Meulaboh – Sebanyak 33 siswa madrasah Kabupaten Aceh Barat bersaing merebut tiket Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat Nasional. Hal tersebut dilakukan melalui event Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat Provinsi Aceh.
Kompetisi Sains Madrasah (KSM) digelar secara dalam jaringan (daring) menggunakan sistem computer based test (CBT) dan dilaksanakan secara terpusat per masing-masing jenjang.
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat, Iswandi SPdI mengatakan, pelaksanaan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) dilaksanakan secara serentak di seluruh daerah di Indonesia sejak 19 September 2021 kemarin.
Di Kabupaten Aceh Barat, pelaksanaan KSM jenjang Madrasah Aliyah (MA) berlangsung pada 19 September 2021 di laboratorium komputer MAN 1 Aceh Barat. Sedangkan jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) berlangsung pada 20 September 2021 di laboratorium komputer MTsN 3 Aceh Barat.
Iswandi menyebutkan, peserta KSM perwakilan Kabupaten Aceh Barat merupakan siswa madrasah peraih nilai terbaik pada KSM tingkat Kabupaten. Setiap cabang lomba dipilih sebanyak tiga siswa, terdiri dari 18 siswa madrasah aliyah (MA) mengikuti 6 lomba, 9 siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) mengikuti 3 lomba dan 6 siswa madrasah ibtidaiyah (MI) mengikuti 2 cabang lomba.
“Semuanya ada sebelas cabang lomba yang diikuti,” sebutnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat, H Khairul Azhar SAg MSi mengatakan, peserta KSM perwakilan Kabupaten Aceh Barat sebelumnya telah dibina secara khusus, baik pembinaan dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat, maupun pembinaan dari masing-masing madrasah.
Khairul berharap, siswa madrasah Kabupaten Aceh Barat mampu menjadi juara pada Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Provinsi Aceh dan menjadi juara pada event Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat Nasional pada Oktober 2021 mendatang.
Selain itu, Proktor KSM Kabupaten Aceh Barat, Khairuddin SHi mengatakan, pelaksanaan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) jenjang MTs sempat terkendala, yang awalnya berlangsung pukul 7.30 WIB diundur menjadi pukul 11.00 WIB yang disebabkan karena adanya gangguan jaringan internet di daerah bagian timur Indonesia.
“Walaupun begitu, alhamdulillah semua siswa dapat mengikuti Kompetisi Sains Madrasah (KSM) dengan baik,” ucapnya.[]










