BANDA ACEH – Ketua Umum Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP-FPTI) Zannuba Ariffah Chafsoh (Yenny Wahid) akan membuka langsung Kejuaraan Nasional Kelompok Umur Ke XV-2021 Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) pada hari Kamis (18/11) besok pagi di Venue Wall Climbing FPTI Aceh, Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya Kota Banda.
Seperti dilangsir modusaceh.co, ada Dua Puluh Enam dari 34 Provinsi di Indonesia yang telah mendaftarkan atletnya untuk mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Kelompok Umur (KU) ke-XV, olahraga Panjat Tebing itu.
Ketua Umum FPTI Aceh, H. Muhammad Saleh mengatakan, Kejurnas ini akan dibuka Ketua Umum Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) Zannuba Ariffah Chafsoh (Yenny Wahid), Kamis pagi, 18 November 2021. Diikuti 26 Provinsi yaitu, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Jambi, Bengkulu, Banten, DKI Jakarta, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Bali, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Papua dan Maluku.
“Ibu Ketum InsyaAllah hari ini akan tiba di Banda Aceh,” kata Muhammad Saleh, Selasa (17/11/2021).
Sebagai tuan rumah, jelas Muhammad Saleh atau yang akrab disapa Shaleh, Pengrov FPTI Aceh sudah siap mengelar event akbar ini.
“Semua persiapan menjelang hari H sudah 90 persen rampung. Hanya tinggal beberapa perbaikan saja dan besok sudah 100 persen siap,” ucap Shaleh.
Menurut Shaleh, Kejurnas ini diikuti sekitar 250 atlet, didukung 26 orang Manager Tim (Kontingen), 35 Official, 35 Pelatih, 25 Tim Teknis dari PP FPTI serta 45 Tim Teknis dan Panitia Lokal.
“Mereka sudah tiba sejak tanggal 14 November 2021 lalu di Banda Aceh. Sementara ada empat Provinsi yang absen, seperti Lampung, NTB, Gorontalo, Sulawesi Barat dan Sulawesi Tenggara,” papar Shaleh.
Adapun kategori yang dipertandingan adalah YOUTH LEAD (Putra), SPEED WR (Youth B), BOULDER (Youth B), COMBINED (Junior Putra).
Selain itu, lanjutnya Muhammad Saleh. Ada LEAD (Kids) dan SPEED KLASIK (Youth D Putra).
“Untuk Junior tahun kelahiran 2003-2002. Youth A (2005-2004). Youth B (2007-2006), Youth C (2009-2008) dan Youth D (2011-2010).
“Total keseluruh ada 28 medali emas yang diperebutkan,” ujar Shaleh.
Dipercayai FPTI Aceh sebagai tuan rumah Kejurnas 2021 ini tentunya untuk uji coba dan proses pembelajaran dalam tata kelola pelaksanaan event atau kejuaraan. Maklum, tahun 2023 mendatang, Aceh juga ditunjuk sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) Sumatera dan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI tahun 2024.
“Jadi, kesempatan ini juga akan dijadikan sebagai ajang belajar bagi kawan-kawan untuk menyambut Porwil dan PON mendatang,” ungkap Shaleh.
Hingga saat ini, sejumlah kontingen dari 26 provinsi mulai tiba di Kota Banda Aceh. Mereka tersebar di berbagai hotel dan penginapan. Bahkan ada yang mengontrak rumah milik warga.
“Sesuai ketentuan yang berlaku, selama pelaksanaan Kejurnas, semua atlet, pelatih dan offisial serta panitia tetap mematuhi protokol kesehatan,” ujar Shaleh.
Terkait masalah pakaian atlet, menurut Shaleh pihaknya telah menginformasikan kepada seluruh peserta untuk tetap mengikuti nilai-nilai kearifan lokal Aceh yang memberlakukan syariat Islam.
“Begitupun, bukan berarti tak ada pengecualiaan. Artinya, bagi atlet non muslim tetap diperbolehkan untuk tidak mengunakan jilbab atau penutup kepala. Tetapi tetap harus memakai celana panjang,” pungkasnya.








