Jakarta – Kelompok teroris ISIS bersumpah akan melakukan balas dendam terhadap pembunuhan mantan pemimpinnya. ISIS menyerukan para pendukungnya agar mengambil keuntungan dari perang Rusia Ukraina, untuk melancarkan serangan di Eropa.
“Kami mengumumkan, mengandalkan Tuhan, kampanye yang diberkati untuk membalas dendam atas kematian Abu Ibrahim al-Qurashi dan mantan juru bicara,” menurut dalam sebuah pesan audio yang dikaitkan dengan kelompok ISIS dan diedarkan di aplikasi pesan Telegram.
Juru bicara baru kelompok itu, Abu-Omar al-Muhajjir juga meminta para pendukungnya untuk melanjutkan serangan di Eropa. Serangan dilakukan dengan memanfaatkan kesempatan yang tersedia dari perang Rusia Ukraina. Ia menyebut invasi di Ukraina adalah tentara salib yang saling berperang.
Pada Februari lalu, pemimpin tertinggi ISIS Abu Ibrahim al-Hashimi al-Qurayshi alias “Hajji Abdullah” terbunuh dalam penggerebekan di Suriah pada awal Februari. Dia meledakkan bom untuk menghindari penangkapan Amerika Serikat di barat laut Suriah.
Pada 10 Maret, kelompok tersebut mengkonfirmasi kematiannya, bersama dengan mantan juru bicara kelompok tersebut. ISIS telah menunjuk Abu Hasan al-Hashemi al-Qurashi sebagai pemimpin baru. Tak banyak informasi tentang pemimpin baru tersebut.
ISIS kehilangan wilayah terakhir di bawah serangan militer yang didukung oleh koalisi pimpinan AS pada Maret 2019. Sisa-sisa anggota ISIS di Suriah kini bersembunyi di gurun.
Anggota ISIS telah menggunakan tempat persembunyian untuk menyergap pasukan pimpinan Kurdi dan pasukan pemerintah Suriah. Para jihadis juga terus meningkatkan serangan di Irak.










