MEUREUDU – Kabupaten Pidie Jaya masih banyak memiliki rumah yang tidak layak huni, tapi masih dihuni oleh masyarakat setempat karena kemiskinan yang mendera.
Salah satunya seperti yang terlihat pada rumah warga di Gampong Beuringen, Kecamatan Meurah Dua, kabupaten Pidie Jaya.
Zulfikar, sang kepala keluarga yang sehari-hari bekerja sebagai buruh lepas memiliki tiga putri dan satu istri ini butuh uluran tangan para dermawan untuk membangun rumahnya yang tak layak huni itu.
Rumah panggung yang ditempatinya terbuat dari papan. Tapi beberapa bagian mulai lapuk dimakan rayap atau serangan. Termasuk lantai juga terbuat dari papan yang lapuk. Kalau tidak hati hati bisa ambruk.
Menurut pemerhati Sosial Pidie Jaya, Jinggo mengatakan kepada atjehwatch.com Jum’at 4 Februari 2022, bahwasanya keluarga kurang mampu tersebut sangat miris dengan rumah yang ditempatinya begitu memprihatinkan dan butuh uluran tangan para dermawan untuk membangun rumah layak huni kepada keluarga tersebut.
“Kami berharap ada pihak-pihak yang membantu warga kurang mampu itu membangun rumahnya baik itu pemerintah atau para dermawan, karena keluarga tersebut memang layak harus dibantu,” ujar jinggo.
Perlu diketahui penduduk miskin di kabupaten Pidie Jaya sejak 2017 hingga 2020, tercatat berada pada angka 30 ribu hingga 33 ribu penduduk.
Menurut yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2020, sebanyak 30 ribu lebih Penduduk Pidie Jaya, yang hidup di bawah garis kemiskinan yang tersebar di delapan kecamatan di kabupaten yang memiliki luas hanya 952,11 kilometer persegi dengan total jumlah penduduk 145.584 jiwa.
“Kita berharap Pemerintah Serius mengatasi kemiskinan di Pidie Jaya,” kata jinggo. [Mul]









