Banda Aceh – Taman bacaan masyarakat (TBM) Rumah Baca Aneuk Nanggroe (RUMAN) Aceh melanjutkan peminjaman ratusan bahan bacaan untuk MIN (Madrasah Ibtidaiyah Negeri) 27 Aceh Besar.
Hal tersebut diungkapkan Pembina TBM RUMAN Aceh, Ahmad Arif, kepada Kepala Sekolah MIN 27 Aceh Besar beserta rombongan yang menyambangi basecampnya di Gampong Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh pada Sabtu 30 Oktober 2021.
“Kali ini kita pinjamkan 210 bahan bacaan anak berupa buku dan majalah. Selama sebulan ke depan, 700an murid MIN 27 Aceh Besar akan menikmatinya secara bergantian. Sedangkan periode pertama (September) lalu, kita pinjamkan 200 bacaan,” ujar Arif.
Bahan bacaan yang dipinjamkan itu bersifat cuma-cuma, setelah pihak MIN 27 Aceh Besar mengajukan surat untuk mendukung kegiatan mereka. Modalnya adalah kepercayaan, kejujuran dan tanggung jawab.
“Hal tersebut dibuktikan saat pengembalian bacaan kepada kita. Bila sesuai dengan data pertama, peminjaman kita lanjutkan dengan bacaan lainnya. Bisa dengan jumlah yang sama, atau lebih banyak. Sebaliknya juga demikian,” kata Arif.
Di kesempatan yang sama, Kepala Sekolah MIN 27 Aceh Besar, Naswati, S.Ag, mengungkapkan kebahagiaan dan terima kasihnya atas kemudahan akses dan kemitraan yang dimulai September 2021.
“Kami sangat bahagia dengan kemudahan akses terhadap ratusan bahan bacaan yang dipinjamkan pustaka RUMAN Aceh. Anak-anak kami sangat germbira bisa membaca buku dan majalah yang belum pernah mereka lihat sebelumnya,” kata Naswati.
Buku yang kami pinjam itu, imbuh Naswati, mendukung program pojok literasi pihaknya. Anak-anak bisa membaca kapan saja, kecuali sedang berlangsung proses belajar mengajar. Guru dan tenaga kependidikan lain juga bisa membaca, sebab ada 10 persen bacaan kategori umum.
“Terima kasih kami haturkan kepada RUMAN Aceh. Sangat besar manfaatnya buat anak-anak dan tenaga pendidik. Besar harapan kami agar kemitraan ini bisa terus berlanjut,” kata Naswati.
Sebagai informasi, program rumah pustaka dimulai TBM RUMAN Aceh sejak Januari 2015 di Gampong Cubo, Pidie Jaya. Saat ini sudah ada 60 titik yang tersebar pada 16 kabupaten kota se Aceh.








