Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Barat Selatan

Nyan, Pengikut Tarikat Syattariah di Nagan Sudah Hari ke 4 Berpuasa

Admin1 by Admin1
03/04/2022
in Lintas Barat Selatan
0
MPU Aceh Terbitkan Tausiah Pelaksanaan Ibadah Ramadhan Saat Pandemi Corona

ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha,

NAGAN- Sebagian warga masyarakat di Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh sudah berpuasa Ramadan sejak Kamis, 31 Maret 2022. Mereka tergabung dalam Jemaah Tarikat Syattariah yang berpusat di kampung pedalaman Desa Peuleukung, Kecamatan Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya dan sekitarnya.

Keyakinan mereka mengikuti Tarikat Syattariah peninggalan Habib Muda Senagan atau lebih dikenal dengan Abu Peuleukung. Almarhum Abu Peuleukung adalah seorang ulama karismatik setempat yang juga tokoh perjuangan saat mengusir penjajahan Belanda.BERITA TERKAIT

Selain tersebar di Nagan Raya, jemaahnya mereka juga ada di Kabupaten Aceh Barat, Gayo Lues dan Aceh Barat Daya. Para jemaah Tarikat Syattariah itu berpuasa sesuai hasil hisab dan rukyah metode yang mereka gunakan turun temurun.

Rumus ilmu hisab yang mereka gunakan tersebut berkembang turun temurun sejak puluhan tahun silam. Abu Said Kamaruddin, yang merupakan cucu Almarhum Habib Muda Abu Peuleukung, mengatakan penetapan 1 Ramadan 1443 H, adalah sesuai hasil hisab dan kesepakatan para ulama.

Terutama para pimpinan Pesanteren atau Teungku Dayah di kalangan mereka sekitarnya.

Dikatakan Abu Said Qamaruddin, berdasarkan rumus ilmu hisab yang diwariskan Habib Seunagan, bila awal Ramadan jatuh pada Rabu dan Jumat, itu tidak dibenarkan, karena itu hari pertama Ramadan diputuskan bergeser pada Kamis.

“Ada hisab tersendiri, dari bilangan lima. Ada juga lima tahun bilangan naik. Kalau misalnya jatuh pada hari Rabu dinaikkan ke Kamis. Lama tahun ke depan ada lima tahun bilangan turun. Kalau jatuh pada Senin, Selasa, Kamis, itu tetap. Tidak dipindahkan lagi” Jelas Abu Said Qamaruddin.

Sumber: medcom.id

Previous Post

Hary Tanoe Lantik Aktivis Antikorupsi Tama S Langkun Jadi Ketua Partai Perindo Bidang Hukum dan HAM

Next Post

Nabhani Akbar; Polisi Asal Aceh Pengajar Ngaji Anak-anak di Sudan

Next Post

Nabhani Akbar; Polisi Asal Aceh Pengajar Ngaji Anak-anak di Sudan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Dayah Ruhul Qur’ani Borong Delapan Penghargaan Robotik Tingkat Nasional

Dayah Ruhul Qur’ani Borong Delapan Penghargaan Robotik Tingkat Nasional

26/07/2026
Awali Masa Bakti dengan Berkah, Zikrillah Dipeusijuek Bersama Santunan Anak Yatim Se-Kemukiman Pangwa

Awali Masa Bakti dengan Berkah, Zikrillah Dipeusijuek Bersama Santunan Anak Yatim Se-Kemukiman Pangwa

26/07/2026
Perluas Akses Global, UIN Ar-Raniry Seleksi Calon Mahasiswa Internasional Lintas Zona Waktu

Perluas Akses Global, UIN Ar-Raniry Seleksi Calon Mahasiswa Internasional Lintas Zona Waktu

26/07/2026
PKB Pidie Jaya Perkuat Barisan, Ulama Muda Abi Zulfikar Nahkodai Dewan Syura

PKB Pidie Jaya Perkuat Barisan, Ulama Muda Abi Zulfikar Nahkodai Dewan Syura

26/07/2026
BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Aceh Barat dan Nagan Raya

BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Aceh Barat dan Nagan Raya

26/07/2026

Terpopuler

MPU Aceh Terbitkan Tausiah Pelaksanaan Ibadah Ramadhan Saat Pandemi Corona

Nyan, Pengikut Tarikat Syattariah di Nagan Sudah Hari ke 4 Berpuasa

03/04/2022

Awali Masa Bakti dengan Berkah, Zikrillah Dipeusijuek Bersama Santunan Anak Yatim Se-Kemukiman Pangwa

PKB Pidie Jaya Perkuat Barisan, Ulama Muda Abi Zulfikar Nahkodai Dewan Syura

Tarina Seulanga Ubah Cerpen Apa Kaoy “Malelang dan Madiyon” Menjadi Tarian Penuh Makna

Usai Dilantik di Jakarta, HRD Titip Misi Besar ke Bang Oja: Perkuat PKB Pidie Jaya hingga Desa, Rangkul Ulama dan Rakyat

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com