Diskusi ini menghadirkan pembicara tunggal, yang diisi oleh DR. Tgk. Amri Fatmi, Lc. MA, yang memaparkan tantang pentingnya mempelajari ilmu kalam. Pada kesempatan itu Amri Fatmi menjelaskan bahwa di Al-Azhar Ilmu kalam diajarkan sama dengan Ilmu tauhid atau ilmu akidah, ushuluddin, meski berbeda nama dalam penyebutan namun hakikatnya adalah sama.
Tema yang mencuat tentang ilmu kalam adalah pembahasan kalamullah, atau mereka yang membuat syubhat menulis dengan al-kalam fi kadza, yang udah menjadi tradisi dalam penulisan mereka. Sehingga tampak ilmu kalam itu sangat mengerikan sekali. Jadi tujuan pelarangannya untuk menjaga agar orang awam tidak terjerumus ke dalam syubhat mereka.
“Kalau misalnya kita menolak bahwa ilmu kalam itu tidak ada, atau harus kita jauhi, lalu kita belajar akidah dari mana? Dari ilmu mana? Kalau kita menganggap ilmu tauhid, ilmu akidah, dan ilmu ushuluddin itu sama, sekarang ada pelarangan terhadap ilmu kalam, memangnya ilmu kalam itu bukan ilmu tauhid? Ilmu kalam bukan ilmu akidah? Ilmu kalam bukan ilmu ushuluddin? Kalau kita terima ini adalah ilmu yang satu, lalu kita buang ilmu kalam dan ilmu ini semua, maka kita belajar akidah -yang bukan masalah fikih-, kembali kepada ilmu apa? Kembali kepada al-Qur’an dan hadis? Al-Qur’an dan Hadis sumber ilmu kalam, bukan ilmu kalam itu sendiri.” kata Tgk Amri Fatmi.
Beliau melanjutkan, memang para ulama salaf seperti Imam Syafi’i misalnya, disebutkan dalam sejarah, melarang ilmu kalam. Menurutnya, seandainya  jika orang mengetahui apa yang ada dalam ilmu kalam itu, maka mereka akan lari seperti mereka lari dari pada singa. Begitu juga dengan Imam Malik, “bahwa siapa yang mencari agama ini dengan ilmu kalam maka dia menjadi zindiq.
Tgk Fahmi menjelaskan, nukilan-nukilan di atas menunjukkan bahwa pembahasan ilmu kalam pada masa Imam Syafi’i dan Imam Malik tidaklah sama dengan pembahasan ilmu kalam pada masa setelahnya.
Amri Fatmi juga menyimpulkan Ilmu kalam sebagai ilmu akidah, sebagai ilmu ushuluddin, yang sesuai dengan Al-Quran dan Sunnah dimatangkan oleh Abu Hasan Asy’ari dan Abu Manshur al Maturidi yang mampu memperkuat argumen terhadap akidah dan agama islam dan mampu mehilangkan  syubhat-syubhat yang ada. Kalau demikian adanya maka sungguh ilmu kalam ini ilmu yang sangat terpuji atau ilmu yang tidak pantas ditolak. Begitu pula pengikut Imam Syaf’i banyak mengikuti Abu Hasan Asy’ari dalam akidah, bahkan pengikut Imam Malik mayoritas berakidah Asy’ari. Jadi pelarangan ilmu kalam harus kita tempatkan pada fasenya saat ilmu itu belum matang.
Kemudian lanjutnya, bukan hanya masalah kalam yang diperbincangkan pada abad ke-2 H, ilmu hadis juga. Bahkan hadis juga merupakan penyebab munculnya pemahaman yang menyimpang, ketika belum matangnya ilmu hadis. dalam mukaddimah Takwil Mukhtalaf Hadis, Ibnu Qutaibah menyebutkan bahwa periwayatan hadis yang saling bertentangan telah menyebabkan perpecahan di kalangan ummat Islam, sehingga menjurus pada saling mengkafirkan. Namun setelah ilmu hadis matang maka ia menjadi ilmu yang sangat mulia.
“Pantas kita menyimpulkan dari pernyataan Ibnu Qutaibah di atas bahwa kita harus berhati-hati dari hadis karena hadis akan mengarahkan kita kepada pemahaman yang menyimpang?” ujarnya.
Previous Post

Wakil DPRA Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Setia Abdya

Next Post

Penjualan Kopi di Aceh Turun Selama Pandemi Covid-19

Next Post

Penjualan Kopi di Aceh Turun Selama Pandemi Covid-19

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Dari Kampus ke Dunia Kerja: Mahasiswa Ilmu Komputer UBBG Perkuat Kompetensi Digital di BMKG Mata Ie

Dari Kampus ke Dunia Kerja: Mahasiswa Ilmu Komputer UBBG Perkuat Kompetensi Digital di BMKG Mata Ie

05/07/2026
Karna Hutan Kami hidup sejahtera, Bukan Karena Tambang

Karna Hutan Kami hidup sejahtera, Bukan Karena Tambang

05/07/2026
Terkait Gaji, Guru PPPK Paruh Waktu Abdya Apresiasi Komitmen Bupati Dr. Safaruddin

Terkait Gaji, Guru PPPK Paruh Waktu Abdya Apresiasi Komitmen Bupati Dr. Safaruddin

04/07/2026
Kerja Keras Bupati Dr. Safaruddin Lobi Pusat, Petani Abdya Senyum Bahagia

Kerja Keras Bupati Dr. Safaruddin Lobi Pusat, Petani Abdya Senyum Bahagia

04/07/2026
STAI Nusantara Buka Magister Studi Islam, Dr. Safwan: Saatnya Manuskrip Ulama Aceh Menjadi Rujukan Ilmu Pengetahuan Modern

STAI Nusantara Buka Magister Studi Islam, Dr. Safwan: Saatnya Manuskrip Ulama Aceh Menjadi Rujukan Ilmu Pengetahuan Modern

04/07/2026

Terpopuler

IIA Gelar Diskusi Membedah Argumentasi Pelarangan Ilmu Kalam

06/08/2021

Ketua DPRK Pidie Jaya: APBK Harus Jadi Mesin Pencipta Lapangan Kerja, Bukan Sekadar Anggaran Belanja

Daftar Lengkap 16 Tim Negara Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026

Ohku, Kas Ada Tapi Gaji Belum Cair: Tunggakan Aparatur Gampong Pidie Jaya Capai Rp14,4 Miliar

STAI Nusantara Buka Magister Studi Islam, Dr. Safwan: Saatnya Manuskrip Ulama Aceh Menjadi Rujukan Ilmu Pengetahuan Modern

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com