Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Taliban Bunuh Anggota Keluarga Jurnalis Deutsche Welle

Admin1 by Admin1
21/08/2021
in Internasional
0
Taliban Bunuh Anggota Keluarga Jurnalis Deutsche Welle

Seorang anggota Taliban berjaga saat orang-orang berjalan di pintu masuk Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul, Afghanistan, 16 Agustus 2021. Diketahui sebelumnya Taliban menggunakan senapan AK-47, tetapi kini pasukan tersebut telah menggunakan senjata milik Amerika Serikat M16. REUTERS/Stringer

Jakarta – Anggota Taliban, yang memburu seorang jurnalis dari Deutsche Welle, telah menembak mati satu anggota keluarga jurnalis itu dan melukai yang lain, kata televisi publik Jerman Deutsche Welle, menambahkan rumah tiga jurnalis lainnya digerebek oleh Taliban.

Taliban telah berjanji akan mengizinkan media bebas, yang dilarang ketika terakhir berkuasa dari 1996 hingga 2001, ketika memberikan konferensi pers pertamanya pada Selasa sejak merebut ibu kota Kabul.

Beberapa wartawan Afghanistan juga melaporkan telah dipukuli dan rumah mereka digerebek sejak Taliban merebut ibu kota Kabul pada hari Minggu.

Dikutip dari Reuters, 21 Agustus 2021, Deutsche Welle (DW) mengatakan Taliban telah melakukan pencarian dari rumah ke rumah untuk menemukan jurnalis itu, yang katanya sekarang bekerja di Jerman dan tidak menyebutkan namanya. Kerabat lainnya dapat melarikan diri dan dalam pelarian sekarang, kata DW.

“Pembunuhan kerabat dekat salah satu editor kami oleh Taliban … sungguh tragis, dan membuktikan bahaya akut di mana semua karyawan kami dan keluarga mereka di Afghanistan terancam,” kata Direktur Jenderal DW Peter Limbourg pada Kamis, mendesak pemerintah di Berlin untuk membantu.

Nematullah Hemat dari stasiun televisi swasta Ghargasht TV diyakini telah diculik oleh Taliban, dan Toofan Omar, kepala stasiun radio swasta Radio Paktia Ghag, menurut pejabat pemerintah, menjadi sasaran dan ditembak mati oleh para gerilyawan Taliban, Deutsche Welle melaporkan.

Dua orang, juga diduga Taliban, menembak dan membunuh penerjemah Amdadullah Hamdard, yang sering menjadi kontributor surat kabar Jerman Die Zeit, pada 2 Agustus di kota Jalalabad, Afghanistan timur. Sebulan yang lalu, fotografer India yang terkenal di dunia dan pemenang Hadiah Pulitzer Denmark Siddiqui meninggal di Kandahar, mungkin dibunuh oleh militan Taliban.

Seorang juru bicara Taliban tidak segera menanggapi permintaan komentar sementara yang lain tidak dapat segera dihubungi.

Beberapa jurnalis Afghanistan mengatakan situasinya belum jelas.

“Mereka (Taliban) meyakinkan kami bahwa kami aman,” kata Khushal Asefi, wakil presiden eksekutif televisi swasta Afghanistan Ariana Radio & Television Network.

“Untuk saat ini, mereka mengatakan bahwa kami tidak memiliki masalah, bahkan jurnalis perempuan dapat bekerja di TV, mereka dapat melakukan pelaporan,” katanya kepada Deutsche Welle (DW).

Namun, ada laporan tentang Taliban yang tidak mengizinkan jurnalis perempuan di TV, katanya, seraya menambahkan bahwa dia khawatir tentang masa depan yang benar-benar tidak pasti dan Taliban belum mengklarifikasi apa aturan mereka untuk perempuan.

“Taliban baru saja mengambil alih Kabul baru-baru ini. Tapi ke depan, ketika pemerintah atau sistem terbentuk, kita akan melihat pembatasan apa yang akan diberlakukan Taliban atau tidak,” kata Asefi.

