Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Kampus

Prodi SKI UIN Ar-Raniry Lakukan Ekspedisi Gayo Alas

Atjeh Watch by Atjeh Watch
13/05/2022
in Kampus
0
Prodi SKI UIN Ar-Raniry Lakukan Ekspedisi Gayo Alas

TAKENGON – Program Studi Sejarah dan Kebudayaan Islam (SKI) Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry Banda Aceh melakukan kegiatan pengabdian masyarakat ke lintas Tengah Aceh.

Kegiatan yang bertajuk ekspedisi Gayo-Alas berlangsung selama 4 (empat) hari mulai tanggal 11-14 Mei 2022, dimulai dari kabupaten Aceh Tengah, Gayo Lues dan berakhir di kabupaten Aceh Tenggara, Kutacane dan diikuti oleh 12 orang dosen dan karyawan.

Ketua Prodi SKI, Sanusi Ismail MHum mengatakan bahwa ekspedisi ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mengamati, dan membersihkan situs-situs sejarah dan budaya yang tersebar di tiga kabupaten yang ada di lintas Tengah, Aceh.

Lebih lanjut, Sanusi menjelaskan bahwa identifikasi yang dimaksudkan adalah mengetahui jumlah dan lokasi situs yang tercatat atau teridentifikasi di setiap kabupaten yang dikunjungi.

Selanjutnya, pihaknya akan datang langsung ke beberapa situs tersebut untuk mengamati kondisinya, apakah terpelihara dan terawat dengan baik atau sebaliknya.

“Sebagai implementasi dari salah satu aspek Tri Darma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian kita juga melakukan kegiatan membersihkan beberapa situs yang kita kunjungi,”kata Sanusi dalam keterangan tertulis, Jum’at (13/5) di Aceh Tengah.

Selain itu, kata Sanusi untuk memudahkan kegiatan ekspedisi tersebut, Prodi SKI bekerjasama dengan Dinas terkait di yang menaungi bidang kebudayaan dan didukung oleh para dosen prodi yang meliputi 4 (empat) bidang keahlian yaitu sejarah, arkeologi, antropologi, dan filologi.

Kemudian, hasil identifikasi dan pengamatan di lapangan itu akan dijadikan dasar kebijakan untuk melakukan penelitian dan pengabdian dalam skala yang lebih besar di masa mendatang yang melibatkan para dosen, mahasiswa, dan masyarakat setempat.

“Di Aceh Tengah dan Aceh Tenggara kita bekerjasama dengan Disdikbud, sedangkan di Gayo Lues dengan Dinas Parawisata,”kata Sanusi.

Salah seorang dosen yang terlibat dalam kegiatan tersebut, Dr Bustami Abubakar Mhum menjelaskan bahwa sejauh ini di antara situs-situs sejarah dan budaya yang telah teridentifikasi di seluruh Aceh masih sangat sedikit yang terpelihara dan terawat dengan baik.

Padahal, menurut UU No 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, situs-situs itu bukan hanya sekedar diidentifikasi, dipelihara, dan dirawat, tetapi juga bisa dimanfaatkan, baik oleh pemerintah maupun masyarakat.

Bustami berpendapat, pemanfaatan yang dimaksudkan di sini adalah bagaimana situs-situs sejarah dan budaya itu bisa menjadi objek wisata, terutama wisata sejarah, budaya, dan religi. Jika ini yang terjadi tentu akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat dan sekaligus peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Melalui ekspedisi ini, kami ingin melihat langsung bagaimana nasib situs-situs sejarah dan budaya yang ada di Tanoh Gayo dan Alas ini. Apakah pemerintah dan masyarakat setempat cukup peduli dan memanfaatkannya dengan baik atau mungkin situs-situs itu hanya menjadi benda kuno yang tak bernilai,” tegas Bustami yang juga sebagai Ketua Asosiasi Antropologi Indonesia (AAI) Provinsi Aceh, Jum’at (13/5).

Previous Post

Puluhan Mahasiswa STIT Muhammadiyah Abdya Siap Diturunkan ke Trumon

Next Post

Cegah PMK, Gubsu Minta Jual-Beli Hewan dari Aceh Disetop Sementara

Next Post
Cegah PMK, Gubsu Minta Jual-Beli Hewan dari Aceh Disetop Sementara

Cegah PMK, Gubsu Minta Jual-Beli Hewan dari Aceh Disetop Sementara

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Saat Hasan Tiro ‘Menampar’ Abang Samalanga dan Mualem

Saat Hasan Tiro ‘Menampar’ Abang Samalanga dan Mualem

04/04/2026
Audit LKPD 2025, Mualem Tegaskan Komitmen Transparansi APBD

Audit LKPD 2025, Mualem Tegaskan Komitmen Transparansi APBD

04/04/2026
30 Murid SMA Matangkuli Lulus SNBP, Setiap Tahun Mengalami Peningkatan

30 Murid SMA Matangkuli Lulus SNBP, Setiap Tahun Mengalami Peningkatan

04/04/2026
PDAM Tirta Mountala Tindak Pelanggan Menunggak Iuran

PDAM Tirta Mountala Tindak Pelanggan Menunggak Iuran

04/04/2026
Pemkab Aceh Barat Dampingi Seleksi Pekerja PT Cipta Kridatama, Prioritaskan Putra Daerah

Pemkab Aceh Barat Dampingi Seleksi Pekerja PT Cipta Kridatama, Prioritaskan Putra Daerah

04/04/2026

Terpopuler

Hapus JKA = Bunuh Hak Rakyat, Fadhlullah TM Daud: Pemerintah Aceh Jangan Main Api

Hapus JKA = Bunuh Hak Rakyat, Fadhlullah TM Daud: Pemerintah Aceh Jangan Main Api

02/04/2026

Papan Bunga Pelantikan Imum Syik Seret Nama Kapolda Aceh dan Pangdam IM

Bupati Sibral Salurkan Jadup untuk 15.377 Jiwa Warga Pidie Jaya

Kerap Bertindak Ala Premanisme, Sekjend PAN Pijay Minta Wabup Periksa Kesehatan Mental

140 Siswa Madrasah di Aceh Besar Lulus SNBP, MAS RIAB Paling Banyak

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com