Keelokan daratan tinggi Gayo memang tiada duanya. Sultan Aceh bahkan sejak dulu sudah memuji daerah ini pada Ratu Elizabeth I. Ia menggambarkan daerah itu dengan sebutan ‘Negeri di Bawah Angin’ Aceh.
Udaranya dingin. Dari atas Puncak Pantan Terong, Danau Lut Tawar dengan jelas terlihat.
Ada gugusan awan yang terlihat memanjang di setiap sisi. Gugusan gunung berwarna hijau seolah permadani alam yang terhampar luas.
Dari sini, rumah-rumah warga di Kota Takengon dan Bener Meriah terlihat kecil. Bagai melihat kota dari atas langit. Lokasi ini adalah dataran tinggi Aceh. Ada juga yang menyebutkan dengan istilah Kota Dingin.
Pantan Terong adalah sebuah bukit yang terletak di puncak bukit Dataran Tinggi Gayo Takengon Kecamatan Bebesen Kabupaten Aceh Tengah. Bukit ini berada pada ketinggian lebih dari 1.350 meter di atas permukaan laut.
Dari tempat ini selain tampak ibu kota Takengon dan Danau Laut Tawar secara keseluruhan.
“Warga ramai berkunjung ke daerah ini ketika akhir pekan dan hari libur,” kata Iqbal, warga Aceh Tengah, kepada atjehwatch.com, Sabtu Maret 2022.
Selain wisata, ada juga pusat jajaran serta souvenir yang dijual di sekitar lokasi.
Selain itu, juga ada wisata kebun yang juga mulai dibuka di sekitar lokasi Pantan Terong.
“Kini, kebanyakan warga berkunjung ke wilayah tengah Aceh, ketika musim libur dan akhir pekan,” ujar Muhammad Ariga, salah seorang pengiat sosial media di sana.
Daratan tinggi Gayo, tak hanya memiliki Pantan Terong dan Danau Lut Tawar sebagai lokasi wisata.
Ada juga Lapangan Pacuan Kuda Belang Bebangka di Kecamatan Pegasing, bandar udara Rembele di Simpang Tiga Redelong, dengan diapit serta dikelilingi punggung gunung bukit barisan yang elok.
Kemudian juga ada Wisata Pemandian Air Panas, wisata Bur Telege Takengon serta Air Terjun Tansaran.
Di kabupaten Bener Meriah, ada lokasi pemandian Air Panas Simpang Balik. Kemudian ada situs sejarah berupa monument Radio Rimba Raya serta beragam objek wisata lainnya.
“Ini belum termasuk wisata kebun kopi dan aneka buah lainnya. Menarik untuk dikunjungi,” ujar Sarifin, salah seorang pemandu wisata di wilayah tengah.
“Dataran tinggi Gayo kini menjelma menjadi ikon wisata baru di Aceh. Ini membantu meningkatkan ekonomi dan UKM di daerah ini. Salah satunya dengan pertumbuhan home stay serta kerajinan tangan dan souvenir,” kata Ridwan, perajin souvenir Gayo.
Daratan tinggi Gayo memang memiliki pesona alam yang indah. Bahkan Sultan Aceh, dalam berbagai catatan sejarah, pernah memuji daerah ini dalam suratnya kepada Ratu Inggris. Ia menyebut diri sebagai raja ‘negeri di bawah angin.’
Alkisah, pada pertengahan abad ke-16, sebuah kapal Inggris mendarat di bandara Lamuri (Banda Aceh sekarang-red). Kapal itu ditumpangi Sir James Lancester yang merupakan utusan Elizabeth I, Ratu Inggris.
Kononn, Sir James Lancester membawa sepucuk surat dari Ratu Inggris yang ditujukan kepada Sultan Iskandar Muda, dengan tulisan, “Kepada Saudara Hamba, Raja Aceh Darussalam.” Surat tersebut ditulis dengan tinta emas di atas kertas yang halus.
Sultan Meukuta Perkasa Alam atau yang lebih dikenal Sultan Iskandar Muda menerima dan menjamu Sir James Lancester sebagai tamu kerajaan.
Sir James Lancester tidak hanya membawa sepucuk surat, melainkan juga sejumlah hadiah berharga dari Ratu Elizabeth I, di antaranya adalah sepasang gelang dari batu rubi. Gelang yang sangat indah dan mahal.
Sebagai utusan kerajaan Inggris, Sultan Iskandar Muda menganugerahi gelar Sir James sebagai Orang Kaya Putih.
Sultan Aceh menyambut maksud baik Inggris yang ingin menjalin hubungan perdagangan dengan Aceh. Sultan Aceh membalas maksud baik dari surat Ratu Elizabeth I.
Adapun isi surat Sultan Aceh yang sekarang masih tersimpan oleh pemerintah kerajaan Inggris pada tahun 1585 berbunyi:
“I am the mighty ruler of the Regions below the wind, who holds sway over the land of Aceh and over the land of Sumatra and over all the lands tributary to Aceh, which stretch from the sunrise to the sunset.”
Artinya kira-kira, “Hambalah sang penguasa perkasa negeri-negeri di bawah angin, yang terhimpun di atas tanah Aceh dan atas tanah Sumatra dan atas seluruh wilayah wilayah yang tunduk kepada Aceh, yang terbentang dari ufuk matahari terbit hingga matahari terbenam.”
Dalam beberapa dokumen lainnya, Sultan Aceh juga kerap menyebutkan keindahan Aceh. Salah satunya adalah daratan Tinggi Gayo.

Tulisan ini merupakan hasil kerjasama antara Dinas Pariwisata Aceh dengan atjehwatch.com dalam rangka promosi wisata di Aceh.