Deutsche Welle mengatakan Taliban telah menggerebek rumah setidaknya tiga wartawannya.

“Jelas bahwa Taliban sudah melakukan pencarian terorganisir untuk wartawan, baik di Kabul maupun di provinsi-provinsi. Kami kehabisan waktu!” tegas Limbourg mengatakan, mengacu pada upaya putus asa oleh banyak warga Afghanistan untuk meninggalkan negara itu.

Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan dalam pertemuan tertutup pada hari Senin bahwa Jerman sedang berupaya untuk mengeluarkan warganya dan 10.000 warga Afghanistan yang berisiko keluar dari negara itu sesegera mungkin, menurut sumber-sumber partai.

Jurnalis menjadi sasaran di seluruh dunia, terutama di saat pergolakan. Tapi masalah ini sangat sensitif di Afghanistan, di mana Taliban mempertahankan kontrol ketat saat terakhir berkuasa.

Kepala badan kebudayaan PBB, UNESCO, pada hari Jumat mendesak Taliban untuk menjaga kebebasan berekspresi dan keselamatan jurnalis sesuai dengan kewajiban internasional.

Sumber: Tempo.co

Previous Post

Ayu Ting Ting Laporkan Akun Gundik Empang ke Polda Metro Jaya

Next Post

Indonesia Diminta Bersabar Sikapi Kepemimpinan Taliban di Afghanistan

Next Post
Indonesia Diminta Bersabar Sikapi Kepemimpinan Taliban di Afghanistan

Indonesia Diminta Bersabar Sikapi Kepemimpinan Taliban di Afghanistan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

YARA Desak Usut Pidana Penyelenggara Jalan di Aceh Timur, Usai Lubang Rengut Nyawa di Bagok

YARA Desak Usut Pidana Penyelenggara Jalan di Aceh Timur, Usai Lubang Rengut Nyawa di Bagok

26/03/2026
Gagal Menangkan Mualem–Dek Fad di Bireuen, Peneliti: Pergantian Abang Samalanga Demi Masa Depan PA

Gagal Menangkan Mualem–Dek Fad di Bireuen, Peneliti: Pergantian Abang Samalanga Demi Masa Depan PA

26/03/2026
Dinilai Angkuh Dan Minim Empati: Bupati Aceh Selatan Diminta Segera Copot Kadiskes Aceh Selatan

Dinilai Angkuh Dan Minim Empati: Bupati Aceh Selatan Diminta Segera Copot Kadiskes Aceh Selatan

26/03/2026
Komisi III DPR RI Ultimatum Polisi: Hancurkan Jaringan Narkoba & Judi Online di Aceh Utara

Komisi III DPR RI Ultimatum Polisi: Hancurkan Jaringan Narkoba & Judi Online di Aceh Utara

26/03/2026
Kapolres Pidie Minta Pengunjung Objek Wisata Jaga Keselamatan

Dinas Kesehatan Pantau Lokasi Wisata Pantai di Aceh Besar

26/03/2026

Terpopuler

JK ke Iran–Gaza di Tengah Ancaman Perang, PMI Banda Aceh: Ini Pertaruhan Kemanusiaan

JK ke Iran–Gaza di Tengah Ancaman Perang, PMI Banda Aceh: Ini Pertaruhan Kemanusiaan

25/03/2026

Abang Samalanga dan Jejak Perebutan Kursi Ketua di DPR Aceh

Taliban Bunuh Anggota Keluarga Jurnalis Deutsche Welle

Jadi Daerah Basis Mualem-Dekfadh, Anggaran Dayah untuk Aceh Utara Kalah Jauh dari Bireuen di APBA 2026

Gagal Menangkan Mualem–Dek Fad di Bireuen, Peneliti: Pergantian Abang Samalanga Demi Masa Depan PA

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com