Jakarta -Ramzan Kadyrov, pemimpin wilayah Chechnya Rusia dan sekutu Presiden Rusia Vladimir Putin, mengatakan bahwa ia telah berkunjung ke Ukraina untuk bertemu pasukan Chechnya yang menyerang ibu kota Kyiv.
Seperti dilansir Reuters Senin 14 Maret 2022, belum dapat diverifikasi secara independen apakah dia berada di Ukraina atau telah melakukan perjalanan ke sana selama konflik.
Saluran televisi Chechnya Grozny memposting video di saluran media sosial Telegram yang menunjukkan Kadyrov di ruang gelap berdiskusi dengan pasukan Chechnya. Hal ini menurut mereka terjadi dalam sebuah operasi militer 7 kilometer dari Kyiv.
Postingan itu tidak menjelaskan di mana atau kapan pertemuan itu berlangsung.
Kemudian Kadyrov mengolok-olok posting lain yang meragukan apakah dia telah melakukan perjalanan ke wilayah Kyiv.”Kenapa ‘jika’? Apakah Anda tidak melihat videonya,” tulis Kadyrov di akun Telegram resminya.
Kadyrov, yang sering menggambarkan dirinya sebagai “prajurit kaki” Putin, telah memposting video pasukan Chechnya bersenjata lengkap di wilayah Kyiv sebagai bagian dari pasukan invasi Rusia.
Dia telah berulang kali dituduh oleh Amerika Serikat dan Uni Eropa melakukan pelanggaran hak asasi manusia. Tuduhan ini ia bantah.
Moskow berperang dua kali dengan separatis di Chechnya, wilayah berpenduduk mayoritas Muslim di Rusia selatan, setelah pecahnya Uni Soviet pada 1991. Namun, sejak itu telah menggelontorkan sejumlah besar uang ke wilayah itu untuk membangunnya kembali dan memberi Kadyrov otonomi yang luas.
Kremlin menggambarkan tindakannya di Ukraina sebagai “operasi khusus” untuk demiliterisasi dan “deNazify” Ukraina. Ukraina dan sekutu Barat menyebut ini sebagai dalih tak berdasar untuk perang pilihan.








