Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional Teknologi

Waspada Dampak ‘Blue Moon’ Malam Ini

Admin1 by Admin1
23/08/2021
in Teknologi
0
Waspada Dampak ‘Blue Moon’ Malam Ini

Fenomena Blue Moon terlihat dari Desa Kismoyoso, Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah, Ahad, 22 Agustus 2021. Fenomena ini akan terjadi kembali pada 20 Agustus 2024 dan 20 Mei 2027 mendatang. ANTARA/Ahmad Subaidi

Jakarta – Sepanjang malam ini sebagian masyarakat mengamati dan menikmati bulan purnama di langit. Ini bukan bulan purnama biasa, melainkan bulan purnama ketiga dari empat yang muncul sepanjang musim astronomis kali ini. Blue Moon, begitu kemunculan bulan ini biasa dikenal, menjadi ganjil karena kebanyakan musim astronomis hanya diisi tiga kali bulan purnama.

Saat empat kali muncul, bulan purnama yang ketiga seperti malam ini biasa digunakan dalam almanak tua di Amerika Serikat untuk ‘mengkalibrasi’ waktu hari raya Paskah. Almanak itu pula yang mempopulerkan Blue Moon untuk fenomena bulan purnama ini.

Di akun media sosial Twitter milik Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) pada Minggu malam ini, 22 Agustus 2021, sejumlah netizen mengirim gambar-gambar pengamatannya. Mereka berasal dari beberapa daerah di Indonesia dan memperlihatkan penampakan bulan purnama yang tidak biru itu.

Peneliti Pusat Pusat Sains Antariksa, Andi Pangerang, menjelaskan, Blue Moon, seperti bulan purnama umumnya, berdampak kepada ketinggian air laut pasang. Menurut peneliti ahli utama LAPAN itu, ketika Blue Moon terjadi, orbit bulan miring lima derajat terhadap ekliptika atau bidang edar matahari. Kemiringan ini disebut dengan inklinasi, jadi ada kalanya bulan agak ke arah utara atau selatan ekliptika.

Sehingga, kata Andi, meskipun jika dilihat dari arah kutub utara, antara bulan matahari, dan bumi itu tampak segaris, tapi jika melihatnya secara lateral atau dari samping, sebenarnya bulan, matahari, dan bumi ini tidak lurus. “Sehingga ya resultan gaya pasang surutnya ini relatif lebih kecil dibanding pada saat gerhana,” tutur dia.

Tapi, jika dibandingkan dari keseluruhan fase, dari bulan baru sampai bulan baru lagi, memang air pasang lebih tinggi saat bulan purnama dibandingkan dengan hari-hari biasanya. Termasuk saat bulan purnama Blue Moon malam ini.

Sumber: tempo.co

Previous Post

BNPT Waspadai Dampak Kemenangan Taliban di Afghanistan

Next Post

Hacker China Serang Habis-Habisan Jaringan Internet Israel

Next Post
Cina Dicurigai Operasikan Mata-mata Siber di Negara Tetangga

Hacker China Serang Habis-Habisan Jaringan Internet Israel

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Din Saja: Seniman Sudah 35 Tahun Mengeluh, Dinas Kebudayaan Perlu Dievaluasi

Din Saja: Seniman Sudah 35 Tahun Mengeluh, Dinas Kebudayaan Perlu Dievaluasi

07/06/2026
SMAN 1 Idi Rayeuk Juara Piala Bupati Al-Farlaky 2026

SMAN 1 Idi Rayeuk Juara Piala Bupati Al-Farlaky 2026

07/06/2026
Pemkab Aceh Timur Sediakan Lahan untuk Pusat Rehabilitasi Narkoba

Pemkab Aceh Timur Sediakan Lahan untuk Pusat Rehabilitasi Narkoba

07/06/2026
Polres Aceh Selatan Periksa Enam WNA Asal Tiongkok

Polres Aceh Selatan Periksa Enam WNA Asal Tiongkok

07/06/2026
Parlindungan Berutu Resmi Dilantik Sebagai Ketua Umum HMPS Pendidikan Fisika UIN Ar-Raniry

Parlindungan Berutu Resmi Dilantik Sebagai Ketua Umum HMPS Pendidikan Fisika UIN Ar-Raniry

07/06/2026

Terpopuler

Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

06/06/2026

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

Korban Cuaca Ekstrem di Langkahan Peroleh Bantuan Masa Panik

Nyan, Pidie Jaya Raih Peringkat Dua Pengelolaan KDMP Terbaik di Aceh

PTM Dominasi Giat CKG di Sarah Mane

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com