Lhoksukon – Sebanyak 204 santri Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Dayah Babussalam Al Hanafiyyah Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara Sabtu (26/2/2022) mulai mengikuti Ujian Akhir Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Berstandar Nasional atau Imtihan Wathani 1443 H/2022 Mdi dayah tersebut.
Ujian tersebut diawasi petugas dari Kementerian Agama (Kemenag) RI Andi Subiyanto SH, bersama tim dari Kantor Wilayah Kemenag Aceh,Zarkasyi Yusuf dan Isnaini ST.
Mereka didampingi Kakankemenag Kabupaten Aceh Utara H Salamina MA dan Kasi Bimas Islam Kantor Kemenag Aceh Utara H Asnawi MSos.
“Ada dua jenjang PDF yang menggelar Imtihan Wathani, Tingkat Wustha (setingkat Madrasah Tsanawiyah) dan Ulya (setingkat Madrasah Aliyah),” ujar Salamina.
Ujian akhir PDF Wustha diikuti 117 santri dan PDF Ulya diikuti 87 santri.
Untuk tahun ini, ujian dimulai dari 26- 28 Februari 2022.
Adapun mata pelajaran yang diuji adalah Tafsir, Ilmu Tafsir, Bahasa Arab, Hadits, Ilmu Hadits, Nahwu, Sharaf, serta Fiqh dan Ushul Fiqh.
“Mereka yang sudah mengikuti ujian akhir akan diberikan ijazah yang setara dengan Tsanawiyah untuk Wustha dan setara dengan Aliyah atau lulusan SMA untuk tingkat Ulya,” kata Salamina.
Sebelumnya, Kabid PD Pontren Kanwil Kemenag Aceh, Drs H Maiyusri MA mengungkapkan rasa syukur atas pelaksanaan ujian bagi santri.
“PDF pengakuannya sama dengan pendidikan umum. Pelaksanaan Imtihan Wathani dimaksudkan untuk menjaga mutu PDF sebagai bagian dari entitas pendidikan pesantren, kita berharap ke depan akan banyak pesantren di Aceh berpartisipasi dengan mengajukan izin dan mengikuti ketentuan sesuai amanah undang-undang,” kata Maiyusri.
Kami memotivasi santri untuk terus belajar dan istiqamah, semoga lulus ujian dengan baik, menjadi generasi penerus yang punya wawasan keislaman serta berakhlakul karimah, katanya.
Maiyusri menginformasikan, menuntut ilmu di pesantren saat ini mendapat pengakuan secara legal formal dari pemerintah yang disetarakan. “Kita patut bersyukur dan menjalankan pendidikan ini dengan maksimal di pesantren, semoga semua santri yang ikut ujian lulus dengan baik,” ucapnya.
Pendidikan Diniyah Formal adalah pendidikan pesantren yang diselenggarakan pada jalur pendidikan formal sesuai dengan kekhasan pesantren yang berbasis kitab kuning secara berjenjang dan terstruktur. Saat ini ada tiga jenjang PDF, Ula (setingkat MI/SD, Wustha (setingkat MTs/SMP) dan Ulya (setingkat MA/SMA/SMK).[]










