SIGLI – Ketua DPRK Pidie, Mahfuddin Ismail, meminta penulis-penulis muda di Aceh untuk memperbanyak tulisan-tulisan tentang sejarah Aceh.
Sejarah asal muasal konflik Aceh serta perjuangan para syuhada Aceh di masa lalu dinilai penting untuk dibaca dan diingat oleh generasi Aceh di masa depan.
Hal ini disampaikan pria yang akrab disapa Bang Mahfud ini seusai menerima kunjungan penulis muda berbakat Pidie di ruang ketua DPRK Pidie, Senin 25 April 2022.
Mereka adalah tim penulis Buku Aksara Warna Pidie, yaitu Ida Fitri Handayani, Amarullah Yacob dan Muhammad Syahwal Jamil.
“Satu kehormatan bagi kami menerima kunjungan penulis muda berbakat Pidie,” kata politisi muda Partai Aceh ini lagi.
Dalam silaturahmi ini, mereka berdiskusi banyak hal. Salah satunya bagaimana cara menghidupkan literasi di Pidie.
“Semoga dengan lahirnya buku ini bisa menjadi motivasi teman-teman lain untuk berkarya dan FAMe Pidie bisa menjadi corong edukasi bagi generasi pidie kedepan.”
“Tadi saya juga mendorong agar mereka juga menulis buku tentang perihnya perjuangan para pendahulu kita dalam rangka membangkitkan semangat perjuangan untuk kemaslahatan Rakyat Aceh, kita tau bersama bahwa sangat sedikit buku Referensi tentang Sejarah Aceh dan Pidie, maka butuh talenta talenta muda Pidie dan Aceh yang peduli dan menulis banyak tentang sejarah Bangsa Aceh,” ujar pria murah senyum ini.
Keberadaan Buku Aksara Warna Pidie dinilai sebagai langkah penting dalam memperkenalkan budaya, pendidikan, kuliner dan sejarah di Pidie kepada dunia.
“Saya menitipkan pesan kepada talenta muda ini, agar kedepan bisa melahirkan banyak karya dan bisa mengajarkan ilmu menulis kepada segenap generasi Pidie. Mari terus berkarya menurut keahlian kita masing-masing,” kata Mahfuddin Ismail di akhir pertemuan.











