TGB: Tidak Hanya Berilmu, Tapi Juga Harus Berkepribadian Matang
BANDA ACEH – Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) Aceh melepas 73 mahasiswa baru asal Aceh untuk melanjutkan pendidikan ke Universitas al-Azhar, Kairo, Mesir. Acara pelepasan tersebut berlangsung di hotel Grand Permata Hati, Banda Aceh, Senin (27/12/2021) malam. Acara ini dilaksanakan sekaligus dengan rangkaian acara silaturrahmi IKAT dengan TGB, serta Diskusi Publik Keuangan Syariah kerjasama BSI dengan IKAT.
Putra putri terbaik Aceh tersebut dilepaskan secara simbolis oleh Dr. Muhammad Zainul Majdi, Lc., MA, atau yang sering disapa TGB (Tuan Guru Bajang) yang sedang berada di Aceh. TGB merupakan ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) cabang Indonesia. Dalam arahannya, TGB menekankan kepada para mahasiswa baru tersebut untuk fokus belajar, sedangkan hal lain akan datang dengan sendirinya.
“Aceh dan Indonesia, tidak hanya membutuhkan orang-orang yang berilmu, tapi juga berkepribadian matang. Di Mesir, jangan hanya mengambil kecerdasan dan informasi keilmuan dari para masyayikh (para ulama), tapi belajarlah untuk mematangkan kepribadian, as-sakinah wa al-waqar. Tetap belajar dalam situasi apapun, ikuti para ulama dalam ketawadukan mereka.” tegas TGB.
Ketua IKAT Aceh, Muhammad Fadhillah Lc., M.Us mengatakan bahwa 73 mahasiswa baru tersebut berasal dari berbagai kabupaten/kota di Aceh. mereka telah melewati berbagai proses yang panjang untuk selanjutnya terdaftar sebagai mahasiswa al-Azhar, mulai dari sosialisasi pendidikan timur tengah, bimbingan seleksi nasional, pemberkasan, hingga bimbingan ujian semester 1 di al-Azhar.
“Mereka adalah duta al-Azhar untuk Aceh di masa depan. al-Azhar merupakan salah satu Universitas Islam tertua di dunia, yang berumur lebih dari 1000 tahun, yang sudah tidak diragukan lagi kontribusinya dalam peradaban Islam. Kami harapkan kepada 73 mahasiswa baru agar meneguk ilmu sebanyak-banyak dari al-Azhar, dan menjadi insan bermanfaat ketika pulang nanti. Kami, IKAT, juga berharap agar dialokasikannya beasiswa dari Universitas al-Azhar, khusus untuk Aceh,” Ujar Tgk. Fadhillah.
Acara tersebut juga dihadiri oleh anggota DPD-RI asal Aceh, Muhammad Fadhil Rahmi, Lc., M.Ag, dan para senior IKAT Aceh lainnya. Dalam sambutannya, Syekh Fadhil mengatakan pentingnya mensinergikan keilmuan yang didapat dari al-Azhar dengan berbagai lini kehidupan. Hal tersebut akan didapatkan jika para mahasiswa belajar dengan giat, serta tidak berubah niat ketika tiba di Mesir nanti.
“Pengabdian alumni al-Azhar harus ada di segala lini. Tidak ada dikotomi dalam hal ini. Terbukti, alumni al-Azhar ada yang Ulama, penulis, pengusaha, politisi, birokrat, dll., sehingga manhaj al-Azhar itu dapat diterapkan di berbagai lini dan dapat menyebarkan kebaikan dari berbagai dimensi. Pesan kami, di Mesir nanti, ingatlah niat pertama ketika mau ke Mesir, jangan sampai berubah di tengah jalan”, tegas Senator Aceh tersebut.










